Getting Hired Survey: Tips Mencari Kerja bagi Fresh Graduates

Saya saat membawakan sesi di acara “Getting Hired 2019” di FEB UGM

Hari Sabtu kemarin saya diundang untuk menjadi pembicara dalam acara “Getting Hired 2019”. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Akuntansi Universitas Gadjah Mada (IMAGAMA). Tampaknya merupakan acara tahunan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan para mahasiswa tingkat akhir atau yang sudah lulus kuliah dalam mencari kerja.

Acara diselenggarakan di salah satu ruang auditorium di Pertamina Tower. Di kampus FEB UGM, Jogjakarta, yang notabene adalah almamater saya. Acara ini ternyata tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Akuntansi FEB UGM, tapi dari beberapa peserta yang bertanya, saya tahu mereka datang dari Fakultas Teknik, Ilmu Komunikasi ataupun Hukum. Rata-rata pada tingkat akhir, atau telah lulus jadi sedang dalam taraf mencari kerja.

Saat saya dihubungi untuk menjadi pembicara, saya langsung punya ide untuk melakukan survei terbatas. Memanfaatkan jejaring saya yang kebanyakan memang praktisi dan pengambil keputusan di dunia HR. Dari survei ini saya bermaksud untuk mendapatkan faktor-faktor penting pengambilan keputusan dalam proses perekruitan karyawan fresh graduate.

Dengan demikian, saya bisa membagikan kepada para mahasiswa yang baru/mau lulus dan mencari kerja, agar mereka dapat mempersiapkan diri lebih baik. Nah inilah inti materi dari sesi sharing saya di acara “Getting Hired 2019” ini.

Survei yang saya lakukan dengan menggunakan aplikasi Google Docs ini diikuti 114 responden. Jumlah yang lumayan. Melebihi target saya sejumlah minimal 100 responden.

Karena berasal dari jejaring profesional saya, maka tidak heran kalau 42% responden berasal dari industri perbankan atau jasa keuangan (lihat Exhibit 1). Secara saya juga bekerja di bank.

Exhibit 1: Respondents demography: industry

Dan kalau dilihat dari posisi dan jenjang dari pengisi responden, tampaknya survei saya ini penuh dengan pendapat dari pengambil keputusan. Karena 28% dari responden menduduki posisi Head of HR atau HR Director. Dan 25% adalah CEO, atau Direktur atau Head of Business (lihat Exhibit 2). Lebih dari separuh. Talking about quality respondents 🙂

Exhibit 2: Respondents demography: roles and size of organization

Sebaran responden juga berkiprah di organisasi yang besarnya bervariasi. 19% responden berada di organisasi dengan jumlah karyawan di bawah 100. 14% berada di organisasi yang mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan. Namun responden terbanyak berada di organisasi dengan 2.001-10.000 karyawan (Exhibit 2).

Oke, cukup dengan demografi responden. Mari kita langsung menuju 10 kesimpulan hasil survei:

Exhibit 3A: plan to hire fresh graduates in next 12 months

1. Yang pertama, berita bagus. Dari 114 responden, hampir semua responden (94%) berencana untuk merekrut karyawan fresh graduates dalam 12 bulan ke depan (lihat Exhibit 3A). Dan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia setahun ke depan kira-kira masih cukup banyak. Terlihat di Exhibit 3B, kalau ada 28% responden yang berencana merekrut fresh graduate sebanyak 11-100 orang. Bahkan 11% berencana merekrut 101-1.000 orang.

Exhibit 3B: number of fresh graduates to be hired

2. Yang kedua, posisi Management Trainee atau Officer Development Program masih menjadi wahana terbaik bagi para fresh graduate untuk memasuki lapangan pekerjaan.

Bukan hanya karena 48.2% responden berencana untuk menjaring bakat terbaik melalui jalur ini (Exhibit 4), tapi karena umumnya melalui program ini perusahaan merencanakan pelatihan yang terstruktur dan kompensasi yang menarik bagi para trainee.

Tapi tentu saja karenanya, program ini juga dikenal dengan seleksinya yang umumnya paling kompetitif.

Exhibit 4: positions to be hired for fresh graduates

3. Kendati demikian, mahasiswa yang baru lulus jangan mengabaikan tawaran untuk sebagai pekerja temporer (sementara/kontrak) ataupun karyawan di lembaga pihak ketiga yang menyalurkan tenaga kerja (outsourcing) ke perusahaan.

Karena selain posisi ini banyak menjadi kebutuhan perusahaan untuk fresh graduate (42,1% responden merencanakan untuk merekrut, lihat Exhibit 4), ternyata juga merupakan salah satu sumber terbaik penyediaan karyawan yang berkualitas (28,0% – lihat Exhibit 6)

Exhibit 5: source of hiring fresh graduates
Exhibit 6: source that gives the best candidates

4. Bagi para mahasiswa, hadirilah acara Campus Hiring di kampus Anda! Karena Campus Hiring merupakan sumber utama penjaringan tenaga fresh graduates (67,5% – lihat Exhibit 5).

Dan Campus Hiring juga terbukti menjadi kanal yang memberikan sumber karyawan terbaik, setidaknya demikian pendapat 54,4% dari responden (Exhibit 5)

5. Bagi yang masih kuliah, rajin-rajinlah mencari kesempatan untuk internship. Karena bukan saja pengalaman internship menjadi salah satu faktor penentu Anda lolos dari shortlist atau dipanggil interview (Exhibit 7), namun menurut 50,8% responden juga dapat menjadi sumber tenaga kerja yang terbaik (lihat Exhibit 6).

Jadi dengan mengikuti internship, Anda akan lebih berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan tetap.

Mungkin ini sama alasannya dengan perekruitan melalui tenaga temporer atau pihak ketiga. Melalui proses ini, perusahaan dapat menilai kualitas dan kecocokan karyawan fresh graduate secara lebih seksama. Karena mereka berinteraksi dengan calon pekerja lebih lama daripada hanya sekedar 1 jam interview atau diskusi panel.

Exhibit 7: factors that get you shortlisted

6. Semasa sedang kuliah, jangan cuman menghabiskan waktu untuk belajar. Alokasikan waktu untuk terlibat dalam kegiatan ekstra kurikuler. Bergaul dan berorganisasi.

Karena ternyata hal ini menjadi kriteria utama yang dilihat employer saat menyeleksi CV kalian. 11% responden melihat hal ini menjadi elemen yang ‘paling penting’ (“most important“), dan 56% sebagai ‘sangat penting’ (“very important“) (Exhibit 7).

Bahkan ini bagi sebagian besar responden dilihat lebih penting daripada kualitas Universitas, ataupun angka IP (GPA) yang tinggi. Apalagi sekedar “attractive photo” 🙂

7. Asah ketrampilan Anda untuk diwawancarai. Bersiap mengantisipasi pertanyaan dan berlatih untuk menjawabnya. Karena “1 on 1 Interview” masih menjadi alat seleksi utama yang paling sering digunakan oleh sebagian besar responden (86% dari responden, Exhibit 8)

Dan dari survei juga terlihat kalau 1 on 1 interview ini menjadi alat seleksi yang paling sering dipakai untuk mengambil keputusan merekrut karyawan (73%).

Dan selain itu, nyatanya hal ini juga menjadi alat seleksi yang paling baik dalam memprediksi karyawan yang tepat (67%).

Jadi kalau Anda dipanggil interview, bersiap-siaplah. Mungkin itu menjadi momen di mana Anda diputuskan untuk diterima bekerja.

Oh ya, tambahan tips untuk mempersiapkan interview: Google “STAR interview technique” ☺️

Exhibit 8: selection methods to use, decide and as best predictor

8. Reminder bagi para pengambil keputusan di perusahaan: perhatikan hasil Ability Test dan Psychological Test. Karena alat seleksi ini ternyata juga dinilai cukup tinggi sebagai best predictor dalam menentukan kandidat yang baik untuk diterima kerja.

Paling tidak 27% responden berpendapat seperti itu untuk Ability Test, dan 34% responden untuk Psychological Test (Exhibit 8).

Hal ini cukup masuk akal, mengingat dibanding dengan alat seleksi yang lain, Ability Test dan Psychological Test merupakan metode seleksi yang paling tidak bias nilai subyektifitas dan paling tidak bisa “dikelabui” calon pekerja.

Anda mungkin dapat terpukau seorang kandidat yang mampu tampil memukau dalam 1 jam wawancara, namun kenyataannya jadi sangat berbeda saat ia mulai bekerja. Hal ini umumnya tidak terjadi dari hasil Ability dan Psychological Test yang kredibel.

9. Tapi bagaimana pun faktanya interview masih yang paling sering digunakan sebagai alat seleksi utama.

Lalu apa yang dianggap penting dilihat oleh seorang interviewer dari sesi interview dengan fresh graduates?

Ternyata 87% responden melihat kemampuan pencari kerja dalam menjawab pertanyaan secara logis dan terstruktur sebagai faktor utama yang perlu diperlihatkan kandidat di dalam sesi wawancara (Exhibit 9).

Exhibit 9: important factors to show during interview

10. Terakhir, bagi yang mau diwawancara, perlihatkan kalau Anda punya passion untuk pekerjaan yang Anda lamar (82% responden menganggap penting, Exhibit 9). Dan juga punya minat mengetahui mengenai organisasi yang dituju (67% responden menganggap penting).

Hal ini jauh lebih penting dari pengetahuan teknis Anda terhadap pekerjaan yang Anda lamar (49%). Karena memang hal ini bisa dipelajari nanti kalau sudah bekerja, sehingga tidak terlalu menjadi faktor penting untuk diperlihatkan.

So, do your homework. Riset mengenai pekerjaan dan organisasi sebelum menjalani interview. Cari tahu ke kerabat Anda yang bekerja di sana. Dan saat diwawancara, jangan lupa bertanya kepada interviewer. Insha Allah efeknya positif 🙂

Demikian lah hasil survey “Hiring Fresh Graduates” yang sudah saya sampaikan hasilnya ke adik-adik mahasiswa yang mengikuti sesi saya di acara seminar “Getting Hired 2019“.

Menerima token of appreciation dari Ketua Panitia

Terima kasih untuk panitia dan pengurus IMAGAMA yang sudah memberikan kesempatan saya untuk berbagi. Dan terima kasih untuk seluruh responden yang sudah meluangkan waktunya untuk mengikuti survei ini.

Semoga bermanfaat. Salam.

Untuk men-download hasil survey lengkap dalam bentuk PDF silahkan akses di sini.

2 Comments Add yours

  1. luarrr biasaaaaa. sayang timnya yang kaosnya dipakai di slide seminar itu tidak se-luar biasa adik gw ini xixixixi

    1. ibenimages says:

      Ahahaha wooiii… fokus pada konten 🤣. Thanks for appreciation brother, as always!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s