Menuju Piala Dunia 2018: Kutukan Pemain Terbaik

Menjadi pemain terbaik di perhelatan Piala Dunia ternyata malah bisa mendapat kutukan, yakni gagal jadi Juara Dunia.

Begitulah fakta yang terjadi. Sejak Piala Dunia tahun 1982, terhitung hanya 3 orang peraih piala Golden Ball (piala untuk pemain terbaik sepanjang turnamen) yang negaranya juga berhasil menjadi Juara Dunia. Mulai dari Paolo Rossi saat Italia Juara Dunia tahun 1982, Diego Maradona saat membawa Argentina Juara Dunia tahun 1986, dan terakhir Romario, saat mengantarkan Brazil juara di tahun 1994.

Salvatore Schillachi, bintang kejutan Italia di Piala Dunia 1990 yang gagal menjadi New Paolo Rossi

Sisanya justru seakan gelar Pemain Terbaik menjadi “kutukan” untuk gagal di partai puncak (lihat tabel)

Yang terakhir diingat mungkin empat tahun lalu. Continue reading

Menuju Piala Dunia 2018: Power Ranking Juara Dunia

Kalau Anda ditanya, “Siapakah negara yang paling jagoan di Piala Dunia?”

Jawaban paling umum pasti adalah Brazil atau Jerman. Karena hanya dua negara inilah yang pernah merebut gelar “Juara Dunia” sampai 4 kali atau lebih. Brazil the penta-champeone (lima kali), terakhir kali juara tahun 2002. Sedangkan Jerman merebut titel ke empatnya di tahun 2014 lalu.

Namun ternyata kalau dilihat konsistensi prestasi dari penyelenggaraan Piala Dunia sejak 1982 (again, I started from this period, because I first followed World Cup from this year. Jadi maaf ya..), dua negara yang paling jagoan adalah Jerman dan Italia.

Jerman, juara empat kali sekaligus juara bertahan di Piala Dunia 2018

Kok bisa?

Begini analisis saya:

Continue reading

Menuju Piala Dunia 2018: Tiga Juara Legendaris

Piala Dunia kerap menjadi ajang pentasbihan pemain sepakbola legendaris. Dari sejak awal abad 20, banyak nama mencanangkan statusnya sebagai legenda pada turnamen bola empat kali setahun ini. Nama-nama seperti Pele, Beckenbauer adalah contohnya. Mereka memang sudah dikenal sebagai pemain sepakbola kelas dunia sebelum menjuarai Piala Dunia, namun keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia lah yang kemudian menghilangkan segala keragu-raguan untuk menyematkan gelar “pemain bola legendaris dunia”

Dalam tulisan minggu ketiga untuk menyambut Piala Dunia 2018 ini saya ingin mengupas tiga pemain legendaris yang ditasbihkan karena keberhasilan mereka memenangi kejuaraan sepakbola paling prestisius ini. Saya hanya akan mulai dari era Piala Dunia 1982 di Spanyol, karena baru mulai Piala Dunia ini lah saya mulai mengikuti dan menikmati permainan sepakbola.

1. Diego Maradona (Argentina) – Juara Piala Dunia 1986, Mexico

Salah satu pemain sepakbola paling legendaris dalam sejarah, yang mungkin hanya bisa diimbangi oleh Pele. Maradona memenangi Piala Dunia Mexico tahun 1986 dengan aksi heroik. Siapa yang bisa melupakan gol “tangan Tuhan” nya melawan Inggris di perempatfinal? Seakan sudah digariskan dalam sejarah, gol penuh kontroversi tersebut dilengkapi dengan salah satu gol paling brilyan dalam sejarah putaran final Piala Dunia: saat Maradona men-dribbling dari tengah lapangan, melewati 6 orang pemain Inggris, sebelum menceploskan bola ke gawang Peter Shilton. Gol yang belakang ini terpilih sebagai Goal of Century oleh FIFA mengantarkan Argentina mengalahkan Inggris dan maju ke babak semifinal.

Continue reading

Menuju Piala Dunia 2018: Perjuangan Mendapatkan Tiket

Piala Dunia sudah terbukti bertahun-tahun sebagai salah satu pentas olah raga paling prestisius. Piala Dunia yang terakhir pada tahun 2014 di Brazil, merupakan secondbiggest sporting event in the world, hanya kalah dari Olimpiade London 2012 dari sisi jumlah attendance (yang datang dan nonton langsung). Dalam jangka waktu 1 bulan penyelenggaraan, Piala Dunia 2014 berhasil mendatangkan attendance sebesar 3,4 juta orang (bbc.co.uk)

Oleh karena itu, tidak heran kalau mendapatkan tiket menonton langsung pertandingan Piala Dunia juga bukan perkara yang mudah. At least if it’s easy, it’s not going to be cheap! Tapi berdasarkan pengakuan dari Ubai, teman saya yang sudah berpengalaman menyaksikan Piala Dunia dan Piala Eropa sebelumnya, berada pada tempat penyelenggaraan Piala Dunia sendiri sudah menghadirkan atmosfir fantastis. Apalagi secara langsung di dalam stadion.

FIFA sebagai penyelenggara event Piala Dunia membagi tahapan pemesanan tiket ke dalam tiga fase:

  • Fase Random selection draw – fase penjualan tiket secara acak. Jadi semacam lotere. Untung-untungan.
  • Fase First come first served – fase penjualan tiket secara cepat-cepatan.
  • Fase last minute sale – fase penjualan tahap akhir, Digunakan FIFA untuk menjual tiket yang tidak jadi digunakan dari dua fase sebelumnya, atau tiket untuk sponsor.

Continue reading

Menuju Piala Dunia 2018: Impian Masa Kecilku

Pada bulan Agustus tahun lalu, teman lama saya, Ubaidillah Nugraha (panggil aja ‘Ubai’) mengirimkan pesan whatsapp “kompor”. Dia cerita, barusan saja booking flight ke Moscow, Russia di bulan Juli 2018 untuk menyaksikan putaran final Piala Dunia 2018. Dapat penerbangan yang relatif murah lagi. Hanya Rp 5jt-an untuk round trip ke Russia dengan Thai Air.

“Mau ikutan?”

Ee busyet kompor bener!

Kompor, karena menyaksikan pentas laga Piala Dunia secara bersama-sama sudah jadi impian kita bersama saat kami berdua menjadi peserta SIF Asean Visiting Student Fellowship di Singapura tahun 1996. Dulu target kita adalah nonton Piala Dunia 2006. “Masak sih sepuluh tahun kerja belum bisa kesana?”, demikian angan-angan kita. Eh, ternyata memang Allah belum mengijinkan ☺️. Ubai sih sudah lebih beruntung dari saya. Empat tahun lalu, dia sudah pernah merasakan atmosfer Piala Dunia di Brasil, dengan menjadi reporter salah satu media olahraga tanah air.

Untuk saya, ini masih jadi impian yang belum terwujud sejak kecil.

Sejak kecil?

Iya. Bagi saya pribadi, nonton Piala Dunia sepakbola secara langsung sudah jadi cita-cita dari saat saya mengenal permainan olah kulit bundar ini.

Continue reading

First Futsal FE UGM 2018

Albeit assembling barely enough folks to play 5-a-side futsal, we have our first FE UGM futsal game. It’s a fun, competitive but safe for our age (i.e: no hard physical contact, very frequent breaks and rests).

The only question remaining is: will there be another futsal game this year? ☺️

Another Happy Ending Nobar for Manchester United Fans

Here we are, with big smiles, celebrating Manchester United win over Liverpool at Old Trafford. The two-goals salvo from the impressive Carrington prodigy Marcus Rashford proved enough to shell 3 points for the Red Devils, albeit Liverpool’s flurry of attack (and corners) on second half.

In the end, our “nonton bareng” ended in happy ending for Manchester United fans. It wasn’t go too well for Sulis, a Livepool fans who have arranged this fun nobar at Kemang Village. Sorry Lis! And Thank you! 😬👍

World Cup Tickets Secured!

Such a pleasant surprise this morning to find the email from FIFA World Cup Ticketing Centre, informing that through Random Selection Draw Period, 4 tickets have been allocated for me for the World Cup 2018 in Russia! Yeay!

In January they informed that the bid for tickets was over-subscribed, hence not everybody would get a ticket.

Although the four tickets I won are rather “consolation match” for 3rd place, but I’m still overjoyed because:

  1. By securing these tickets, we will be entitled for free visa to Russia;
  2. we will also be provided free public transportation while we’re there;
  3. the likelihood of the match involving big teams (England? 😂);
  4. Insya Allah this will tick another life bucket list: watching a World Cup match; and…
  5. it’s held in St. Petersburg, a beautiful city which is a must-visit for us in Russia! (To be honest, Elok prefers to watch the famous ballet there than any football match! 😅)

There is still another 4.5 months before the World Cup kicks off in July. And there will still be several ticket sales period. Hopefully I will also be lucky enough to secure another tickets for quarter-final, semi-final in other cities, or even Final match in Moscow! Insya Allah aamiin.

Futsal FE UGM is back!!

The boys after the game
Finally the long overdue futsal games of FE UGM 91-93 boys is back! Had a great time, and good game (won the game and scored a hattrick, not bad). 

Many friends came and played this time around (positive effect of the silver reunion), helped on the substitutions, so the old hearts and bones were not exerted too much! 

Let’s do it again in much shorter time, guys!

92++ (on whites) vs 93 (on reds)