Moscow Starbucks Run

Let’s call it Starbucks run. Running around Moscow city, looking for Starbucks matroyshka tumbler… with no success. Sudah diborong sama turis2 Piala Dunia sebelum ini. Menyesal juga gak dari kemarin-kemarin belinya. Inilah salah satu contoh nyata bukti kebenaran dari idiom, “lebih baik menyesal beli, daripada menyesal tidak beli” LOL.

 

Rangkuman Piala Dunia 2018: Statistik, Rekor dan Awards

Piala Dunia 2018 baru saja usai. Saya rasa kita layak menyematkan Piala Dunia Russia ini sebagai salah satu turnamen terbaik in modern years. Bukan hanya karena rerata gol yang cukup tinggi – 2.64 gol per pertandingan (hanya kalah 0.06 dari Piala Dunia Brasil, namun jauh lebih tinggi dari Piala Dunia 2006 dan 2010 yang hanya 2.2), tapi juga karena banyaknya momen-momen dramatis yang terjadi. Mulai dari gol di menit-menit akhir, penentuan penalti melalui VAR, ataupun kejutan tumbangnya tim spesialis juara Piala Dunia.

Berikut ini beberapa statistik dan rekor yang terjadi di Piala Dunia ini:

  • Total gol yang tercipta: 169 gol (64 pertandingan)
  • Rerata gol per pertandingan: 2.64
  • 43% gol tercipta dari bola mati (penalti, tendangan sudut atau bebas) – tertinggi dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966
  • 22 gol dari tendangan penalti – terbanyak dalam sejarah
  • 9 gol yang dicetak pada menit 90 atau lebih, termasuk extra-time (Sir Alex would be proud!) Continue reading

Moscow Metro

I made this short video of Moscow Metro rail system. I was fascinated with the old metro system, with old carriage and station design. This one was taken in 2-3 stations only. I would have liked to visit more Metro stations, but time did not allow me.

Some descriptions about Moscow Metro from Wikipedia:

The Moscow Metro (оско́вский метрополите́н) is a rapid transit system serving Moscow, Russia and the neighbouring areas. Opened in 1935 as first underground railway system in the Soviet Union, in 2018 the Moscow Metro excluding the Moscow Central Circle and Moscow Monorail, has 214 stations and its route length is 364.9 km, making it the seventh longest in the world. It’s famous for its uniquely-designed stations reminiscence of the strong government role in cold-war era. (Source: Wikipedia)

Late Night at Kremlin

It’s our last night together in Russia after 14 days. We decided to chill in at Red Square, Kremlin, savoring the moment, while watching hundreds of people do the same thing like us. Russia has been a great host. We love the country, love the people, love the tournament. Well done!

Celebrating Ubai’s Birthday

We’re celebrating Ubai’s birthday by having fine dinner at Wine & Crab restaurant, near Kremlin. This will be our last dinner together in Russia, so when Rosa, Ubai’s wife, was asked her wishes for Ubai’s birthday, she aptly said, “hope moment like this would happen more often”

Amen to that. Let’s do it again for Euro 2020 folks!

Life After World Cup: Back as Ordinary Tourists

Apparently, there’s life after World Cup in Russia. It’s called sightseeing and shopping for souvenirs. Just like ordinary tourist do ☺️

Here we are, taking complete picture of Rombongan Sirkus Russia in front of St. Basil, Red Square, Kremlin.

Earlier we went to Ismailovsky market in Moscow to shop for some souvenirs and cheap(er) Russian stuffs. Not as exciting as Match Day during World Cup, but equally pleasing.

Akhir Piala Dunia 2018 yang Menyenangkan

Akhirnya Piala Dunia 2018 berakhir tadi malam. Perancis berhasil menambah koleksi bintang di seragamnya menjadi dua, menyusul kemenangan mereka atas Kroasia di final fantastis semalam, 4-2.

Saya, Aya dan Rafif menyaksikan bersama puluhan ribu fans sepakbola lain di Fan Fest Moscow. Suasana sangat meriah. House music dan rap berdentum keras menemani goyang ceria para fans sepakbola dari manca negara.

Saat pertandingan dimulai kemeriahan berjoget mereda. Digantikan dengan seruan dukungan kepada tim yang berlaga. Penonton tuan rumah dan fans sepakbola manca negara seperti saya terbelah antara menjadi pendukung Perancis atau Kroasia. Continue reading

Pertandingan Tidak Penting

Kemarin sebelum pertandingan perebutan gelar juara ketiga Piala Dunia 2018, terjadi perdebatan di lini masa Twitter.

Penyebabnya, salah satu akun pembawa acara sepakbola nasional Pangeran Siahaan (@pangeransiahaan), menuliskan kalau pertandingan antara Belgia dan Inggris ini adalah “Pertandingan paling gak penting”

Sontak, followers dan netizen twitter bereaksi.

Banyak yang protes dengan tweet tersebut. Menyebutkan partai ini baik untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk tampil. Ada juga yang beranggapan kalau hal ini adalah masalah martabat bangsa. Masa martabat bangsa dianggap nggak penting? Continue reading