New York, New York

Walk, Train, Taxi? Same drama

Malam pertama sampai ke New York, kami menyalakan TV di kamar hotel. Empat berita pertama yang kita saksikan:

  • “1 old man killed in Jersey”
  • “3 young ladies died of crash after hitting truck from behind”
  • “NFL CB died outside of club from stabbing”
  • “Father and daughter caught in CCTV for assault of pedestrian”

Oh My God. What happened to this city? Penuh drama dan kekacauan. Nggak heran kalau Gotham City terinspirasi oleh New York. Dan Batman dilahirkan untuk memerangi itu semua.

Hotel kami terletak di tengah Times Square. Pusat keramaian. Dan memang benar-benar ramai.

Times Square
Broadway

New York di penghujung tahun terasa sekali festive-nya. Ribuan mungkin jutaan turis datang ke Big Apple. Yang turis lokal ataupun internasional seperti kami. Jalanan penuh kemruyuk dengan orang. Mobil berjejal macet sambil menyuarakan klakson. Suara sirine mobil dan ambulance bersahut-sahutan. Sampai tengah malam layar LED iklan raksasa tetap berbinar terang. Tak heran Frank Sinatra menyanyikan dalam syairnya, “the city that never sleeps..

Concrete Jungle
Manhattan Bridge

Beraktifitas pagi sampai malam di kota ini menghabiskan banyak energi. Suhu udara yang dingin membuat kita ingin bergegas sampai tujuan. Kadang dalam bersesakan, orang saling dorong, saling serapah.

Ingin rasanya menyewa Uber untuk menghemat energi dan mencari ruang pribadi. Namun harganya mahal tidak kepalang. $20-30 untuk perjalanan singkat. Dan masih tidak menjamin lebih cepat sampai karena kemacetan.

Sementara menaiki New York Subway Train juga tidak kalah drama. Pada kunjungan pertama kita sudah dikejutkan oleh teriakan seorang komuter disabel. Ia merasa tidak dihormati oleh komuter lain yang menyuruhnya bergegas. Menambah rasa mencekam suasana peron dan stasiun yang tua dan temaram. Suara rel baja bergesek bising saat kereta datang. Dan seketika hening saat menghilang. Terbersit dalam ingatan adegan-adegan film yang direkam di sini. Kejar-kejaran. Tembak-tembakan. Pengintaian. Pembunuhan.

Subway Station

Beberapa hari di sini, tidak terbayang rasanya menjadi salah seorang penghuni tetapnya. Yes, New York has so many things to offer. Many of world’s best restaurants. Best hotels. Best attractions. Best shows. And many other “Best” and “Elite” status.

But personally for me, I think I need more breathing space.

Yes, I want to Exit this city

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s