Resensi Buku ‘Harus Bisa!’: Kepemimpinan ala SBY

Cover Buku Harus Bisa!
Cover Buku Harus Bisa!

Saya adalah penggemar buku-buku yang bertemakan kepemimpinan. Selama ini buku-buku dari Jack Welch, Bill Gates sampai Tiger Woods dan Jose Mourinho sudah banyak saya baca. Tapi jujur saja, saya sudah lamat tidak membaca buku biografi kepemimpinan dari orang Indonesia. Kalau saya tidak salah ingat, mungkin buku yang terakhir adalah buku otobiografi mantan Presiden Soeharto di saat saya masih SMP (kalau tidak salah bukunya berjudul “Soeharto, Bapak Pembangunan”. Tidak banyak yang saya ingat dari buku tersebut, kecuali cover bukunya yang dilukis secara brilyan oleh Basoeki Abdullah. Namun seingat saya, buku tersebut banyak dikomentari oleh orang sebagai buku “promosi Pak Harto”, atau “buku propaganda”. Saat itu saya masih terlalu kecil untuk dapat memahami arti hal tersebut, tapi yang jelas buku tersebut sempat menarik minat saya karena banyak cerita dan foto-foto liputan kegiatan Pak Presiden yang membuat saya mengagumi sosok beliau.

Hal yang sama saya rasakan saat pertama melihat buku ‘Harus Bisa!’ karangan asisten Presiden SBY, Dino Patti Djalal, di Gramedia beberapa waktu yang lalu. Saat saya membolak balik beberapa halaman, saya terkesan dengan suatu foto yang begitu indah, foto saat helikopter Presiden SBY beranjak dari Pasema, Jayawijaya, Papua. Foto ini menarik minat saya untuk membaca secara singkat tulisan yang datang bersamanya. Gaya penulisan yang berbentuk cerita dan penuh fakta-fakta menarik dan foto-foto yang eksklusif membuat saya memutuskan untuk membeli buku ini.

Singkat kata, buku sangat menarik untuk dibaca. Saya banyak menemukan cerita-cerita menarik di belakang layar kehidupan SBY sebagai presiden Republik Indonesia. Posisi Dino sebagai pembantu Presiden SBY membuat dirinya senantiasa berada di front seat untuk menyaksikan saat-saat bersejarah SBY berkiprah sebagai Presiden RI pertama yang dipilih melalui Pemilihan Umum. Membaca cerita yang dipaparkannya, saya semakin tersadar bahwa menjadi Presiden RI pada saat ini adalah suatu tantangan kepemimpinan yang luar biasa.

Sebagai Presiden RI, pemimpin harus berdedikasi untuk bekerja keras; Anda akan temukan di buku ini cerita-cerita di mana SBY bekerja sampai dini hari, dan sering membuat pembantu-pembantunya kalang kabut mengejar deadline. SBY juga jarang melewati weekend tanpa tugas kepresidenan. Kondisi fisik prima dan ketahanan terhadap stress menjadi syarat mutlak.

Pemimpin juga harus berhati lapang; sanggup menerima kritik, hasutan dan perlakukan yang tidak mengenakkan dari banyak pihak, dan mampu menempatkan posisi dalam menanggapi hal ini, seperti kasus fitnah dari Eggy Sudjana yang sempat mengemuka beberapa tahun yang lalu.

Presiden RI juga membutuhkan pemimpin yang berintelektual tinggi. Contoh cerita di mana SBY terlibat langsung dalam menggagas Global Inter-Media Dialogue, atau upayanya menggolkan Bali Roadmap dalam Climate Change Conference di tahun 2007, membuat saya terus terang meragukan apakah (dengan penuh rasa hormat), Megawati, sanggup melakukan hal yang sama saat beliau menjadi Presiden.

Satu hal lain juga menarik dari kriteria kepemimpinan seorang Presiden adalah kemampuan dalam mengambil keputusan. Banyak orang yang mengatakan bahwa SBY adalah seorang yang indecisive. Mungkin saja hal itu benar. Namun kalau saya berusaha menyelami masalah yang dihadapi SBY, suatu pengambilan keputusan yang impulsif dan spontan justru bisa menimbulkan reperkusi yang panjang di masa mendatang bagi bangsa ini. Dalam pekerjaan saya, saya juga sering menyaksikan bagaimana keputusan strategis harus diambil dalam waktu yang singkat karena desakan kompetisi. Dalam konteks negara, timing pengambilan keputusan yang tepat bukan berarti semakin cepat keputusan diambil, hal itu lebih baik. Tergantung dari konstelasi politik yang dihadapi. Yang jelas, buku ini membuat Anda akan lebih mengapresiasi beberapa proses pengambilan keputusan yang diambil oleh SBY.

Tapi yang paling utama dalam era reformasi adalah Presiden RI harus merupakan pemimpin yang memiliki intergritas moral yang tinggi. Sewaktu SBY berkampanye untuk menjadi Presiden RI di tahun 2004, saya sudah mengira kalau SBY merupakan figur calon presiden yang paling jauh dari korupsi. Sebagai Jenderal TNI, beliau terlihat sederhana, kontras dengan beberapa Jenderal atau bahkan Kolonel TNI yang saya pernah temui atau lihat. Di dalam buku ini, Dino juga menuturkan beberapa cerita akan kesederhanaan SBY kendati telah menjadi presiden. Jam tangan SBY misalnya, masih merupakan jam tangan yang sama yang dikenakan beliau saat mengenal Dino pertama kali di tahun 2000.

Komitmen SBY dalam menumbuhkan budaya korporat dalam pemerintahannya juga patut diacungi jempol. Buku ini akan menampilkan sisi PNS yang berbeda dengan pandangan awam. PNS yang responsif, dan profesional. PNS yang bekerja sama kerasnya dengan karyawan swasta yang kadang dituntut bekerja around-the-clock demi target penjualan. Karyawan yang musti berintelektualitas tinggi untuk dapat mengimbangi atasannya. Dan SBY pun diceritakan bak manajer yang jempolan. Seorang pemimpin yang dapat dekat dengan bawahannya, namun tidak segan “mendamprat” apabila bawahannya melakukan hal yang kurang memuaskan. SBY juga tampil sebagai manajer yang sanggup memberikan panduan dan arahan yang baik untuk pengembangan karir anak buahnya.

Sounds like too good story to be true? Too perfect as a leader? Yes, maybe it is. Justru di sini lah kelemahan buku ini. There is no other side of story. Kelemahan dan kekurangan SBY kurang ter-ekspos. Namun mengingat tema buku ini, saya juga tidak bisa melihat bagaimana hal tersebut dapat dimasukkan ke dalam buku ini. Mungkin akan tidak sesuai misi buku ini, mungkin status penulis sebagai bawahan langsung SBY juga tidak memungkinkan hal tersebut, atau malah mungkin akan menjadi suatu bagian “sumbang” dari suatu rentetan cerita yang mengagumkan dari sosok seorang SBY.

Namun terlepas dari itu semua, terlepas dari apakah buku ini merupakan buku “propaganda” SBY untuk menghadapi Pemilihan Presiden di tahun 2009, ataupun terlepas apakah cerita-cerita yang dipaparkan oleh Dino merupakan suatu cerita ala sinetron yang penuh dramatisasi, tapi yang jelas buku ini banyak memberi pelajaran bagi kita untuk menyelami “what it takes to be leader”. Komplikasi antara waktu yang terbatas, stakeholders yang beragam, masalah yang selalu muncul, membuat kita tersadar menjadi seorang pemimpin yang besar bukan hanya membutuhkan kapabilitas dan ketrampilan yang terus menerus dikembangkan, tapi kadang juga memerlukan suatu bakat dan garis tangan seseorang untuk menjadi pemimpin.

Dan akhirnya, buku ini telah berhasil membuat saya mengagumi figur seorang SBY, seperti saya mengagumi figur Soeharto saat saya masih kecil dulu. Hanya saja, semoga kekaguman saya kali ini tidak berubah di kemudian hari.

Advertisements

43 thoughts on “Resensi Buku ‘Harus Bisa!’: Kepemimpinan ala SBY

  1. Adakah media online yang menjual buku ini? Kalo ada apa dan harganya berapa ya?
    Saya sebenarnya udah membaca buku ini dari salah satu teman di Pemda namun buku itu tertulis tidak untuk diperjual belikan……

  2. saya juga sudah membaca mengnai buku ini. Jujur, setelah membaca ini buku, saya menjadi kagum dengan kepemimpinan Presiden SBY..selain itu banyak sekali pesan2 moral yg bisa kita dapat..
    Salah satu bagian yang saya suka adalah pd wktu presiden menghadiri OKI..itu menjadikan saya tahu betapa pentingnya tepat waktu..hhe:D

  3. emmmm….

    anu…

    sebenernya gw dpt buku itu gratis tanpa bayar apapun

    soalnya keluargaku ikut dalam undangan pernikahan di hotel bintang 5 (lupa apa nama hotel) di jakarta

    truuusss dapet suvenir berupa HARUS BISA!

    dapet gitu soalnya ada presiden hadir dlm pernikahan, lho

    ini beneran, lho

  4. Go SBY go!
    Secara organisasi bu Mega adlh panutanku tapi mas DPD berhasil memutarbalikkan itu semua.
    Kita liat aja d di 2009.
    Ga mungkin kan pilih dua2nya? Ha ha malah rusak kali suaranya.
    Sekarang figur yang bicara, partai sih memble dimana2. Liat aja beberapa pilkada yang udah2.

  5. Dear Bang Dino,

    Dalam buku seni memimpin ala SBY ini, saya menemukan selembar kertas untuk membuat karangan. Tapi karena sudah terlambat, hingga saya urung mengirimkannya.

    Aniway, saya ingin sekali menulis sesuatu buat Bang Dino lewat alamat email yang ada dalam kertas tersebut, cuma masalahnya kertas tsb tercecer hingga saya tidak dapat lagi mengaksesnya.
    Saya minta tolong dikirimkan alamat email tsb.

    kindest regard,

    Agus Lamakarate
    – Ex Indonesian Youth leader pada Program
    Pertukaran Pemuda Indonesia -ASEAN & Japan
    – Dosen Untad Palu,
    – Alumni the university of waterloo, canada

  6. bagaimana caranya aku bisa dpt buku ini ya?aku sangat mengagumi SBY jadi pasti aku sangat mendukung Beliau jadi pemimpin bangsaku untuk tahun2 berikutnya,walaupun aku tidak seoraganisasi sama SBY tapi kupastikan aku akan mendukungmu dan pindah aja ah ke SBY dan organisasinya karna aku yakin bangsaku akan jauh lbh baik ditanganmu SBY

  7. Pak SBY memang hebat, terus terang saya masih berharap Bapaklah Preasidenku. Sekarang belum ada figure seperti beliau. Beliu jadi figur pemimpin dunia.

  8. Sewaktu ayah saya masih bertugas di timor-timur ( kalo ga salah saat itu Pak SBY menjabat komandan batalyon), ibu saya pernah bercerita kalau ibu-ibu PERSIT setiap berkunjung ke rumah beliau selalu disambut santun oleh putranya. kalau putranya santun, pantas Pak SBY juga sangat santun.

  9. pak SBY, saya sangat kagum dengan kepemimpinan anda. maju terus di pemilu 9 april 2009, apapun yg terjadi saya selalu mendukung anda, biarpun saya hanya seorang pelajar smu, tapi saya sangat salut pada anda. bagi saya, anda adalah panutan yang sangat saya hormati.Indonesia bangga punya presiden seperti bapak. buku “harus bisa” wajib baca!!
    buku itu menginspirasi saya untuk selalu berusaha… karena kita harus bisa!!! pokoknya pak SBY top banget dahhh.. ^^
    maju terus pak, maju Indonesiaku..

  10. saya mahasiswi berumur 21 tahun, saya termasuk salah sat yang sangat mengagumi sosok bapak presiden kita yang ke 6 ini,, terima kasih telah mluncurkan buku “Harus Bisa” ini, buku ini menjadi motivasi bagi saya,, dan seoga SBY semakin maju, dan dapat menjadi pemimpin yang baik untuk dunia, khususnya untuk INDONESIA tercinta,,
    i will Support you,,,
    God Bless you…

  11. Hmmm.. ada apa ya tiba-tiba dari kemarin blog ku ini mendapatkan hits yang melonjak drastis, dan kebanjiran “komentar” yang mengelu-elukan Pak SBY? I do respect him, because I know what it takes to be in his position. But hopefully all of these comments are not blind fanatism.

  12. Boss Rubi, saya waktu itu dapetnya dari boss saya, beli langsung dari UK sana. Judulnya ‘Mourinho’ yang ngarang Patrick Barclay. Mungkin bisa di search di Amazon?

  13. salut sekali lagi salut tuk SBy moga tetap sukses and pokoke aku melu teruskan kepemimpinanmu maju terus jgn keder dgn siapa aja thanks sby indonesia makin oke d mata dunia

  14. saat ini… keberadaan pak Sby sebagai pemegang kendali dan kontrol negeri tidak tergantikan oleh figur manapun,,,,,, smoga Tuhan selalu menyertai perjalanan Bapak dalam mengemban tugas berbakti kepada bangsa dan negara….. kami berharap Bpk tidak meninggalkan kami di tahun 2009. sumbangsih Bapak atas negara dan bangsa masih dibutuhkan, go…. to the front sir…. !!take the lead…!

  15. walopun aQ baru 20th, tp di mataku seorang pak SUSILO BAMBANG YUDHOYONO itu seorang Figur yang PATUT di Contoh oleh semua anak muda generasi penerus bangsa n pemimpin bangsa selanjutnya, beliau seorang BAPAK negara yg BERJIWA BESAR,TEGAS,BIJAKSANA..
    semoga, Pak SBY dapat meLanjutkan MISI PerjuanganNya untuk Negara kita Tercinta INDONESIA… AMIN

    MARI KITA DUKUNG TERUSSSSS….

    LANJUTKAN…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  16. SBY, Sederhana Banyak berbuat Yang terbaik di antara yang baik. Salam Hormat Saya Untuk Pak SBY, Maju Terus Jadikan Indonesia sejajar dengan Terbaik Di Dunia. Amin

  17. Sby kamu memang presiden yang penuh pesona pancaran diri yang tak penah pudar dimakan waktu. di buku ini telah mengjarkan aku untuk tidak pernah datang terlambat.

  18. Pak SBY kamu memang Presiden idaman rakyat, buhan indonesia saja duniapun menginginkan kepemimpinan bapak….
    HANYA SATU KATA YANG BISA SAYA UCAPKAN LANJUTKAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  19. Terlepas dari kekurangan SBY sebagai seorang pribadi, saya rasa perlu kita untuk membaca buku ini untuk menambah perbendaharaan pengetahuan kita terhadap pemimpin-pemimpin kita. Sama perlunya membaca Biografi Bung Karno, Pak Harto, Habibie maupun Gus Dur.

  20. Bagus, lanjutkan penderitaan bangsa! Mbok ya lebih kritis menilai seseorang. Tidak ada pemberitaan yang berimbang di sini, hanya menceritakan ulang propaganda. Tentu hal-hal yang dianggap ‘luar biasa’ dan pantas dijual yang ditulis di buku tersebut. Coba telusuri Internet, akan banyak didapat fakta lain tentang SBY, yang bisa membuat pencerahan baru. Selamat membaca.

    1. Mas Mpu Gondrong mau mengkritik tulisan saya atau mengkritik komentar teman-teman yang ada di sini? Kalau mengkritik tulisan saya, wong namanya resensi ya begitulah apa adanya. Saya tidak berusaha memberikan pemberitaan yang berimbang. Toh pembaca yang membaca buku atau blog ini juga sudah melek informasi. Kalau mereka ingin mencari pemberitaan yang berimbang, seperti yang anda katakan, mereka bisa mencarinya di berbagai sumber, salah satunya di internet.

      Nah trus kalau mereka tidak mau melakukan itu, dan terus mengagungkan SBY saya pikir ya sah sah saja. Everyone is entitled for their own opinion, including yourself, termasuk opini di awal komentar anda “lanjutkan penderitaan bangsa” yang menurut saya sangat tidak berdasar. Salam.

  21. Bagus sekali Pak Dino buku yang anda tulis , memang baik sekali untuk literatur pimpinan-pimpinan dekade selanjutnya biar tidak aja asal ngomong tanpa dipikir dulu !!!
    LANJUTKAAAAAAAN

  22. lanjutkan penderitaan bangsa!! itu adalah kata2 orang apatis. menganggap bangsa sendri lemah, sengsara, tak berdaya. Padahal kita adalah bangsa yg kuat, gigih, pekerja keras. Sangat disayangkan kalo Mbah Gondrong berpikir spt itu…mau jd apa Indonesia di masa depan kl dipenuhi dgn orang2 apatis macam anda.
    Sekarang jaman udah berubah, rakyat smakin pintar , tak mudah lg dibodohi oleh orang2 yang cuma ingin menentramkan hati rakyat, meski cuman sesaat.
    Di buku Harus Bisa! ditulis, pak SBY banyak sekali mengambil keputusan2 berat yang menjadi kontroversi terutama untuk lawan politik beliau. Namun beliau tetap maju. Memang keputusan itu pahit, tp layaknya obat…yang pahit itulah yg bisa menyembuhkan penderitaan bangsa ini. Indonesia harus tetap maju…jangan mundur!!!
    Dan semoga di tangan pemimpin yang berjiwa besar, dan pekerja keras Indonesia akan semakin bersinar. Dan itu di tangan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Lanjutkan!

  23. Alhamdulillah dpt buku b’manfaat ini gratisan.. Karena Bapak ku guru di SMK yang menang penghargaan Adiwiyata Nasional ^^

  24. saya suka dengan kepemimpinan pak SBY ! maju terus pak SBY saya dukung Bapak ! I vote SBY ( from fahri in langsa city , NAD province
    )

  25. kapan lagi buku harus bisa jilid yang ke 3 dikeluarkan ??

    bukunya bagus bagnet buat belajar kepemimpinan di dalam organisasi

  26. i love it

    saya sangat menyukainya, membuat semangat untuk tetap menjalani kehidupan bagaimanapun pahitnya………
    dan terjalnya jalan ini….

  27. setelah membaca habis buku harus bisa terlepas dari siapa pengarangnya,,,,dengan buku itu saya jadi lebih terbuka wawasan akan suatu kepemimpinan,,,,,,,,,akana ada penerus arater yng udah di tanamkan presiden sby, bila mana pak sby pensiun,,,,apakah ada yang lebih punya karakter seperti pak sby,,,,,,,,,,,,,,,,

  28. SAMPAI SAATNYA NANTI SAYA YANG AKAN MENGGANTIKAN PAK SBY MENJADI SEORANG PEMIMPIN
    ” PAK SBY BERI SEMANGAT DAN DUKUNGAN UNTUK SAYA UNTUK MENJADI PRESIDEN INDONESIA SAYA KURANG PAHAM DENGAN PRESIDEN SEBELUMNYA KARENA SAYA HANYA MEMBACA DAN MENDENGAR CERITA JADI ANDALAH PANUTAN SAYA PAK PLEASE GIVE ME SUPPORT BECAUSE I KNOW I CAN!!!!!

  29. saya mendapat buku tsb dari presiden sby dan ada tandatangan beliau. buku yg sangat bermanfaat, buku itulah yg menjadikan saya semangat untk gapai cita2, buku berjudul Harus Bisa; Seni Memimpin ala SBY.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s