Fakta-fakta Menjelang Final Piala Dunia 2010

Netherland vs Spain - World Cup Final 2010

Tidak afdhol rasanya apabila saya melewatkan Piala Dunia kali ini tanpa satu posting sekalipun di blog saya ini. Ya, jagoan saya, Inggris sudah tersingkir di perdelapanfinal (oh, is that a news?). Namun bukan hal tersebut yang membuat saya belum mem-posting apapun di blog saya ini. Fenomena adanya social virtual space seperti Facebook, Twitter dan Blackberry Messenger yang membuat saya memilih menyalurkan hasrat “citizen journalism” melalui media-media tersebut. Feedback yang instan dan captive audience dari komunitas yang tersebut yang membuat menyalurkan pikiran komentar di sana somewhat lebih “rewarding” dan “fun“.

Terlepas dari itu semua, saya merasa “berhutang” pada blog ini, yang semasa Piala Dunia 2006 cukup aktif di-update dan dikomentari oleh rekan-rekan saya. Oleh karenanya berikut sedikit posting-an kecil menyambut digelarnya Final Piala Dunia 2010 di Soccercity, Afrika Selatan dini hari nanti:

Giovanni van Bronckhorst: Happy Ending?

Giovanni van Bronckhorst, kapten tim Belanda, adalah salah satu pemain Belanda yang berdarah Indonesia (selain Johnny Heitinga). Ibu Gio (demikian ia akrab dipanggil) adalah keturunan Ambon, dengan marga Sapulette. Partai final nanti malam adalah partai terakhir Gio di timnas Belanda, dan kemungkinan partai terakhir dia aktif sebagai pemain, karena ia berencana gantung sepatu selepas Piala Dunia 2010. Faktor usia lah yang menjadi penyebab, karena Gio tahun ini sudah berusia 35 tahun. It will be a very good ending.

But we know sometimes God played His hands not favoring the sentimentals.. Kita masih ingat nasib Zidane di partai terakhirnya di final piala dunia 2006 lalu. Zidane di-kartumerah-kan wasit karena menanduk Materazzi dan menjadi salah satu penyebab Perancis tunduk dari Italia.

‎​Jadi menarik untuk diamati, apakah Gio akan gantung sepatu dalam akhir yang cemerlang atau mengecewakan?

David Villa: Top Skor Piala Dunia?

Sementara itu David Villa, penyerang tim nasional Spanyol yang saat ini telah mengemas 5 gol, merupakan kandidat top skor Piala Dunia kali ini. Ia bersaing dengan Muller (Jerman) dan Forlan (Uruguay), yang semalam mencetak 1 gol lagi sehingga menyamai perolehan gol Villa.

Apabila Villa tidak mencetak gol nanti malam, Muller akan menyabet sepatu emas, karena Muller memiliki jumlah assists (3) lebih banyak dari Villa (1). FIFA menetapkan jumlah assists sebagai “tie breaker” apabila perolehan gol sama untuk kandidat top skor.

Besar kemungkinan bagi Villa untuk menjadi top skor kali ini, mengingat performanya sedang cemerlang dan Den Bosque tampaknya akan memainkan formasi 4-5-1 kembali dengan memasang Villa sebagai penyerang tunggal.

Kita Akan Memiliki Juara Dunia Baru!

Akhirnya sejak tahun 1998, final kali ini akan melahirkan Juara Dunia baru! Selama ini titel Juara Dunia hanya dikuasai oleh 7 negara: Brasil, Argentina, Uruguay, Jerman, Inggris, Perancis, Italia. Dengan kalahnya Jerman dan Uruguay di semifinal, siapapun pemenangnya malam nanti adalah juara baru! Spanyol mencetak sejarah karena ini adalah partai final pertama mereka. Sebelumnya tim matador hanya mampu menginjak semifinal di tahun 1986. Sedangkan Belanda sebelumnya sudah pernah masuk final dua kali, di tahun 1974 dan 1978, dimana di kedua kesempatan tersebut Belanda harus mengakui keunggulan Jerman Barat dan Argentina. Padahal di saat itu Belanda digadang-gadangkan juara karena permainan sepakbola “total fuetbol” yang menawan dari Cruijff, Neeskens dan kawan-kawan. Oleh karena itu sampai saat ini Belanda masih memegang julukan “Best Team that Never Won a World Cup”.

Inggris Terwakili di Final

Alih-alih ini menjadi saat the so-called “Golden Generation” menjadi juara dunia, Inggris harus pulang kampung lebih awal. Lebih buruk dari prestasi mereka dalam perhelatan piala dunia 12 tahun terakhir, Inggris secara memalukan dihajar Jerman secara telak di partai perdelapanfinal.

Tapi fans tim Inggris seperti saya tidak perlu terlalu kecewa, karena Inggris akan diwakili oleh Howard Webb, wasit Premier League yang akan memimpin jalannya pertandingan nanti malam. Webb, 38 tahun, sehari-harinya bekerja sebagai polisi berpangkat Sersan di Yorkshire, Inggris. Wasit berkepala plontos ini melesat karirnya karena sikapnya yang tegas dan berkharisma dalam memimpin pertandingan. Pertandingan final Piala Champions 2010 di Bernabeau bulan Mei lalu menjadi salah satu bukti keberhasilan Webb dalam memimpin laga penting. Satu fakta unik adalah Howard Webb juga merupakan wasit yang memimpin laga pertama Spanyol di Piala Dunia 2010, yakni saat mereka secara mengejutkan ditaklukkan oleh Swiss. Apakah Spanyol akan kembali “sial” di laga yang dipimpin Webb, atau ini merupakan saat Spanyol memutarbalikkan peruntungan? Apapun hasilnya, mari kita harapkan partai final malam ini merupakan titik kulminasi dari perhelatan sepakbola paling akbar di muka bumi ini!

Posted via WordPress for Blackberry, on trip home from Lombok, 11 July 2010

Advertisements

2 thoughts on “Fakta-fakta Menjelang Final Piala Dunia 2010

  1. Bagus postingannya mas,..kalu ada lagi, boleh tak paste ke website ku ya,..atau mas iben juga bole buat artikel disana,..kasi aja artikelnya via facebook, nanti saya pastein ke bolakita. temanya bisa tentang analisa atau review, nanti masuk ke bagian “kolom” atau “lain-lain”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s