
Seusai Wukuf di Arafah, prosesi rukun haji dilanjutkan dengan Mabit di Muzdalifah. Secara sunnah nabi sebetulnya jemaah paling afdhol untuk berdiam diri di Muzdalifah sampai waktu subuh. Kecuali bagi yang memiliki uzur (kelemahan).
Namun kenyataan pergi berombongan dengan jemaah yang tua dan juga keterbatasan transportasi membuat kita harus mengambil pilihan uzur tersebut. Sedikit melewati jam 12 tengah malam, bis hanya melintas di Muzdalifah, dan kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Mekkah. Untuk menjalankan rukun haji berikutnya yakni Thawaf Ifadoh dan Umroh di Masjidil Haram.
Dengan kondisi lelah karena prosesi Wukuf di Arafah, kami tertatih-tatih menyelesaikan Thawaf dan Umroh. Moment spesial kami dapatkan saat Sa’i. Usai shalat shubuh, ribuan jemaah memadati lintasan antara bukit Shafa dan Marwah. Kemudian takbir berkumandang. Karena hari memang sudah masuk ke 10 Dzulhijah. Saat Hari Raya Idul Adha.
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillah Ilhamd.
Takbir yang dikumandangkan sontak diikuti oleh ribuan jemaah yang sedang Sa’i. Masya Allah. Saya sampai merinding dan meneteskan air mata. Sungguh demikian indah.