Pertandingan Tidak Penting

Kemarin sebelum pertandingan perebutan gelar juara ketiga Piala Dunia 2018, terjadi perdebatan di lini masa Twitter.

Penyebabnya, salah satu akun pembawa acara sepakbola nasional Pangeran Siahaan (@pangeransiahaan), menuliskan kalau pertandingan antara Belgia dan Inggris ini adalah “Pertandingan paling gak penting”

Sontak, followers dan netizen twitter bereaksi.

Banyak yang protes dengan tweet tersebut. Menyebutkan partai ini baik untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk tampil. Ada juga yang beranggapan kalau hal ini adalah masalah martabat bangsa. Masa martabat bangsa dianggap nggak penting?

Tapi banyak juga yang sependapat. Karena memang tidak ada pengaruhnya bagi tim yang bertanding. Kalau sudah kalah di semifinal, mungkin bagi para pemain lebih baik cepat pulang kampung, lebih cepat berlibur untuk memulihkan kondisi.

Pangeran pun menyitir komentar pelatih Belanda, Louis Van Gaal di tahun 2014, yang menyebutkan “Tempat ketiga tidak penting”. Walau demikian, Belanda bermain bagus dan mengalahkan tuan rumah Brazil untuk menjadi Juara Ketiga.

Memang sih, memenangkan pertandingan perebutan tempat ketiga tidak memberikan manfaat apa-apa kepada tim yang bertanding. Well, mungkin medali juara ketiga bisa jadi kenang-kenangan buat pemain untuk cerita ke anak cucu. Tapi dari sisi rekor sejarah, jarang ada yang ingat siapa juara ketiga Piala Dunia. Hampir tidak ada kebanggaan, terkecuali mungkin tim yang sedari awal tidak berambisi menjadi juara dunia. Jadi juara ketiga merupakan “gelar” yang maksimum dicari.

Jadi, banyak pengamat sepakbola yang menyebutkan ini akal-akalan dari FIFA saja untuk menambah pemasukan.

Bisa jadi begitu. Tapi bagi saya pribadi, pertandingan kemarin tetap memiliki arti penting bagi saya.

Pertama, bagi fans sepakbola yang pertama kali datang ke Piala Dunia, partai ini adalah partai yang paling besar kemungkinannya untuk mendapatkan tiket. Saya mendapatkannya pada saat random selection phase beberapa bulan lalu.Atau hasil lotere. Jadi kalau partai ini tidak ada, mungkin akan lebih sulit bagi saya untuk mendapatkan tiket.

Kedua, setelah impian saya menyaksikan Partai Piala Dunia terwujud di Nizhny Novgorod, kemarin adalah momen spesial bagi saya, karena seluruh keluarga saya dapat ikut menyaksikan. Mendapatkan tiket di fase lotere memungkinkan saya untuk memilih tiket dengan harga termurah, dan mengajak seluruh keluarga. Alhamdulillah.

Ketiga, siapa sangka kalau pertandingan kemarin saya bisa menyaksikan secara langsung tim favorit saya Inggris?

Saat berjuang mencari tiket Piala Dunia 2018, kita seperti membeli kucing dalam karung. Karena berbeda dengan partai penyisihan grup, kita hanya dapat membeli tiket partai tanpa mengetahui tim mana yang akan bermain. Tergantung hasil pertandingan yang akan berjalan. AKarena tiket sudah dibeli berbulan-bulan sebelumnya.

Tadinya saya berharap untuk menyaksikan Inggris di partai semifinal di St. Petersburg. Apa daya, Inggris tidak tampil sebagai juara grup, sehingga pindah ke bracket lain yang partai semi final nya di Moscow.

Jadi ini sebuah blessing in disguise. Kekalahan Inggris di semi final dari Kroasia kemarin membuat kita bisa menyaksikan Kane, Rashford, Lingard dan kawan kawan dari dekat!

Tapi memang kalau mau jujur, atmosfir pertandingan kemarin berbeda dengan pertandingan perempat final dan semifinal.

Yang paling nyata adalah dukungan supporter. Selepas masuk ke dalam Gate pemeriksaan, perbedaan suasana sudah terasa. Suasana karnaval sepakbola lebih tidak terasa dibandingkan partai perempatfinal dan partai semifinal. Gerombolan pasukan pendukung dengan atribut bendera dan jersey tidak terlalu nampak.

Masuk ke dalam stadion apa lagi. Die-hard supporter Inggris yang pada saat semifinal begitu banyak dan nyaring suaranya memenuhi Luzhniki Stadium, kemarin hanya tersisa setengah tribun selatan stadion.

Memang “God Save The Queen” masih sesaat berkumandang. Atau dentuman drum yang diakhiri dengan seruan “England!!”. Namun intensitas nya sudah sangat jauh berkurang.

Mungkin ada benarnya dengan pemberitaan kalau banyak supporter Inggris yang memilih “coming home” dan menjual tiketnya daripada menyaksikan partai ini.

FIFA memang menyediakan fasilitas untuk menjual kembali tiket melalui situs resmi FIFA secara online (dengan sedikit komisi). Nanti apabila tiket ada yang membeli, penjual akan diberitahukan melalui email dan uang sisa penjualan tiket akan ditransfer balik ke rekening kartu kredit.

Akibatnya partai kemarin memang terkesan lebih seperti pesta hiburan. Supporter yang datang lebih banyak casual football fans daripada die-hard fans. Ya, nggak usah jauh-jauh, anak istri saya contohnya.

Yang paling mencolok juga adalah banyaknya penonton tuan rumah. Mereka memenuhi segala penjuru stadion. Dugaan saya mereka inilah sebagian besar yang membeli tiket-tiket yang dijual kembali oleh para die-hard supporter.

Lucunya beberapa dari supporter tuan rumah ini mengkomando seluruh penonton untuk mengumandangkan chant mereka yang sedang heits:

“Ro-si-ya!! Ro-si-ya!! 🇷🇺 ”

Sontak seluruh isi stadion ikut chanting. Bagi kami yang sudah 10 hari di Russia, ini merupakan wujud apresiasi kami kepada tuan rumah yang sudah menyelenggarakan Piala Dunia dengan begitu baik. Mereka telah menyambut semua tamu dengan ramah tanpa perduli kewarganegaraan. Well done, Russia!

Beberapa menit setelah pertandingan berjalan, beberapa orang juga menginstruksikan penonton untuk melakukan mexican wave. Suatu inisiatif yang disambut oleh seluruh penonton, kecuali para die-hard supporters dari Inggris. “Apaan sih ini? So lame”, mungkin begitu pikiran mereka. Haha.

Saya jadi ingat kejadian di pagi hari, saat saya mengunjungi museum Hermitage. Saat itu saya melihat banyak sekali turis-turis dari Cina daratan yang mengenakan Fan ID. Jumlahnya banyak sekali. Dugaan saya mereka mengikuti paket wisata ke Russia yang di bundle dengan tiket menonton pertandingan 3-4.

Hal ini bisa jadi salah satu alasan kenapa FIFA tidak akan menghapuskan “partai tidak penting ini”. Ini bisnis yang bagus, sekaligus memberikan akses termudah bagi casual football fans untuk ikut dalam kemeriahan Piala Dunia tanpa harus bersusah payah. Info saja, harga tiket Final Piala Dunia sudah mencapai 40-50 juta rupiah!

Jadi memang bisa dimaklumi kalau atmosfir pertandingan di stadion tidak se-intens partai-partai sebelumnya.

Tapi kalau ukurannya adalah untuk hiburan, partai kemarin cukup berhasil. Pertandingan berjalan lumayan seru dengan cukup banyaknya peluang yang tercipta. Saya dan keluarga sangat terhibur menyaksikan kualitas kelas dunia yang ditampilkan Eden Hazard dalam mengobrak abrik pertahanan Inggris.

Walaupun di babak kedua Inggris lebih menguasai ball possession, tapi Inggris tidak memiliki seorang Hazard, yang sanggup menusuk langsung ke jantung pertahanan dalam serangan balik kilat. Atau DeBruyne yang terlihat effortless dalam mengatur permainan, mengolah bola dan memberikan umpan-umpan terarah.

Hanya Loftus Cheek dan Jesse Lingard yang terlihat berani menusuk kotak penalti untuk menciptakan peluang bagi Inggris. Tapi tanpa penyelesaian akhir yang klinis, Inggris harus menerima kenyataan mengakhiri Piala Dunia Russia dengan kekalahan.

Terbersit rasa kecewa memang di hati. Tapi itu tidak berlangsung lama.

Melihat istri dan dua anak saya ikut bergembira menyaksikan partai sepakbola (yang bukan merupakan kegemaran mereka) dalam stadion yang nyaman benar-benar menghibur kekecewaan. Ini anugerah yang luar biasa.

Apalagi saat kita keluar dari stadion, rombongan kita yang membawa bendera Indonesia disambut hangat oleh para penonton dari Russia. Berulang kali kami diajak berfoto bersama mereka dengan supporter lain dari manca negara. Kita melebur bersama dalam semangat kebersamaan sepakbola.

Semua terhibur, semua bahagia.

Dan mungkin itulah tujuan dari “partai tidak penting” ini. Hiburan bagi kita semua. Karena esensinya, memang olahraga adalah hiburan bagi jiwa raga kita yang letih.

Untuk itu, terima kasih FIFA, terima kasih sepakbola!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s