Kembali, Dream Theater: Kembalinya si Anak Hilang

Kami bertiga dan Konser Dream Theater di Jakarta tahun 2026

Ada nuansa reuni dari konser Dream Theater hari Sabtu kemarin.

Yang pertama, ini adalah ulangan dari konser Dream Theater pertama yang saya saksikan. Tepatnya di tahun 2012 yang lalu. Venue nya sama, di Ancol Beach Mall. Dan teman saya menonton juga sama: Aguk dan Yuyun, sahabat lama dari Jogja sesama fans fanatik Dream Theater.

Kembalinya si Anak Hilang

Yang kedua, adalah kembalinya Mike Portnoy, founder dan drummer pertama Dream Theater. Saat konser tahun 2012, Portnoy sudah tidak bersama Dream Theater. Jadi walaupun ini adalah kali keempat saya menyaksikan konser mereka, tapi ini adalah yang pertama dengan Mike Portnoy di belakang drums.

Dan entah apakah hal tersebut yang membuat konser kali ini terasa spesial. Bahkan menurut saya ini adalah konser terbaik Dream Theater yang saya saksikan.

Kembalinya si anak hilang, Mike Portnoy menjadi salah satu alasan. Memang Mike Mangini bukan drummer sembarangan. Bahkan Portnoy sendiri mengakui kalau Mangini merupakan drummer dengan teknik lebih hebat dari dirinya. Namun tetap saja, Portnoy is the founder of Dream Theater. He is one of the original soul. So have him back, somehow bring extra energy on the stage.

Set List Terbaik

Selain hal tersebut, banyak yang di social media setuju kalau set list yang dimainkan oleh Dream Theater pada konser kali ini adalah yang terbaik.

Set list mencakup lagu-lagu ikonik yang membuat Dream Theater terkenal dan mendunia. Metropolis Part I dan Pull Me Under, misalnya. Lagu wajib dari album seminal mereka Images & Words, yang menjadi lagu pembuka dan penutup konser.

Di sela-sela dua lagu tersebut lagu fans favorite seperti Octavarium atau As I Am masuk dalam deretan. Ada juga deep cuts seperti Mirror dan Peruvian Sky. Tak lupa beberapa lagu baru dari album terakhir mereka yang asyik: Bend the Clock ataupun Night Terror.

Puncaknya adalah lagu Spirit Carries On, yang pertama kali dibawakan Dream Theater dalam konsernya di Indonesia. Saya ikut menyanyikan lagu ini sambil menyeka air mata. Ingatan tertuju ke Almarhum Mas Oyi, yang juga menyukai lagu ini. Apalagi di awal lagu, James LaBrie mengingatkan kita untuk menyanyikan lagu ini bagi yang sudah meninggalkan kita. Weep.

Performa Musikal Hampir Tanpa Cela

Me and my heroes from Dream Theater

Walaupun sudah berkali-kali menyaksikan Dream Theater, saya masih berdecak kagum menyaksikan betapa mumpuninya para lulusan Berklee College ini. Note per note, lagu per lagu, ketukan demi ketukan, betapapun kompleksnya dilewati dengan mulus. Tanpa salah. Mereka ini memang seperti alien. Jenius musikalitasnya luar biasa.

Vokal James LaBrie, yang sering disebut-sebut sebagai titik lemah dalam konser (walaupun saya memaklumi karena usia), malam ini pun ikut tampil dengan baik. Tidak bisa dikatakan sempurna, karena masih beberapa kali ia terengah-engah mengejar nada tinggi pada tempo cepat. Namun saya bisa katakan suara James justru lebih baik dari terakhir kali saya menontonnya. Dan saya tidak bisa membayangkan, Spirit Carries On dapat dinyanyikan oleh vokalis lain dengan lebih baik. James LaBrie is the voice of Dream Theater. Like it or not.

Organisasi Konser yang Rapi

Venue yang nyaman

Terakhir, semalam pun kami para penikmat konser musik merasa dimanjakan oleh promotor. Konser diatur dengan rapi. Perpindahan venue yang awalnya direncanakan di Stadion Madya ke Ancol Beach Mall ternyata membawa efek positif. Tempat parkir yang luas, dan venue yang nyaman. Banyak restoran makanan, dan toilet pun terjaga kebersihannya. Ditambah lagi dengan suasana venue yang berpendingin membuat menonton jadi sejuk dan nyaman.

Sound system pun performanya bagus sekali. Untuk musik Dream Theater yang “njelimet” dan banyak detail instrumen yang perlu dinikmati, sound system mampu untuk menyuguhkan hal tersebut. Semua terdengar jelas. Tidak ada instrumen yang lebih kencang dari yang lain.

Akhirnya kami pun pulang dari konser dengan perasaan membuncah bahagia. Kembalinya si anak hilang, Mike Portnoy, memberikan kami konser terbaik Dream Theater di Indonesia. Andaikan mereka datang lagi tahun depan pun, saya akan kembali menghadiri. Insya Allah untuk kelima kalinya.

Leave a comment