Shalat Jumat di Masjid Hajah Rahimabi Kebun Limau Singapura

Atas: signage penunjuk arah Masjid; bawah: suasana Masjid Hajah Rahimabi

Apartemen yang kami sewa di Singapura berada di daerah Lavender. Pada saat mencari makan semalam, di seberang jalan saya melihat plakat penunjuk arah. Tulisannya adalah Masjid Hjh Rahimabi. Saat itu saya sudah berniat, “besok Shalat Jumat ke situ ah”

Jadi hari ini saya berjalan kaki ke Masjid ini. Tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 10 menit dari apartemen.

Masjid terletak di samping kanal yang rapi dan bersih. Di depan masjid ada papan petunjuk yang menunjukkan bahwa masjid ini adalah salah satu cagar budaya daerah Balestier di Singapura. Didirikan di tahun 1959 dalam bentuk surau (musholla) di tengah kebun Jeruk Limau, baru pada tahun 1974 dipugar dan menjadi Masjid.

Bangunan Masjid Hajah Rahimabi yang terletak di samping kanal

Saya sampai di Masjid kurang dari jam 13.00. Waktu dhuhur di Singapura adalah jam 13.15. Masjid pun masih belum terlalu penuh. Pas lah. Masih dapat tempat di dalam, dan masih ada kesempatan untuk shalat sunnah dan membaca surat Al-Kahfi.

Setelah adzan berkumandang, jemaah mulai memenuhi masjid. Berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya di Masjid Abdul Gafoor, khutbah dan doa shalat jumat di masjid ini lebih terasa familiar. Karena Masjid Hajah Rabiah ini didirikan oleh muslim ras Melayu. Yang notabene mirip ajaran dan asal-usulnya dengan muslim di Jawa. Tidak seperti Masjid Abdul Gafoor yang dibangun oleh muslim ras India, dari Gujarat.

Tapi seperti halnya shalat di masjid manapun di seluruh dunia, saat sudah memasuki prosesi ibadah inti, kita sudah bisa langsung nyetel. Karena tuntunan-nya sama. Bahasa Arab. Dari Al-Quran. Subhanallah.

Saya selalu senang dengan khutbah di masjid Singapura. Pertama, dia selalu disertai dengan peraga audio visual. Jadi kita bisa lebih khusyuk mendengarkan. Poin-poin dari ustad terpampang jelas, sesuai dengan alur ceramah.

Penampakan luar, selasar dan ruand wudhu Masjid Hajah Rahimabi. Perhatikan peraga audio visual yang sepertinya sudah menjadi standar di masjid-masjid Singapura.

Kedua, materi selalu murni pada peningkatan aqidah umat dalam beribadah. Nggak ada itu nyerempet-nyerempet ke masalah politik yang bikin eneg.

Hal ini mungkin juga karena standar menggunakan perangkat audio visual, jadi ceramah pun harus dibuat script?

Kalau begini kan ustad pun jadi tidak bisa berceramah keluar jalur, atau membicarakan topik yang “enggak-enggak”. Tahu sendiri, Singapura kan negara yang ketat dan terkendali dalam hal beginian.

Apapun itu, menurut saya jadi bagus sih. Tenang, adem dengernya. Mungkin Indonesia harus dibuat seperti ini. Hehehe. Saya tahu, pasti banyak yang protes nggak setuju. Secara…. ah sudahlah.

Kembali ke laptop.

Ustad sudah memulai khutbah di mimbar Jumat

Khutbah hari ini topiknya adalah “Nilai-nilai dalam Al-Quran – Nilai Ketaqwaan” – or in English “Values in Al-Quran – Taqwa“. Khatibnya Ustad Mohd Haffiz bin Zakaria. Ustad ras Melayu yang masih muda, tapi pintar. Saya menikmati sekali mendengarkan khutbah Jumat beliau. Terutama pada poin:

“Taqwa seharusnya melembutkan kita. Membuat kita sadar kita bukanlah siapa-siapa. Walau punya kuasa dan harta.  Apabila taqwa mekar di dalam diri kita, kita akan belajar atau bekerja dengan sungguh-sungguh. Do our best in everything we do“.

Setuju Ustad! Terima kasih untuk khutbah Jumat nya yang berkesan.

Akhirnya jam satu kurang sedikit, shalat Jumat berakhir. Setelah shalat sunnah dan jama’ Ashar, saya pun beranjak meninggalkan masjid. Selalu menyenangkan pengalaman untuk shalat di negeri orang. Terutama di negara di mana Islam bukan lah agama mayoritas. Sungguh merasa kita mendapatkan hidayah dari Allah. Semoga Rafif nanti juga istiqomah berkunjung ke masjid selama hidup di Singapura. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s