Cerita Sang Joki dan Gojek

Hari ini niatin ambil joki, sekalian kasih sedekah ramadhan. Salah satu joki nya cerita suaminya kerja di Go-Jek. Beberapa informasi yang digali saat wawancara dalam perjalanan:

1. Pendapatan meningkat banyak dibanding jadi ojek mangkal yang sepi penumpang. Jauh di atas UMR DKI Jakarta kata si Ibu (anybody interested? 😄)

2. Dokumen collateral yang di-keep Gojek itu Surat Nikah, Kartu Keluarga, dan copy beberapa surat2 lain. Gojek tidak melakukan cek/survey ke rumah (hmmm.. Risiko gak nih PEV kurang ketat?)

3. Pendapatan tukang ojek ditransfer lewat rekening CIMB Niaga (kalau bank grup saya gak bakalan bisa, kena Global Standard 😁 *insidejoke*)

4. Gojek menyediakan HP Android, tapi pulsa ditanggung masing2. Jadi musti modal pulsa si tukang ojek. Paling bingung katanya kalau habis pulsa… (Kayak ABG aja 😅)

5. Tukang ojek lebih seneng dapet orderan makanan. Karena dihitung rit nya 2x, karena biasanya bolak balik, dan waktu tunggu lebih lama.

6. Kalau sehari dapat 10 order, dapat bonus insentif 50 ribu.

7. Kadang si Ibu kalau pas Gojek lagi promo harga 10.000, malah order Gojek buat pulang, daripada minta suaminya anter pulang ☺️. Smart.

8. Lastly, si Ibu mau nabung buat beli motor, karena pengen gabung Gojek juga! 😄

Bravo Gojek! Changed people lives! – at Lampu Merah Bunderan Sudirman

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s