Jumatan di Masjid Abdul Gafoor Singapore

Seperti biasa jadwal medical check-up saya jatuh di hari Jumat. Jadi seusai check-up sudah jadi kebiasaan untuk shalat Jumat di Singapura.

Kalau biasanya saya shalat di Masjid Al-Falah di daerah Orchard (karena habis itu biasanya langsung makan siang dan plesir belanja), tapi hari ini karena menunggu kedatangan istri yang kemarin ketinggalan pesawat, jadi saya shalat di sekitaran hote saja.

Hotel saya yang satu kompleks dengan Rumah Sakit berlokasi di dekat Little India. Dari hasil pengecekan Google Map, masjid terdekat dari hotel namanya Masjid Angullia. Jarak cukup dekat, hanya 650 meter. Oke sip.

Jadilah saya segera berjalan ke sana. Continue reading

Itikaf Terakhir Ramadhan Tahun Ini

Insya Allah, malam ini adalah itikaf terakhir bagi kaum muslim untuk Ramadhan tahun ini. Merasa nyaman ber-itikaf di Masjid Al-Hidayah, kembali saya bersepeda ke masjid dekat kompleks rumah ini. Berbeda dengan dua malam yang lalu, kali ini Superman Brompton dilipat dan dikunci di dalam selasar masjid, agar ibadah bisa lebih khusyu’ dan gak kepikiran ☺️

Sesampai di masjid saat tengah malam, hujan gerimis kecil turun. Menambah syahdu malam yang akan kurindukan ini. Inikah tanda malam Lailatul Qadr? Wallahualam.

Kalaupun tidak, ijinkan kami menemuinya di bulan Ramadhan tahun depan, Ya Allah. Aamiin Allahuma Aamiin. 🙏

Salah, dan Kiprah Pesepakbola Muslim di Piala Dunia 2018

Memasuki menit 30 partai final Liga Champions Liverpool melawan Real Madrid masih terlihat sengit. Kedua tim masing-masing menciptakan peluang yang membahayakan gawang lawan. Sampai kemudian terjadi kejadian itu. Kapten Real Madrid, Sergio Ramos berebut bola dengan Mohamed Salah, penyerang andalan Liverpool. Aksi saling berebut yang sangat physical tersebut berbuah korban. Salah ikut jatuh ke tanah bersama Ramos yang mendekap erat lengannya. Terjatuh dalam posisi tidak sempurna, bahu Salah menumpu berat badannya. Salah tergeletak kesakitan. Ia coba bangkit dan bermain lagi selama beberapa menit, untuk kemudian terduduk lesu di lapangan sambil menangis. Salah terpaksa keluar lebih awal dengan hati hancur. Entah kenapa, mental rekan-rekan setimnya pun ikut runtuh. Liverpool pun menyerah 1-3 dari sang juara tiga kali berturut-turut, Real Madrid.

Continue reading

Maghrib at Al Falah

I normally went for Friday prayer in Al Falah mosque whenever I did medical checks, as previously I always took the test on Friday. This time around, given the difficulty in scheduling, I do the check on Monday, so no Friday prayer this time around. But the ritual of praying in this masjid continues, albeit I go for maghrib prayer. 

Happy to see the masjid is now completely upgraded and renovated. It is really a spiritual home for us, the moslems, in the middle of ocean of materiality named Orchard Road. Subhanallah.

Jumatan di Bali: Masjid Al Ikhlas Ngurah Rai Airport

Menara Masjid Al-Ikhlas terlihat dari depan
Jumat siang ini berkesempatan untuk sholat jumat di Masjid Al-Ikhlas, yang berlokasi di kompleks Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar Bali. 

Kebetulan akhir pekan ini ada acara kantor di Bali, dan pesawat tiba di Bali pada jam “tanggung”: sekitar jam 11 siang. Sebagian teman memilih untuk memanfaatkan status sebagai “musafir”. Tapi karena saya minggu lalu juga sudah tidak ibadah sholat Jumat karena bertepatan dengan hari Idul Adha, maka kali ini saya berniat untuk sholat Jumat. Continue reading

Ashar by the Mangrove

Rafif enjoying the view of Mangrove from the side terrace of Masjid
We stopped by Masjid Al Hikmah for Ashar prayer after finishing our coffee session at PIK Avenue. The Masjid is located by mangrove forest preservation park in Angke, so aside of completing our daily responsibility as moslem, we got nice view of mangrove forest as bonus.

The masjid itself is surprisingly very clean. The wooden architecture blends well with its surrounding. 

The ablution room
Continue reading

Fiqh dalam Ramadhan


Malam ibu mengikuti kajian islam bersama Ustadz Firanda Andirja (pengisi kajian tetap di Masjid Nabawi Madinah al-Munawwaroh) di Masjid Jenderal Sudirman.

Beberapa poin yang bisa saya share di sini:
1. Penentuan awal Ramadhan ataupun Syawal: Yang menjadi patokan adalah terlihatnya hilal, bukan adanya hilal. Jadi kalau hilal tertutup awan, walaupun mungkin ada, maka genapkan puasa Ramadhan sampai 30 hari.
2. Niat: dalam puasa Ramadhan harus berniat di malam hari, sebelum berpuasa di esok harinya. Apabila tidak berniat, maka tidak sah puasanya.
3. Di sunnahkan untuk makan sahur. Pembeda antara puasa kaum muslim dengan puasa kaum sebelumnya adalah sahur. Di dalam sahur itulah ada keberkahan. 
Sahur arti katanya “waktu menjelang subuh”. Rasulullah pun makan sahur 15-30 menit sebelum adzan subuh. Jadi apabila kita lapar dan makan tengah malam dengan beranggapan itu adalah pengganti sahur, sesungguhnya itu bukanlah sahur.
Continue reading

Perjalanan ke Palestina yang Mencerahkan

AQSA 12
Dome of the Rock, di kompleks Masjidil Aqsa

Perjalanan saya ke Palestina, khususnya ke Masjidil Aqsa di Jerusalem kemarin betul-betul berkesan. Bukan hanya berkesan, namun juga memberikan banyak pelajaran. Pelajaran mengenai negara yang penuh kontroversi ini, dan kehidupan di dalamnya.

Sebelumnya, banyak miskonsepsi yang saya miliki mengenai Palestina, Israel, Jerusalem dan Al Aqsa, tempat tujuan utama kam. Alhamdulillah, berkat pengalaman saya langsung mengunjungi, mengobservasi dan berdasarkan penjelasan dari guide kami di sana, saya mendapatkan beberapa pencerahan. Berikut ini saya ingin sharing beberapa di antaranya:

Miskonsepsi 1: Masjidil Aqsa adalah Masjid dengan Kubah Emas

Oh, jadi bukan yang berkubah emas? Betul yang berkubah hitam dong?

Jawabannya: dua-duanya adalah Masjidil Aqsa. Lho, kok bisa?

Karena ternyata (ini menurut keterangan guide kita yang sangat informatif, Feraz), yang disebut sebagai Masjidil Aqsa itu adalah kompleks seluas 144.000 m2  yang terletak di timur kota Jerusalem, atau tepatnya di kawasan kota lama Jerusalem. Di dalam kompleks ini terdapat dua bangunan masjid – yakni masjid berkubah hitam, dan masjid berkubah emas.

AQSA 2.jpg
Saat guide kami, Feraz menjelaskan mengenai Masjidil Aqsa di dalam Dome of the Rock

Dalam sejarahnya, secara etimologis dari bahasa Arab, masjid itu berarti “tempat bersujud”. Dulu saat Rasulullah mendapat perintah dan melakukan perjalanan spiritual Isra Miraj, Rasulullah melakukan sholat di daerah ini, di lapangan luas yang terletak di kota Jerusalem. Dan disebut “Aqsa” yang berarti “jauh” dalam bahasa Arab, karena tempat ini merupakan ‘masjid’, atau tempat bersujud Rasulullah yang jauh dari Mekah, kediaman Rasulullah saat itu. Pada saat itu, belum ada bangunan masjid. Masjid yang kini sering diacu sebagai ‘Masjid Al Aqsa’, yakni masjid berkubah hitam baru dibangun di tahun 679M oleh kilafah Islam di bawah Umar bin Khattab yang menguasai Jerusalem pada saat itu. Hal ini terjadi setelah peristiwa Isra Miraj, bahkan puluhan tahun setelah Rasulullah berpulang.

AQSA 10
Masjid Kubah Hitam, atau yang kini dikenal sebagai Masjid Al-Aqsa

Continue reading