
Tampaknya era berakhirnya kendaraan berbahan bakar bensin sudah di ambang mata.
Walaupun saya masih memiliki dua mobil berbahan bakar bensin yang kami pakai di keseharian, mulai bulan ini saya mengganti mobil anak saya dengan mobil listrik.
Pilihan saya jatuhkan ke Wuling Airev. Mobil listrik buatan China yang menurut saya “murah meriah”. Dengan harga setelah diskon di Rp 250 juta, saya sudah mendapatkan mobil mungil yang full electric.
Sebetulnya saat awal melihat mobil ini, tidak ada perasaan tertarik. Tapi setelah sekian lama, melihat mobil mungil ini seliweran, rasa tertarik mulai muncul.
“Hmmm lucu juga ya…”
Keputusan untuk membeli menguat saat saya dan Rafif melakukan test drive dari salah satu unit Wuling Airev di sekitar rumah.
Yang membuat saya terpikat ada 5 hal:
- Interior yang lega. Ternyata untuk mobil sekecil ini, interior di dalamnya termasuk lega. Terutama bagi dua orang yang duduk di depan. Duduk di belakang memang terasa sempit dan pandangan tidak leluasa. Tapi memang mobil ini didesain utamanya untuk dua orang penumpang. Toh pintunya juga cuman dua. Tapi kalau memang perlu, bisa lah membawa empat orang penumpang. Untuk jarak dekat tentunya.

- Kabin yang futuristik. Saat test drive, salesman Wuling menjelaskan mengenai fitur-fitur yang ada di dalam kabin. Walaupun murah, tapi kabinnya terlihat tidak “murahan”. Materialnya juga oke. Anda akan mendapatkan layar LED lebar di 2/3 dashboard yang menampilkan informasi penting mobil dan pengendali multimedia. Juga ada fitur voice command, yang Anda bisa pakai untuk menyalakan AC, memainkan musik, bahkan membuka jendela. Modern!
- Sensasi Mengendara yang Lincah. Berukuran kecil membawa manfaat. Mobil ini terasa lincah dibawakan. Terutama di jalan-jalan yang sempit. Anak saya Rafif, yang baru kembali dari Singapura, dan sudah lebih dari satu tahun tidak pernah mengendara mobil, langsung merasa pede untuk mengendarai mobil ini. Nantinya memang dia yang bakalan paling banyak memakai mobil ini, mengingat dia sering mengunjungi kafe atau kantor temannya untuk bersosialisasi dan bekerja.
- Bebas Ganjil Genap. Nah ini juga kelebihan yang tidak tertandingi di mobil listrik. Rumah saya dekat dengan Jalan Fatmawati. Yang di hari kerja adalah kawasan ganjil genap. Dengan menggunakan mobil listrik (yang terbebas dari peraturan tersebut), maka saya (atau anak saya) akan lebih leluasa untuk menggunakan mobil tanpa harus kuatir ditilang.
- Rendah Biaya. Keberpihakan pemerintah terhadap ekosistem mobil listrik terlihat dengan rendahnya Pajak Kendaraan Bermotor untuk mobil listrik. Untuk mobil saya ini, setahunnya saya cukup membayar Rp 500.000! Hanya 20% dari PKB mobil anak saya sebelumnya.
Belum lagi dihitung dengan hematnya uang bensin yang kita keluarkan. Dengan full charge selama 11 jam (menggunakan listrik biasa di rumah), mobil ini bisa menempuh jarak 300 km. Kalau dihitung-hitung, biaya charging 11 jam dengan 4.400 watt biayanya kira-kira Rp 45.000. Kalau beli bensin Pertamax hanya bisa dapat 4 liter. Yang dengan mobil bensin yang cukup irit sekalipun maksimal hanya bisa dipakai jalan sekitar 50 km. Ini 6 kali lipat lebih jauh. Dan tentunya lebih hemat.
Jadi jelaskan banyak keuntungan yang saya dapatkan dengan memiliki mobil listrik ini. Saya jadi tergoda untuk mengganti mobil yang lain dengan mobil listrik juga hehehe. Sayang modelnya masih terbatas dan harganya masih mahal-mahal.




Sementara waktu, saya cukup puas dengan pembelian saya ini. Bahkan si Wuling hijau sudah saya ganti velg. Dan ke depannya mungkin akan saya variasi dengan stiker atau aksesoris lain. Tunggu tanggal mainnya!