Nikmatnya Itikaf

Suasana shalat Qiyamu Lail di Masjid Baitussalam Cilandak Barat

Salah satu yang akan selalu dirindukan dari bulan Ramadhan adalah saat itikaf di 10 hari terakhir.

Saat-saat dimana masjid ramai dan bercahaya di tengah malam. Lantunan kalam Al Quran terdengar bersahutan dari para jamaah. Berlomba-lomba mencari pahala terbaik bulan Ramadhan. Syukur-syukur mendapatkan malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Kadang memang rasa kantuk dan malas menjadi penghambat. Begitu juga saya saat awal 10 hari terakhir Ramadhan ini. Apalagi kondisi badan sempat tidak fit.

Namun Alhamdulillah saya kemudian mengesampingkan rasa malas. Datang ke masjid pukul 1 lewat sedikit. Bergabung bersama jemaah lain yang sudah tekun membaca Al Quran. Masya Allah, dalam waktu sebentar saja, rasa sejuk malam Ramadhan sudah merasuk. Kantuk dan malas pun sudah tidak berbekas. Langkah ke Masjid di hari-hari berikutnya pun semakin ringan.

Suasana luar Masjid Baitusallam

Shalat Qiyamu Lail yang berdurasi hampir satu jam khusyuk dilakukan. Apalagi dengan suasana masjid yang lampunya dimatikan. Dengan pendingin udara yang nyaman.

Usai sholat doa dan shalawat kita panjatkan. Terasa dekat dengan sang Khalik. Insya Allah doa makbul dan tanpa hambatan. Dalam kekhusyukan berdoa dan melawatkan Alfatihah untuk Papa Mama dan Mas Oyi, tetiba saya merasa dipeluk Mas Oyi dari belakang. Masya Allah, kangennya aku sama kamu Mas. Semoga kuburmu terang ya. Dengan bantuan doa dan Alfatihah yang selalu aku panjatkan. Terima kasih sudah membimbing aku menjadi muslim yang lebih baik.

Ya Allah, pertemukanlah kembali aku dengan Ramadhan di tahun depan. Agar nikmat Itikaf ini tak terlewatkan. Fabbi ayi rabbikuma i tukadziban

Beberapa Foto Jamaah Itikaf Masjid Baitussalam

Membaca Ayat suci Al Quran
Khusyuk kalam Al Quran
Istirahat sejenak sebelum kembali beribadah
Hanya untuk Allah ibadahku
Melanjutkan shalat seusai Qiyamu Lail
Al Quran di iPad: memudahkan

Leave a comment