Keterampilan Baru Di Kala WFH: Nukang

Pekerjaan Tukang yang biasanya diserahkan ke pihak ketiga, kini dikerjakan sendiri

Apa keterampilan baru yang Anda dapatkan sejak WFH (Work from Home) diberlakukan?

Berada di rumah saja, dan membatasi interaksi dengan masyarakat luar memang membosankan. Tapi juga tak kita pungkiri membuat kita lebih punya waktu di rumah. Minimal waktu untuk commuting setiap hari ke kantor sudah tereliminasi. Dan ternyata selain hikmah positif yang pernah saya tulis di post sebelumnya, WFH ini kesempatan untuk mendapatkan keterampilan baru.

Ya keterampilan yang bisa didapat karena passion, karena waktu, dan bisa juga karena keterbatasan.

Nah keterampilan baru saya ini karena yang terakhir.

Ya, sejak demam pandemi Corona ini menyeruak, kita jadi harus berhati-hari dalam berinteraksi dengan dunia luar. Karena kita tidak tahu apakah orang yang di luar rumah tersebut pengidap virus COVID-19, atau carrier. Nah karenanya, sebisa mungkin interaksi dengan orang luar rumah dibatasi.

Hal ini memaksa saya untuk melakukan beberapa pekerjaan berbenah rumah sendiri. Hal yang sebelum Corona saya selalu minta bantuan petugas kompleks atau tukang, kini saya paksa untuk lakukan sendiri.

Minggu lalu, saat saya membeli meja dari toko furnitur online, saya mendapati meja tersebut dikirim dalam bentuk kemasan yang harus dirakit. Ya model-model IKEA gitu lah. Biasanya saya tinggal panggil si Midun, petugas kompleks andalan, untuk datang ke rumah. Pulang kantor itu meja sudah beres dirakit. Tapi sekarang, saya jadi berpikir dua kali. Jadilah kemudian saya coba untuk merakit.

Sebetulnya punya peralatan lengkap, namun tahu sendiri lah di Indonesia kita termanjakan dengan bala bantuan yang bisa didapatkan dengan mudah

Dan memang tidak susah. Apalagi saya kan sudah mulai menggunakan electric drill yang sudah lama saya punya. Jadi untuk merakitnya jadi lebih mudah dan effortless. Dasar amatir memang ada beberapa kesalahan, walau tidak krusial. Dan waktu merakitnya pun di atas dari waktu yang diestimasikan di kertas petunjuk. Tapi yang penting, meja pun sudah terakit dengan rapi, tersusun manis di pojok ruang musikku. Bahkan sudah kupakai untuk sesi WFH di minggu lalu.

Sudut kerja baru saya

Keterampilan “nukang” kedua datang kemarin. Berusaha untuk memanfaatkan sudut bawah tangga sebagai board untuk memajang souvenir magnet hasil liburan kita, saya merasa dinding perlu diberi sentuhan warna untuk lebih menarik. Jadilah saya membeli wallpaper sticker di Tokopedia. Sempat tergoda untuk sekaligus membeli jasa pemasangan wallpaper, namun setelah melihat-lihat video tutorial di YouTube sepertinya tidak terlalu susah.

Jadilah kemarin sore saya berjibaku memasang si wallpaper. Sebetulnya memasang wallpaper nya tidak terlalu susah. Namun lokasi dinding ada di bawah tangga ke lantai dua dan ke areal gudang, yang membuat meletakkan tangga lipat saya menjadi sulit.

Yeay! Berhasil!

Tapi ternyata wallpaper stiker ini bahannya tipis. Gampang robek. Hanya saja keuntungannya, karena tipis, kita dapat selalu merapikan hasil tempelan dengan lap. Sehingga tidak bergelembung-gelembung. Hasil belajar dari YouTube ternyata bermanfaat. Saya berhasil memasang wallpaper ini dengan cukup rapi, walau lagi-lagi, dengan waktu yang relatif lama.

Tak apalah, paling tidak sudah bisa dimasukkan ke CV keterampilanku yang baru ini. Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s