Sesungguhnya keputusan untuk pergi ke Ambon begitu cepat. Suatu hari di bulan November, teman kuliah saya, Dino, tiba-tiba mengajak untuk pergi ke Ambon. Menengok teman kuliah kami, Anang, yang baru menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Anggaran Depkeu di sana. Ajakan Dino begitu tiba-tiba, karena ia mendapatkan tiket harga promo dengan pesawat Garuda yang memang relatif murah.
Tanpa pikir panjang, saya mengiyakan. Secara saya belum pernah ke Ambon. Dan rencana keberangkatan di bulan Januari, sepertinya ideal. Untuk profesi saya saat ini, sepertinya di awal tahun masih sepi order.
Betul saja. Singkat kata, saya, Dino, dan Agung, akhirnya berangkat ke Ambon. Berangkat hari Jumat, kami kembali hari Selasa. Niliki Anang, mengelilingi spot wisata pulau Ambon, dan bergelak tawa seperti usia kita masih dua puluh satu. Hahaha.
Tapi memang betul itu yang terjadi. Di sela-sela kunjungan kami ke Benteng Amsterdam, kolam belut Larike, dan pantai-pantai Ambon yang menawan, empat hari itu perut kita sampai sakit karena tak henti-henti tertawa. Gojek saru sambil mengenang masa lalu jadi resep awet muda yang mujarab.
Berikut sekelumit foto dan video kenang-kenangan kita di Ambon:
Day 1: Mendarat di Ambon dan City Tour




Day 2: Fort Amsterdam, Larike, Batu Layar, Pantai Hulua










Day 3: Sunday Run, Pantai Hunimua Liang, Pantai Natsepa





Day 4: Natsepa Resort, Kopi Joas, Bukit Paralayang, Pantai Pintu Kota









Day 5: Sharing Session, and Return to Jakarta




