Bersepeda di Singapura: Maju Kotanya, Bahagia Warganya

Atas: city scape Singapura; tengah: sampai di National Stadium; bawah: pemandangan di Tanjung Rhu Bridge

Kali kedua bersepeda di Singapura. Kali ini mengambil jalur yang berbeda. Start-nya pun berbeda. Karena sekarang sudah tidak tinggal di hotel. Stay di apartemen di daerah Lavender.

Tujuan awal dari gowes pagi ini adalah National Stadium Singapore. Entah kenapa saya fettish dengan stadion. Kalau pergi ke daerah atau negara, senang aja lihat stadion. Apalagi kalau bisa mengunjungi.

Starting point dari apartment di Lavender, dan rute ke National Stadium di aplikasi Bike Map

Menggunakan aplikasi Bike Map, saya dipandu untuk mengikuti jalan pesepeda di Singapore. Berbeda dengan Google Map ataupun Waze, aplikasi ini akan menyarankan jalur sepeda apabila ada. Dan di Singapura, jalur itu banyak! Baik jalur khusus sepeda, atau yang paling banyak adalah jalur yang berbagi dengan pejalan kaki. Shared pedestrian.

Dan seperti yang sudah saya alami dan ceritakan di post sebelumnya, saya juga banyak memanfaatkan pedestrian. Pedestrian di sini lebar, kondisinya umumnya bagus. Dan karena didesain untuk kaum difabel yang menggunakan kursi roda, setiap pedestrian pasti disertai dengan rampway untuk kembali atau masuk ke jalan utama. Jadi gak ada cerita tuh angkat-angkat sepeda dari trotoar ke jalan utama seperti yang kerap dilakukan di Jakarta.

Menyusuri Jalur Sepeda di Kallang River
Kadang Bike Map menuntun kita untuk melintasi jembatan penyeberangan

Dalam perjalanan, Bike Map juga menuntun saya melewati jalur ini. Saya gowes menyusuri Kallang River. Melewati kawasan apartemen dan perumahan. Menyaksikan warga Singapura yang berolahraga di pagi hari di taman residensial masing-masing. Terlihat menyenangkan.

Di Jembatan Tanjong Rhu, berbagi jalan dengan warga yang berolahraga

Dan ternyata jalur dari Lavender ke National Stadium tidak jauh. Hanya 7,1 km. Dan sebagaimana jalan di Singapura, rata-rata datar. Jadi sesampainya saya di tujuan, sepertinya masih kurang.

Tapi karena sudah sampai di tujuan utama, kita foto dulu dong.

Welcome to Singapore Hub
Superman landed in Singapore National Stadium

Untungnya di Sabtu pagi banyak warga Singapura yang bersepeda. Jadi saya mengikuti saja kemana mereka gowes.

Keputusan yang sangat tepat.

Karena dengan mengikuti mereka ini, saya jadi menemukan satu trail khusus sepeda yang cukup populer di kalangan goweser di sini. Yakni trail melalui Gardens By The Bay di sisi Timur. Jadi saya menyusuri teluk di daerah Marina Singapura, yang mana dari sisi sini saya bisa menyaksikan city scape Singapura yang tersohor. Lengkap dari Marina Bay Sands, Singapore Flyer sampai dengan gedung-gedung jangkung di Financial District. Cakep! Saya sempat duduk-duduk di bench pinggir jalur sepeda ini untuk menikmati pemandangan.

Bersantai menikmati pemandangan di sisi timur Gardens by The Bay

Kemudian saya lanjut lagi. Kembali mengikuti para goweser di jalur tadi. Ternyata jalur ini membawa kita ke ujung teluk Marina Bay. Yakni di Marina Barrage. Semacam pintu air yang menghubungkan kedua sisi teluk. Pemandangan dari sini juga cakep. Ke sisi utara kita bisa melihat city scape Singapura. Ke sisi selatan adalah lautan lepas. Pulau Batam pun terlihat dari sini.

Di Marina Barrage dengan pemandangan sisi selatan – selat Singapura dan Pulau Batam di kejauhan
The view on north side: the beautiful city scape of Singapore

Akhirnya dengan kembali dituntun oleh Bike Map, saya kembali ke Lavender. Melewati Gardens By The Bay dan kompleks Marina Bay Sands. MenemukanHelix Bridge sedang sepi, membuat saya tak tahan untuk tidak berhenti. Untuk foto-foto. Jarang-jarang kan. Secara kalau sore atau malam, kawasan ini seperti pasar malam.

Foto mumpung Helix Bridge lagi sepi

Kembali pengalaman bersepeda yang menyenangkan di Singapura. Upaya Pemerintah Singapura untuk membuat kota yang nyaman untuk warganya sangat terlihat di sepanjang jalur gowes saya. Fasilitas publik dibangun di setiap areal perumahan. Taman, jalur sepeda ataupun pedestrian. Area teluk Marina Bay dan Kallang River sangat terawat, dan airnya bersih. Banyak yang berolahraga dayung dan kano pagi-pagi di sana. Walau panas terik, udaranya bersih, hampir tak ada polusi. Mungkin ini contoh pengejawantahan riil motto “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Mandatory Brompton shot at Masjid Sultan and Haji Lane

Simak juga vlog saya “Bersepeda di Singapura” yang bercerita secara visual mengenai pengalaman saya ini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s