Menuju Piala Dunia 2018: Perjuangan Mendapatkan Tiket

Piala Dunia sudah terbukti bertahun-tahun sebagai salah satu pentas olah raga paling prestisius. Piala Dunia yang terakhir pada tahun 2014 di Brazil, merupakan secondbiggest sporting event in the world, hanya kalah dari Olimpiade London 2012 dari sisi jumlah attendance (yang datang dan nonton langsung). Dalam jangka waktu 1 bulan penyelenggaraan, Piala Dunia 2014 berhasil mendatangkan attendance sebesar 3,4 juta orang (bbc.co.uk)

Oleh karena itu, tidak heran kalau mendapatkan tiket menonton langsung pertandingan Piala Dunia juga bukan perkara yang mudah. At least if it’s easy, it’s not going to be cheap! Tapi berdasarkan pengakuan dari Ubai, teman saya yang sudah berpengalaman menyaksikan Piala Dunia dan Piala Eropa sebelumnya, berada pada tempat penyelenggaraan Piala Dunia sendiri sudah menghadirkan atmosfir fantastis. Apalagi secara langsung di dalam stadion.

FIFA sebagai penyelenggara event Piala Dunia membagi tahapan pemesanan tiket ke dalam tiga fase:

  • Fase Random selection draw – fase penjualan tiket secara acak. Jadi semacam lotere. Untung-untungan.
  • Fase First come first served – fase penjualan tiket secara cepat-cepatan.
  • Fase last minute sale – fase penjualan tahap akhir, Digunakan FIFA untuk menjual tiket yang tidak jadi digunakan dari dua fase sebelumnya, atau tiket untuk sponsor.

Harga tiket berbeda-beda untuk tiap pertandingan. Semakin dekat ke final, umumnya semakin mahal. Dan FIFA menjual tiket dalam empat kategori, (semacam kelas, tempat kita menonton dj dalam stadion), mulai dari Category 1 (termahal) sampai Category 4 (termurah). Hanya saja Category 4 yang murah meriah khusus diperuntukkan untuk warga negara Russia. Untuk Cat 3 , yang termurah yang bisa kita beli, harga di babak penyisihan adalah USD105 (sekitar 1,4 juta rupiah per tiket), dan kemudian melambung lebih dua kali lipat ke USD 285 (Rp 4,8 juta) di partai semifinal dan bahkan empat kali lipat (USD 455 – Rp 6 juta) di partai final. Lumayan mahal kan?

Jadwal rombongan kita di Rusia adalah pada tahapan akhir putaran final. Saat kita tiba di sana, turnamen akan sudah memasuki fase perempat final. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan tiket memang tidak mudah, karena sudah sampai pada fase yang menentukan. Seluruh partai adalah partai prestisius.

Dan benar saja, pada saat kita mengikuti fase penjualan tiket random, seluruh partai yang dijual berkategori “high demand”, atau memiliki probabilitas yang kecil untuk mendapatkan tiket. Oleh karena itu, atas saran Ubai, kita jaga-jaga ambil partai yang paling kurang diminati: Perebutan Juara 3-4. Hehehe, kalau istilah di keluargaku di turnamen PlayStation ini kami sebut “Partai Para Arwah” – lha mempertandingkan tim yang sama-sama gagal di semi final.

Tapi tak apalah, paling tidak ada dua hal yang membuat partai ini menarik: (1) mempertemukan dua tim kuat. Ya iyalah, semi finalis gitu loh; (2) diselenggarakan di St. Petersburg, kota cantik di perbatasan Russia dengan benua Eropa, yang sudah pasti jadi bagian dari itenary kami.

St. Petersburg stadium

Jadi akhirnya saya memesan 4 tiket (untuk saya, istri dan 2 anak) untuk Partai 3-4, dan kemudian juga 4 tiket untuk partai perempatfinal di Kazan. Total 8 tiket. Untuk memesan ini, memang tidak dikenakan biaya. Tapi harus tetap siap-siap limit kartu kredit, karena namanya lotere, bisa saja kita memenangkan semua partai yang kita beli. Dan kalau begitu, siap-siap untuk membayar semua! Kecil sih kemungkinan, melihat hampir semua partai berkategori “high demand“. Yang ada juga bisa gak dapat sama sekali.

Dan unfortunately, itu yang terjadi pada Ubai. Memesan 24 tiket untuk 6 partai, sampai akhir masa periode penjualan tiket tahap random, Ubai tidak mendapatkan informasi apa-apa dari FIFA.

Email yang ditunggu-tunggu

Dan ternyata saya lebih beruntung. Di aeal bulan Maret lalu, saat hendak berangkat shalat subuh ke masjid, tiba-tiba saya mendapat notifikasi email dari FIFA kalau saya berhasil mendapat 4 tiket untuk pertandingan perebutan juara 3-4. Yeaaay!! Alhamdulillah! Nggak disangka-sangka bener. Karena berdasarkan pengalaman, saya tidak punya kredensial menang lotere. Lha kalau Ubai, he is such a lucky guy, bolak balik menang undian. Makanya pertama dalam sejarah nih, saya lebih beruntung dari dia 🙂

Tapi layaknya seorang yang sudah berpengalaman hadir di Piala Dunia ataupun Piala Eropa, Ubai tidak patah semangat. “Gua cari di fase berikutnya”, begitu tekadnya.

Fase berikutnya, First Come First Served, dimulai tanggal 13 Maret 2018 lalu. Saat saya pulang kantor malam itu, Ubai WA saya mengingatkan fase ini. Wah, saya hampir lupa. Thanks to him, saya langsung ikutan antri masuk ke dalam sistem. Karena peminat tiket yang membludak, FIFA menggunakan software antrian sebelum calon pembeli tiket dapat memasuki website tempat penjualan. Sebetulnya sistem yang sama kerap dipakai juga untuk pembelian tiket-tiket pertunjukan yang dijual online.

Namun ternyata benar saja, Piala Dunia ini betul-betul full animo. Ubai yang sudah antri masuk ke website 2 jam yang lalu saja, antriannya masih terpaku di titik tengah. Saya yang barusan ikut ngantri, nanar menatap layar HP saya. Sudah 15 menit mengantri, tidak bergerak juga tuh indikator antrian. Lepas 1 jam perjalanan sampai rumah pun, baru bergerak kira-kira 15 persen. “Wah bisa 6 jam lebih nih ngantri..”, demikian pikir saya.

Sistem antrian masuk me website penjualan tiket

Dan betul juga, sampai jam 10 malam, tiga jam setelah masuk antrian, indikator antrian mencapai separuhnya. Berarti kira-kira tiga jam lagi, atau jam 1 malam saya akan masuk ke website pembelian tiket. Sementara Ubai seperti perkiraan memang membutuhkan waktu 4 jam mengantri sebelum masuk ke dalam website. Dan dia mengabari kalau dia akhirnya berhasil mendapatkan tiket pertandingan 3-4 di St. Petersburg seperti yang saya punya, dan tiket perempatfinal di Nizhny Novgorod. Alhamdulillah.

Berbekal informasi itu, saya putuskan untuk tidur, dan memasang alarm pada pukul jam 12 malam, yang kira-kira satu jam sebelum perkiraan saya bisa masuk website.

Alangkah terkejutnya saya kemudian saat terbangun pada jam 12 malam, di layar HP saya terdapat notifikasi bahwa waktu saya untuk membeli tiket sudah habis! Alamak! Ternyata waktu saya masuk ke website terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan. Bisa jadi tiket sudah banyak yang habis, sehingga pengantri pun sudah semakin sedikit. Wah berabe kalau kehabisan!

Jadi kemudian saya langsung login lagi ke sistem antrian. Dan benar juga, hanya dalam kurang satu menit saya sudah bisa masuk ke website. Tanda orang yang mengantri sudah tinggal sangat sedikit. Tapi begitu pula dengan ketersediaan tiket. Hampir semua venue dan partai sold out. Untung saja saya masih bisa membeli partai perempatfinal di Nizhny Novgorod, walaupun saya harus beli Category 1, yang paling mahal, seharga USD365, atau sekitar 5 juta rupiah per tiket! Tapi untungnya kan anak istri saya bukan penggemar sepakbola, jadi saya putuskan untuk beli 2 tiket saja. Mahal bok!

Tiket Parta Semifinal sudah ludes!

Tapi tak apalah, yang penting saya dan Ubai sekarang sudah mengantongi tiket Piala Dunia untuk partai yang sama. Jadi Insya Allah impian kita untuk menyaksikan partai putaran final Piala Dunia akan terwujud. Aamiin.

Kita lanjutkan cerita Menuju Piala Dunia 2018 Senin depan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s