Golf is A Strange Game

Golf is such a strange game. The last time I played two weeks ago, I started the round feeling awkward. Body balance was shaky. I lost confidence on my swing. Everything was off. Posted bad score.

This morning, only God knows why, I felt very good and on. Hit my first tee off flushed and in fairway. My irons play was also sharp. Only putting was a bit unfortunate. Had 6 birdie chances but putt didn’t want to drop. I only got it on the last hole, and it was a tap-in, thanks to excellent 3-wood second shot, and tip from my caddie, Rusdi. Look at below my two best holes, the difficult Par 5 Hole 1, and the closing Par 5 Hole 18:

In summary, I felt solid all round, could’ve been lower if those putts dropped.

Haha get real man, this is golf we’re talking about. On the day when your putts seem to drop from all angles, your tee-offs might be off!! 😅

Well, it’s a game with lots of variables. A game of minimizing mistakes. A puzzle that we would never be able to completely solve. But that’s why we always come back for more! ☺️ 🏌️ ⛳️

Rangkuman Piala Dunia 2018: Statistik, Rekor dan Awards

Piala Dunia 2018 baru saja usai. Saya rasa kita layak menyematkan Piala Dunia Russia ini sebagai salah satu turnamen terbaik in modern years. Bukan hanya karena rerata gol yang cukup tinggi – 2.64 gol per pertandingan (hanya kalah 0.06 dari Piala Dunia Brasil, namun jauh lebih tinggi dari Piala Dunia 2006 dan 2010 yang hanya 2.2), tapi juga karena banyaknya momen-momen dramatis yang terjadi. Mulai dari gol di menit-menit akhir, penentuan penalti melalui VAR, ataupun kejutan tumbangnya tim spesialis juara Piala Dunia.

Berikut ini beberapa statistik dan rekor yang terjadi di Piala Dunia ini:

  • Total gol yang tercipta: 169 gol (64 pertandingan)
  • Rerata gol per pertandingan: 2.64
  • 43% gol tercipta dari bola mati (penalti, tendangan sudut atau bebas) – tertinggi dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966
  • 22 gol dari tendangan penalti – terbanyak dalam sejarah
  • 9 gol yang dicetak pada menit 90 atau lebih, termasuk extra-time (Sir Alex would be proud!) Continue reading

Akhir Piala Dunia 2018 yang Menyenangkan

Akhirnya Piala Dunia 2018 berakhir tadi malam. Perancis berhasil menambah koleksi bintang di seragamnya menjadi dua, menyusul kemenangan mereka atas Kroasia di final fantastis semalam, 4-2.

Saya, Aya dan Rafif menyaksikan bersama puluhan ribu fans sepakbola lain di Fan Fest Moscow. Suasana sangat meriah. House music dan rap berdentum keras menemani goyang ceria para fans sepakbola dari manca negara.

Saat pertandingan dimulai kemeriahan berjoget mereda. Digantikan dengan seruan dukungan kepada tim yang berlaga. Penonton tuan rumah dan fans sepakbola manca negara seperti saya terbelah antara menjadi pendukung Perancis atau Kroasia. Continue reading

Pertandingan Tidak Penting

Kemarin sebelum pertandingan perebutan gelar juara ketiga Piala Dunia 2018, terjadi perdebatan di lini masa Twitter.

Penyebabnya, salah satu akun pembawa acara sepakbola nasional Pangeran Siahaan (@pangeransiahaan), menuliskan kalau pertandingan antara Belgia dan Inggris ini adalah “Pertandingan paling gak penting”

Sontak, followers dan netizen twitter bereaksi.

Banyak yang protes dengan tweet tersebut. Menyebutkan partai ini baik untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk tampil. Ada juga yang beranggapan kalau hal ini adalah masalah martabat bangsa. Masa martabat bangsa dianggap nggak penting? Continue reading

St. Petersburg Fan Fest

Watching England 🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 vs Croatia 🇭🇷 at St. Petersburg Fan Fest. We hoped to see England to win the game and advance to the final.

But it wasn’t meant to be. Croatia was the better team. So it’s fair result.

No, football is not coming home, but England is not going home yet either. They will come here in St. Petersburg to meet us in consolation match against Belgium. We’ll be watching live. A Blessing in disguide ☺️🙏

Cerita dari Partai Semifinal di Saint Petersburg

Setelah partai perempatfinal di Nizhny, saya kembali berkesempatan menyaksikan partai Piala Dunia 2018, partai semifinal antara Perancis melawan Belgia.

Kali ini, lagi-lagi saya menyaksikan tim ayam jantan, Les Blues, tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan Belgia 1-0.

Saya tidak perlu bercerita mengenai jalannya pertandingan, karena pasti sudah banyak yang memberitakan. Tapi ada beberapa kisah menarik dari pengalaman semalam yang bisa saya ceritakan:

Deg-degan masuk Stadion

Semalam sebenernya saya masuk ke dalam stadion tidak memakai tiket atas nama saya. Tiketnya atas nama Rosa, istri teman saya Ubai, yang waktu fase pembelian tiket menggunakan namanya, karena komputer Ubai pada saat memesan tiket kita berdua bermasalah.

Gerbang pemeriksaan tiket dan barang-barang penonton

Peliknya ternyata tiket atas nama pembeli tidak bisa dipindah tangan kan. Nah lho.

Continue reading

Watching World Cup with My Buddy

Back in 1996 while we were in Singapore for Singapore International Foundation Asean Student Fellowship program, we set our goals to watch World Cup together.

It’s a little bit overdue, but 22 years later, here we are, about to watch Semifinal match between Belgium vs France in St. Petersburg.

Alhamdulillah, which favor of Allah would you deny?

World Cup Fan Fest Moscow

Hari ini tim favorit Inggris bertanding lagi. Karena pertandingan diselenggarakan di Samara, hampir 2 jam perjalanan dengan pesawat, kami memilih untuk tetap di Moscow dan menyaksikan pertandingan di Fan Fest Moscow.

Masih tetap seru, karena masih banyak fan sepakbola dari beberapa negara yang ikut hadir dengan seragam dan atribut berwarna warni. Yang paling banyak tentunya supporter tuan rumah, Russia, yang setelah pertandingan Inggris, akan menghadapi Kroasia. Continue reading

Berawal dari Citarum, Terwujud di Nizhny Novgorod

Papa saya almarhum adalah penggemar bola. Sejak kecil Papa memperkenalkan saya dan abang saya, Mas Oyi, dengan olahraga ini. Saya masih ingat saat Papa membelikan sepatu bola pertama lengkap dengan kaos kaki panjangnya di Samarinda. Saya juga masih ingat kaos saya dan Mas Oyi bergambar sepakbola Perserikatan (liga Indonesia jaman dulu). Dan masih lekat dalam ingatan, pengalaman pertama kali menonton sepakbola di stadion.

Saat itu kebetulan kami sekeluarga sedang berlibur di Semarang. Sedang ada pertandingan sepakbola Perserikatan di stadion Citarum Semarang. Saya nggak ingat persis, tapi kalau gak salah saat itu PSIS Semarang bertanding melawan PSP Padang. Papa mengajak saya dan Mas Oyi untuk nonton di stadion pertama kali. Saat itu kita masih SD. Saya tidak ingat berapa skornya. Tapi saya masih ingat persis gemuruh gegap gempita suasana stadion. Dan jelasnya permainan bola yang terekam di mata, beda dengan yang sebelumnya hanya melalui layar TV.

Pengalaman itu betul-betul membekas. Sejak itu saya selalu bersemangat kalau diajak nonton langsung sepakbola di stadion.

Seperti layaknya anak kecil penggemar sepakbola, saya dan Mas Oyi juga mengikuti perkembangan sepakbola luar negeri. Dulu saat kita masih SD, kompetisi liga eropa tidak banyak disiarkan di TV. Paling hanya beberapa rekaman pertandingan Bundesliga di hari Minggu siang. Jadi paparan mengenai sepakbola dunia lebih banyak mengenai Piala Dunia. Kalau sedang ada gelaran Piala Dunia, TVRI pasti menyiarkan secara langsung. Saat itulah saya berangan-angan, semoga suatu hari nanti bisa nonton langsung pertandingan Piala Dunia di stadion.

Continue reading