Hasil Survey Pilgub DKI 2017: Ahok Menang Satu Putaran!

Hasil Survey Singkat PilGub DKI 2016
Paling tidak begitulah hasil survey singkat yang saya lakukan dua minggu lalu. Dari total 258 responden yang berpartisipasi dalam survey, hasilnya 163 responden (63.18%) mengaku menjagokan pasangan Ahok-Djarot sebagai calon gubernur pilihannya. Keunggulan mutlak yang sudah cukup untuk mengantarkan Ahok memenangi PilGub DKI 2017 dalam satu putaran.

Tapi tenang saja. Pendukung Anies-Sandi dan Agus-Sylvana ndak usah keburu emosi. Wong ini cuman survey kecil-kecilan. Partisipannya pun tidak semuanya ber-KTP DKI (numpang kerja sih iya). Jadi yo wis, woles aja, yuk disimak hasil survey selengkapnya…

Profil Responden

Dari 258 responsen yang mengikuti survey ini, berikut ini profilnya:

  • 66.09% adalah pemegang KTP DKI, 33.91% sisanya bukan, walaupun 15.88% nya bekerja di DKI dan/atau tinggal di Jabotabek. Jadi pantes aja ya isu PilGub DKI 2017 ini rame dibicarakan di social media (khususnya Facebook), karena yang dari luar Jabotabek pun tertarik untuk berpartisipasi 🙂
  • 71% laki-laki dan 29% perempuan.
  • Sebagian besar (56%) beragama Islam, 25% beragama Kristen, dan 17% beragama Katholik. Sisanya Budha (1.3%), Hindu (0.43%) dan ‘Atheis’ 1.3% (yes, really)
  • Sebagian besar, 70.39% berprofesi sebagai Karyawan Swasta, hanya 3.43% yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri dan 10.73% nya sebagai Pengusaha.
  • 68.67% berusia di antara 30-44 tahun, 21.46% berusia 45-60 tahun, dan 8.58% berusia 18-30 tahun. Dan terima kasih kepada partisipan senior yang berusia di atas 60 tahun (1.29%) yang ikut meramaikan survey ini.

Yah memang nggak jauh-jauh dari profil lingkaran terdekat saya di social media. Jadi ya, pasti ada bias, karena profil responden hanya mewakili sebagian kecil profil warga DKI Jakarta (walaupun survey saya saat Pilpres 2014 ternyata hasilnya dapat tepat memprediksi hasil Pilpres 2014). Tapi tetap saja, please take the survey result with the pinch of salt 🙂

Kenapa pilih Ahok?

Seperti yang sudah saya sampaikan, 163 responden (63.18%)  memilih Ahok. Pasangan yang digadang-gadang akan menjadi “penjegal Ahok” Anies-Sandi dipilih oleh 67 responden lain (25.97%). Sisanya, 27 responden (10.47%) memilih Agus-Sylviana dan hanya 1 responden yang “Golput” atau “Abstain”.

Oke lah, kalau soal persentase pemilih ini nggak bisa jadi patokan, dan ini pun bisa terus berubah sampai nanti pelaksanaan PilGub di bulan Februari 2017. Mungkin yang lebih menarik adalah kenapa kok para responden memilih Ahok-Djarot? Dan sebaliknya, kenapa kok nggak memilih Anies-Sandi atau Agus-Sylvana?

fullsizerender-1
Alasan Memilih Ahok-Djarot
Dari hasil survey di atas, terlihat sebagian besar pemilih Ahok-Djarot (83.02%) memilih karena pengalaman dan kemampuan dari pasangan ini. Sepertinya responden relatif puas dengan hasil kerja pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur incumbent selama ini. Mereka juga menilai karakter individual dari pasangan ini yang terlihat “tegas” dan “jujur” cocok dengan kompleksitas ibukota negara kita yang random ini (76.10%).

Lha terus, kenapa kok nggak pilih Anies atau Agus?

Ternyata alasan responden memilih Ahok-Djarot juga konsisten dengan alasan mereka tidak memilih pasangan lainnya. Mari coba kita tengok grafik jawaban di bawah ini:

fullsizerender-2
Alasan pemilih Ahok-Djarot tidak memilih Anies-Sandi
Sebagian besar pemilih Ahok-Djarot tidak memilih Anies-Sandi karena melihat pasangan ini belum terbukti kemampuan dan pengalamannya dalam mengurusi kota sebesar DKI (67.92%), dan juga karakter mereka tidak cocok untuk memimpin DKI (41.51%).

Ada juga yang tidak memilih karena melihat Partai Politik yang mengusung pasangan ini yakni Gerindra dan PKS (32.08%), yang notabene partai pengusung Koalisi Merah Putih di Pilpres 2014 lalu. Bisa dimengerti, karena umumnya pemilih Ahok adalah pemilih Jokowi di Pilpres, yang “berseberangan” dengan koalisi ini.

Track record Anies yang dipecat (atau “dicukupkan” meminjam istilah dari Anies) dari Mendiknas (30.82%) dan profil Sandi yang berlatar belakang pengusaha (23.90%) ternyata juga mempengaruhi sebagai salah satu alasan yang banyak dipilih oleh responden.

Bagaimana dengan Agus dan Sylviana? Hehehe, selain karena alasan yang sama (“belum terbukti kemampuan dan pengalamannya dalam mengurusi kota sebesar DKI” – 69.68%), ternyata para responden pemilih Ahok lebih tertarik untuk memilih jawaban “nyeleneh” yang mempertanyakan keputusan Partai Demokrat (baca: Pak SBY) untuk memajukan Agus sebagai calon Gubernur DKI, kendati yang bersangkutan kabarnya memiliki karir cemerlang di bidang militer. Anyway, berikut adalah alasan lengkap dari responden tidak memilih Agus dan Sylviana. Baca sendiri yaa.. 🙂

fullsizerender-3
Alasan pemilih Ahok-Djarot tidak memilih Agus-Sylviana

Alasan Tidak Memilih Ahok

Mungkin yang lebih menarik juga melihat jawaban responden pemilih Anies-Sandi dan Agus-Sylviana, kenapa mereka tidak memilih Ahok. Kalau dilihat dari alasan yang dikemukakan kedua kelompok pemilih, dapat dikelompokkan pada dua alasan utama:

  1. Agama. Maaf kita sekarang sudah masuk ke kategori SARA (Suku, Agama dan Ras). Tapi ya kenyataannya memang sekarang di Indonesia isu SARA ini sudah bukan tabu lagi dibicarakan. Lihat saja di Facebook atau Twitter. Adu silang pendapat dan posting mengenai hal ini marak terjadi. Ya sedih sih melihatnya, tapi anyway that’s the fact. Nah soal agama ini ternyata menjadi alasan utama dari pemilih Anies-Sandi dan Agus-Sylviana untuk tidak memilih Ahok. 51.72% pemilih Anies-Sandi (30 responden) dan 50% pemilih Agus-Sylviana (10 responden) menyatakan tidak memilih Ahok karena Ahok tidak beragama Islam, dan sebagai muslim mereka “harus memilih pemimpin muslim”.  Saya tidak ingin berdebat atau mengomentari masalah pemahaman dan kesetiaan terhadap aqidah atau ajaran agama Islam. Hal tersebut sah-sah saja sebagai keyakinan pemeluk agama. Tapi nyata-nyata sosok Ahok yang non-muslim menjadi faktor tidak dipilihnya Ahok oleh teman-teman responden ini.
    fullsizerender-7
    Alasan Pemilih Anies-Sandi tidak memilih
    Ahok-Djarot
  2. Karakter Ahok yang kerap bicara ceplas-ceplos dan cenderung “kasar” ternyata juga menjadi salah satu faktor tidak memilih Ahok. 39.66% (23 responden) pemilih Anies-Sandi dan 50% (10 responden) pemilih Agus-Sylviana sama berpendapat kalau Ahok: Bacot-nya nggak tahan”. Hehehe… “mulutmu harimau mu”, demikian kata pepatah. Ahok sepertinya perlu belajar dari sini, dan menghindari melontarkan pernyataan-pernyataan yang frontal dan tidak perlu di muka umum (walau menurut Ahok itu hanya “berkata jujur”).

fullsizerender-13

Kendati demikian, perlu dicermati juga bahwa dari alasan-alasan yang disampaikan oleh pemilih Anies-Sandi ataupun Agus-Sylviana, sangat sedikit sekali yang tidak memilih Ahok karena Ahok “belum terbukti kemampuan dan pengalamannya dalam mengurusi kota sebesar DKI”. Hanya 12.09% (7 responden) pemilih Anies-Sandi dan 5% (1 responden) pemilih Agus-Sylviana yang berpendapat demikian. Apakah pemilih Anies-Sandi dan Agus-Sylviana sebenarnya mengakui hasil kerja Ahok-Djarot selama ini?

Memang sih, persentase responden yang beralasan tidak memilih Ahok karena “DKI tetap macet, banjir dan tidak manusiawi” lebih besar (24.14% dari pemilih Anies-Sandi dan 40% dari pemilih Agus-Sylviana). Tapi kalau kita boleh jujur, permasalahan macet, banjir dan tidak manusiawi-nya ibukota kita ini merupakan persoalan kronis yang sudah berlangsung berpuluh tahun. Dan mungkin tidak fair untuk mengharapkan Ahok (dan juga siapapun yang akan jadi Gubernur DKI nantinya) untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu 2-3 tahun.

Demikian, saya cukupkan dulu ulasan hasil survey PilGub DKI 2017 untuk minggu ini. Sebetulnya masih ada informasi dan analisis lain yang menarik dan belum saya uraikan dalam tulisan ini, misalnya:

  • Alasan apa sih yang membuat pemilih Anies-Sandi untuk memilih mereka dalam PilGub 2017 nanti?
  • Seberapa besar sih faktor “Anaknya SBY” membuat responden memilih Agus-Sylviana?
  • Karena masalah Agama ternyata menjadi salah satu faktor penting dalam memilih pemimpin, berapa persen sih responden muslim yang memilih Ahok?
  • Apakah sebagian besar pemilih Jokowi di Pilpres 2014 juga memilih Ahok di PilGub ini?

Kalau Anda penasaran dengan jawaban di atas, nantikan tulisan bagian kedua dari Survey Singkat Pemilihan Gubernur DKI 2017 ini. Semoga saya bisa menuliskannya minggu depan. Untuk sementara waktu, terima kasih atas perhatian dan partisipasinya. Ingat, siapapun Anda, siapapun pilihan Anda, saya hanya bisa menghimbau untuk tetap dewasa dalam menjalankan aktifitas politik kita. Dewasa dalam berargumentasi, dan menerima segala bentuk perbedaan pendapat dan pilihan dengan terbuka dan kepala dingin. Karena itulah esensi demokrasi.

Maju terus Indonesia! Wassalam.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s