Sholat Jumat dan Makan Siang di Masjid Ammar Wanchai

Apabila Anda seorang muslim yang sedang berada di Hong Kong pada hari Jumat, beribadah Sholat Jumat sambil makan dimsum halal nan nikmat di Masjid Ammar patut menjadi pilihan.

Masjid Ammar terletak di daerah Wanchai, di tengah pusat kota Hong Kong. Tidak terlalu sulit menemukannya. Anda tinggal naik kereta MTR, dan keluar di stasiun Wanchai. Di stasiun ini, keluar lewat Exit A3 dan Anda akan mendapati Johnston Road tepat di depan Anda.

Belok kiri untuk menyusuri Johnston Road. Jalan terus di sisi kiri Johnston Road sampai kemudian jalan ini berakhir dan di sebelah kanan Anda melihat jalan kecil Heard Street. Masuk ke dalam Heard Street ini sampai Anda menemukan gedung putih HK Vocation Center di sebelah kanan. nah, Anda tinggal belok kiri dan lihat di sisi kanan akan terlihat menara Masjid Ammar yang bersebelahan dengan Gereja. Minta bantuan Oom Google kalau tersesat. Hare gene 🙂

Menelurusi jalanan kecil di Wanchai

Family selfie dulu kalau sudah ketemu Masjidnya 🙂

Masjid Ammar ini ada dulu bangunan 6 lantai, karena di dalam masjid ini selain tempat beribadah, juga ada kantin muslim sekaligus Islamic Center Osman Ramju Sadick. Ruang shalat untuk lelaki ada di Lantai 2, sedangkan untuk wanita di Lantai 3.

Saat kita mengunjungi masjid hari ini, waktu dhuhur jatuh pada pukul 12.40. Kita sampai di masjid pukul 12, dan karena masih belum masuk waktu Jumatan, jadi kita memutuskan untuk langsung ke Lantai 5, lokasi Muslim Canteen.

Saya pertama kali makan di kantin ini tahun 2009, saat saya dan istri saya Elok diajak oleh teman Elok Santi yang dulu bertugas di HK. Saat itu sepertinya kantin ini belum sebagus dan sepopuler saat ini. Karena masih jam 12, walau kantin sudah cukup ramai, namun masih ada meja yang bisa kami tempati untuk berempat. Good timing.

Begitu duduk, kami langsung disodori menu dengan pilihan berbagai macam dimsum dan chinese food yang lezat. Harga dimsum bervariasi sekitar HKD 15-20 per porsi.

Kalau Anda ingin makan dimsum, tinggal menghampiri ibu-ibu penjual dimsum di dekat dapur. Kita sempat salah dengan menulis pesanan di kartu pesanan beraksara Cina. Hahaha. Sampai dimarahin si ibu order taker. Tinggal bilang saja ke si ibu, dia akan catat pesanannya ke dalam sheet tersebut.

Kita memesan empat jenis dimsum, satu jenis sayur, satu porsi ayam goreng dan nasi goreng.

Dimsum pesanan kemudian segera datang. Rasanya enak, dan ditanggung halal. Hehehe iyalah. Namun pesanan ayam goreng belum sempat datang, tiba-tiba adzan dhuhur sudah dikumandangkan. Wah, sudah saatnya jumatan. Khawatir tidak kebagian shaf shalat di dalam, saya dan Rafif memutuskan untuk beranjak ke masjid, dan melanjutkan makan siang setelah jumatan. Karena Aya dan Elok tidak sholat Jumat mereka dapat menunggui meja saat kami sholat.

Segera kami mengambil wudhu di lantai 2, di bawah prayer hall. Untuk yang bersepatu jangan khawatir banyak sendal tersedia untuk dipakai berwudhu.

Sesampainya di prayer hall, ternyata masjid masih sepi. Khatib sudah mulai memberikan ceramah. Kami pun segera shalat sunnah dan mengambil tempat. Khatib yang berbicara beretnis China (di sini kerap dipanggil “Babahji”) dan berdakwah mengenai pentingnya mengucapkan Assalamu’alaikum kepada semua orang. Saya bisa mengerti materi khutbahnya karena disampaikan dalam bahasa inggris, yang kemudian dilanjutkan dengan bahasa cina setempat (mandarin, hokkien? Don’t know).

Pukul 13.10, jamaah mulai ramai memasuki prayer hall. Sejenak kemudian khatib mengakhiri khutbah pertamanya. Yang aneh khatib kemudian mempersilahkan jamaah untuk sholat sunnah. Lho? Aneh, pikirku.

Belum selesai rasa kagetku, setelah jamaah banyak merampungkan shalat sunnah nya, adzan kemudian dikumandangkan, dan Babahji khatib tadi naik ke mimbar masjid.

Astaga! Ternyata ritual shalat jumat baru dimulai! Yang tadi itu ternyata bukan khutbah jumat, tapi semacam kultum/ceramah. Hahaha. Pantes aja masih sepi dan orang-orang si restaurant santai-santai pas adzan pertama. Hahaha!

Jadi ritual sholat jumat sebetulnya baru dimulai jam 13.20. Dan karena sudah kultum, khatib hanya berkutbah 5 menit, dan dalam bahasa Arab. Hahaha tau gitu kan kita makan tenang-tenang dulu tadi.

Ibadah shalat jumat selesai pukul 13.40, dan kita kembali ke dining hall. Guess what, it’s fully packed and people are queuing for table. Untung saja kita sudah menempati meja sedari tadi, jadi kita bisa melanjutkan makan siang yang nikmat.

Jadi tips-nya untuk sholat jumat dab makan siang di Masjid Ammar Wanchai ini adalah datang awal, paling tidak 30 menit sebelum waktu dhuhur. Pesan makan, dan nikmati dimsum yang lezat. Apabila adzan pertama berkumandang, jangan khawatir, nikmati hidangan Anda dulu, tak perlu tergesa-gesa seperti kami! Hahaha!

Ehtrance to prayer hall

Plakat pendirian masjid di tahun 1981

Sekeluarga menikmati hidangan lezat dan halal di Muslim Canteen Masjid Ammar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s