Menyaksikan Indonesian Masters 2018

Atas: di depan Practice Green, Tengah: Henrik Stenson sedang bersiap memukul, Bawah: bersiap menyaksikan tee off di Hole 18

Untuk pertama kalinya hari Minggu kemarin saya menyaksikan turnamen golf internasional secara langsung.

Sebelumnya sebenarnya sudah sering mendapatkan undangan gratis untuk menyaksikan turnamen Indonesian Open atau Indonesia Masters. Tapi selalu saja tidak terluangkan waktu, atau rasa malas menghinggap.

Karena terus terang menyaksikan pertandingan golf mungkin tidak senyaman menonton bulutangkis, tenis atau sepakbola sekalipun.

Kita dituntut untuk berpanas-panas, berjalan kaki mengitari lapangan untuk menyaksikan atlit kita bertanding.

Belum lagi keterbatasan kita untuk menyaksikan momen menarik pertandingan. Karena dengan berjalan kaki, kita hanya bisa menyaksikan satu flight (kelompok) atlit bermain. Padahal mungkin permainan lebih menarik terjadi di flight lain. Kalau menonton di televisi, kita dengan mudah dapat menyaksikan beberapa flights secara sekaligus. Di dalam ruangan ber-AC lagi!

Salah seorang penonton berpose di depan figurine Justin Rose dan Henrik Stenson, biggest crowd drawers

Tapi kali ini kehadiran Justin Rose dan Henrik Stenson, dua pemain golf papan atas dunia, peraih gelar juara majors dalam 2 tahun terakhir, membuat saya membulatkan tekad untuk menonton langsung.

Jadilah kemarin saya ke Royale Golf Jakarta. Sendirian saja, secara banyak teman yang saya ajak pada berhalangan, atau malas juga karena alasan-alasan di atas.

Saya sengaja untuk datang pada tahapan akhir Ronde 4. Dengan maksud agar bisa menyaksikan hole-hole penentuan juara. Siapa tahu Justin Rose dan Henrik Stenson menunjukkan kelas mereka sebagai pegolf rangking atas dunia untuk menyalip para pegolf Thailand yang menduduki posisi atas sejak Ronde 3.

Tapi ternyata tidak terjadi.

Final flight yang saya follow: Henrik Stenson, Poom dan Jazz
Gallery yang mengikuti final group bersama saya

Poom Saksansin, pegolf muda dari Thailand, bermain luar biasa tenang. Di pairing dengan Henrik “Ice Man” Stenson, juara British Open tahun 2017, tidak membuatnya keder. Malah mungkin Henrik yang geregetan. Ia tidak sanggup menempatkan bola dekat ke lubang, sehingga berkali-kali gagal memasukkan pukulan birdie.

Alhasil, Poom dan Jazz, yang satu pairing dengan Henrik Stenson yang justru bermain cantik, dan berhasil menempatkan diri mereka pada posisi 1 dan 2 di klasemen akhir. Luar biasa memang pegolf Thailand. Empat peringkat teratas mereka borong semua.

Menyaksikan tee off Henrik Stenson di Hole 18

Terlepas dari hasil akhir yang sepi drama, penyelenggaraan Indonesia Masters kemarin saya lihat cukup rapi dan meriah. Digratiskannya tiket masuk terbukti cukup membawa animo fans golf seperti saya untuk hadir. Berikut beberapanya:

1. Parkir Mudah

Tadinya saya sempat ragu membawa mobil, mengingat kemungkinan susah mendapat parkir. Tapi ternyata panitia cukup sigap. Mereka merelakan salah satu fairway lapangan sebagai tempat parkir. Jadi mobil bisa parkir dengan leluasa. Cuman kita jalannya saja agak jauh. Tapi hey, namanya nonton golf ya harus siap jalan!

Mobil parkir cantik di fairway

2. Rekreasi Keluarga

Lalu di dalam lapangan juga diberikan fasilitas-fasilitas yang menciptakan atmosfir rekreasi keluarga. Terdapat bean bag warna warni dengan payung besar di sisi fairway dan belakang hole. Ini mungkin disediakan untuk ibu-ibu yang menemani suaminya nonton, tapi kemudian lebih memilih mager daripada jalan mengelilingi lapangan. Boleh juga.

Bean bags dan payung untuk mager sambil nonton golf

Untuk anak-anak, panitia juga menghadirkan pahlawan fiksi dari dunia film. Tak kurang dari Optimus Prime, Bumblebee dan tentara Storm Troopers dari Star Wars berkeliling di sekitar club house. Siap diajak foto dan selfie oleh anak-anak dan emak-emak 🙂

Storm troopers hadir di Royale Golf Course

3. Konsumsi Melimpah

Soal konsumsi juga jangan khawatir. Tersedia berbagai food truck di belakang Hole 18 yang menyediakan aneka makanan besar, kecil dan minuman. Walaupun harganya agak relatif mahal, tapi masih oke kok. Tempat makannya saja yang saya rasa agak terlalu crowded. Mungkin kalau di dalam club house akan lebih nyaman, tapi ya harganya akan lebig mahal.

Bertemu dengan Uu, teman kantor lama, di kawasan food truck

4. Fasilitas Eksis

Terakhir, panitia juga sadar dengan minat eksis dari penonton masa kini. Terdapat 3D photo booth, yang sayangnya kurang dipromosikan. Padahal gratis, tapi tidak banyak yang tahu. Beberapa teman yang ketemu saat nonton di lapangan hampir semua tidak tahu fasilitas tersebut. Mereka lebih banyak tahu dan ambil foto di backdrop Indonesia Masters yang tersedia di sekitar club house atau tee box. Lebih dari cukup untuk menampilkan foto eksis di Instagram atau Facebook. LOL.

3D Picture dari official booth bersama Justin Rose dan Henrik Stenson:

Indonesia signage on golf course. Salah satu spot foto favorit

Akhirnya walaupun hanya sekitar 2.5 jam di lapangan, saya mendapatkan kesan positif dari turnamen golf tahunan ini. Insya Allah tahun depan akan nonton lagi. Semoga lebih seru pertandingannya di hole-hole akhir!

I leave you with this: selfie with Henrik Stenson, although he was too tired to look at my phone. LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s