GOTTONG: Golf Triathlon Tanpa Nongkrong

Cycling, running and then golf. Ladies and gentlemen, meet GOTTONG: golf triathlon.

Kalau biasanya triathlon itu mempertandingkan tiga cabang olahraga endurance: renang, bersepeda dan lari, maka yang saya ikuti pagi ini minus renang. Diganti golf.

Urutannya adalah: bersepeda 20km, lari 3.5 km, dan kemudian golf 18 holes (hanya 9 holes yang dicatat skornya)

Seru juga. Dan a lot of fun.

Dimulai dan diakhiri di Royale Golf Course, Pondok Gede, saya kebagian start jam 06.10. Bersama dengan sekitar 8 peserta lain.

Sesaat sebelum start

Sesaat setelah lonceng penanda start berbunyi, pesepeda di depan dan belakang saya melesat kencang. Belum lepas keterkagetan, saya coba mengejar. Di awal-awal masih ketututan. Tapi saat hampir keluar kompleks Royale Golf Course, sudah tidak sanggup mempertahankan jarak. Maklum road bikers newbie.

Dan kemudian saya ingat bahwa setelah ini masih harus lari dan main golf, akhirnya saya putuskan untuk menghemat tenaga. Menurunkan kecepatan, toh tidak terkejar 😅

Sebetulnya jarak 20 km tidak lah jauh. Rata-rata saya kalau gowes weekend sekitar 40 km jaraknya. Tapi karena ini race, jadi pengennya jadi sembalap saja. Full speed dari awal sampai akhir. Jadi kekuatan stamina yang dibutuhkan juga tidak main-main.

Anyway, dengan stamina yang cukup terkuras, saya menyelesaikan the first leg of this triathlon. Sempat bermasalah dengan sepatu cleat saya yang tidak mau lepas di akhir lomba. Memotong waktu transisi saya. Karena lari 3,5 km sudah menunggu.

Di permulaan lari, awalnya terasa berat. Tapi kemudian saya ingat pelajaran lari di YouTube. Merubah langkah menjadi lebih pendek. Dan mengatur napas dengan mengambil napas lebih dalam dan teratur.

Deretan sepeda dan peralatan olahraga peserta di zona teansisi

Eh ternyata berhasil. Perlahan-lahan saya mendapatkan pace saya lagi. Lintasan lari yang asri di dalam lingkungan Royale Jakarta GC juga cukup membantu pemulihan stamina.

Saya senang, karena di cabang yang saya benar-benar baru belajar ini, saya bisa mendapatkan catatan waktu yang lumayan. Tanpa sekalipun melambatkan diri dengan berjalan. Yeay!

Good running leg!

Setelah lebih dari 20 menit berlalu, saya selesaikan sesi lari saya. Dengan nafas terengah-engah karena melakukan sprint untuk finish strong, saya sudah harus ganti sepatu. Dan menggotong tas golf saya ke Tee Box Hole 1 North Course. Bersiap untuk lomba terakhir: golf.

Hasil jepretan fotografer professional di ketiga Leg triathlon saya

EO penyelenggara acara ini (OB Golf) sebetulnya EO yang sering mengadakan turnamen golf. Jadi wajar bila dalam pelaksanaannya dilakukan di lapangan golf, dan menurut saya event golf yang paling siap. Walaupun sempat diwarnai dengan antrian panjang sebelum tee off, namun secara umum event golf ini sangat fun dan asyik.

Pertama, panitia membolehkan peserta untuk memakai jersey sepeda atau triathlon suit untuk bermain golf. Yang diwajibkan hanya memakai sepatu golf. Kapan lagi kita bisa main golf pakai jersey sepeda? Hehehe.

Our fun golf pairing

Kedua, bekerjasama dengan Persatuan Golf Indonesia DKI Jakarta (PGI DKI), panitia menghadirkan junior golfer berbakat yang menanti di beberapa tee box. Mereka menawarkan peserta untuk “memanfaatkan” pukulan mereka (yang hampir selalu lebih baik/jauh dari pukulan kita-kita). Syaratnya kita hanya cukup membayar donasi ke PGI. Good way to collect donation! And fun way as well to cut some of your scores!

Suasana “fun” yang dibangun ini membuat saya tidak terlalu sebal karena permainan golf saya yang tidak bagus. Maklum, sejak pandemi, sudah tidak rutin lagi bermain golf. Ironis memang, cabang olah raga yang sudah kuasai paling lama, justru performa saya paling mengecewakan. Well, perhaps because I have higher expectation on my golf game. Whereas I have no expectations on my cycling and my running as I’m still relatively newbie there!

Walaupun hanya 9 holes pertama yang dihitung skornya oleh panitia, saya dan Mas Bobi, teman se-pairing saya memutuskan untuk menyelesaikan 18 holes.

Dan berkat olahraga lari dan gowes yang rutin di saat pandemi ini, Alhamdulillah saya tidak merasa terlalu letih. Bahkan saya mencetak skor lebih baik di back 9.

Dan inilah sebetulnya inti dari mentargetkan diri saya untuk lebih menekuni olahraga lari, sepeda, dan juga renang. Untuk membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Ya kan?

Jadi tak sabar menanti pandemi ini berakhir, sehingga saya bisa mengikuti the real triathlon. Until then, let’s do GOTTONG! Hope they’ll do another one very soon!

Berpose di depan GOTTONG Finisher backdrop
My bib, finisher medal and hand band.

3 Comments Add yours

  1. Warbiasaaah, keep your health up!

    1. ibenimages says:

      Insya Allah brother… ☺️🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s