Mencoba Premium Economy Class ke New York

Di dalam Pesawat Cathay Pacific A350WXB yang membawa kita ke New York

Hari ini kami sekeluarga berangkat libur akhir tahun. Destinasi pilihan kami kali ini adalah East Coast Amerika Serikat. Tepatnya New York, Washington dan Orlando.

Untuk menuju kesana, pada awalnya saya berkeinginan untuk mencoba penerbangan yang sempat dijuluki sebagai “longest commercial flight in the world”. Yakni Singapore Airlines trayek Singapura ke New York direct. Yang ditempuh selama 19,5 jam. Menggunakan pesawat terbaru Airbus, Airbus 350 XWB. Yang seluruh kelasnya Premium Economy dan Business.

Apa daya, saat mencari tiket di awal tahun ini, harga tiket SQ saat pameran entah kenapa melambung jauh. Sementara itu Cathay Pacific menawarkan harga Premium Economy yang sangat kompetitif. Trayeknya Jakarta-HK-New York. Dan untuk HK-New York juga memakai pesawat yang sama: the brand new Airbus 350 XWB. Sebagai seorang plane geek, hal ini juga yang membuat saya akhirnya memilih penerbangan ini.

Kendati demikian, walaupun sama-sama berkelas Premium Economy, untuk first leg Jakarta-HK, yang tersedia hanya kelas Economy. Baru sambungannya second leg HK-New York yang “hanya” 15 jam (dibandingkan dengan yang di SQ) berkelas premium. Berikut pengalaman saya naik Premium Economy kali pertama.

  • Boarding Call. Pengalaman pertama adalah pada saat boarding call. Maaf, ternyata penumpang Premium Economy tidak diprioritaskan masuknya sebagaimana penumpang Business Class. Entah kenapa, padahal di depan gate sudah ada jalur khusus Premium Economy passengers bersama dengan member frequent flyer Cathay: Marco Polo. Jadi kita pun ikut mengantri seperti para penumpang kelas Economy lainnya. Tak apalah.
Saat menunggu boarding di HKG. Dengan pesawat CX890 A350 XWB di belakang
  • Leg Room dan Wide(r) Seat. Nah saat masuk ke dalam pesawat baru terasa beda kelasnya. Deretan kelas Premium Economy berada tepat di belakang kelas Business. Di depan kelas Economy. Kalau di kelas Economy barisnya berkonfigurasi 3-3-3, maka di Premium Economy 2-4-2. Jumlah kursi yang lebih sedikit per baris karena tempat duduk yang dibuat lebih lebar dari kelas Economy. Begitu juga dengan leg room yang lebih lebar. Kami dapat leluasa merebahkan kursi tanpa kuatir mengganggu penumpang di belakang. Apalagi kursi kami pun terletak di baris terdepan kelas ini, jadi leg room pun jadi semakin lega.

  • Special Seat Facilities. Walaupun masih kalah nyaman dari kursi kelas business, kursi kelas Premium Economy memberikan fasilitas yang lebih nyaman daripada kelas Economy biasa. Kursi memiliki sandaran kaki penuh, dengan penjejak. Yang membuat Anda bisa duduk atau tidur dengan cukup nyaman saat kursi direbahkan maksimum. Di samping kursi juga ada side pocket yang sangat membantu untuk menyimpan HP, kaca mata, atau paspor. Di kursi juga terdapat electrical outlet untuk charge laptop, selain slot USB untuk charge HP Anda. Selain itu fasilitas standar seperti selimut hangat dan bantal yang cukup empuk membuat perjalanan menjadi semakin nyaman.

  • Upgraded Headphone. Berbeda dengan kelas Economy yang headphone nya murahan, untuk kelas ini kita mendapatkan full ear headphone dengan kualitas yang jauh lebih baik. Saya sempat nonton 2 film penuh dalam perjalanan, berkat kualitas audio yang memuaskan. Apalagi fitur full ear membuat suara mesin pesawat pun jadi kurang terdengar. Adapun untuk fitur audio visual entertainment facilities tidaklah berbeda dengan kelas-kelas yang lain.
Upgraded headphone set
  • Better Menu. Untuk makanan, kelas Premium Economy juga mendapatkan sedikit upgrade dari makanan yang ditawarkan di kelas Economy. Terdapat berbagai pilihan wine (yang sayangnya kami tidak bisa manfaatkan ☺️), 3 pilihan menu makanan sampai dessert berupa es krim Haagen Daz. Saya sangat menikmati pilihan Lamb Steak saya pada penerbangan ini. Enak pake banget!
Premium Economy Menu

Dan ternyata dengan berbagai kelebihan ini, saya tidak terlalu merasakan 15 jam flight sebagai perjalanan yang “menyiksa”. Di antara kegiatan saya menonton dua film di awal dan akhir penerbangan, saya dapat tidur cukup pulas.

Saya rasa pilihan menggunakan Cathay Pacific kelas Premium Economy adalah tepat. Andai saja empat jam perjalanan first leg CGK-HKG juga tersedia kelas yang sama, it would’ve been perfect!

Sesaat setelah mendarat di Newark Airport. Rafif ketutupan! 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s