Perjuangan Rise of Resistance

Keluarga saya di Galaxy Edge

Kemarin adalah hari yang sudah saya rencanakan sejak awal tahun. Kalau untuk istri saya, daya tarik utama liburan kali ini adalah melihat kota New York di musim dingin, bagi saya adalah mengunjungi Star Wars’ Galaxy Edge di Disney World.

Star Wars Galaxy Edge merupakan kompleks atraksi terbaru di Disney’s Hollywood Studios, salah satu theme park Disney World di Orlando, Florida. Baru dibuka di bulan Juni 2019 ini, Galaxy Edge sudah menjadi destinasi favorit di Disney World. Apalagi setelah film terakhir Skywalker saga, The Rise of Skywalker, dirilis.

Disney Hollywood Studios

Atraksi ini menjadi salah satu bukti kemampuan Disney dalam memanfaatkan intellectual property yang mereka miliki. Sejak membeli hak cipta Star Wars dari penciptanya, George Lucas, Disney aktif mengembangkan lisensi Star Wars. Selain melanjutkan trilogi Skywalker saga, Disney juga telah memproduksi film spin-off Star Wars Universe, Rogue One (fantastic movie) dan Solo. Bahkan telah merambah ke dunia streaming dengan Mandalorian TV series nya. Dan kini, Galaxy Edge. Luar biasa. Saya kira Disney sudah balik modal.

Jadi sebagai fans berat Star Wars, kunjungan ke Galaxy Edge ini benar-benar hal yang saya nantikan. Begitu pula untuk Rafif, anak saya, yang sudah sukses diturunkan gen Jedi-nya ☺️

Tips dari Seorang Kawan

Kami beruntung, saat baru sampai ke Orlando janjian bertemu dengan keluarga bekas teman kantor saya, Dandy Pandi. Ini sudah kali ketiga Dandy sekeluarga main ke theme park di Orlando. Sudah khatam Disney World bolak balik dia. Jadi dari mereka kami mendapatkan tips untuk berkunjung ke Galaxy Edge ini.

Bertemu keluarga Dandy di Outlet Orlando. Thanks for the tips bro!

Salah satunya adalah: datang sepagi mungkin. Kalau bisa sebelum theme park buka. Apa pasal?

Di tanggal 9 Desember lalu, Disney baru membuka wahana terbaru mereka di Galaxy Edge. Namanya “Rise of Resistance“. Wahana ini mengajak pengunjung ikut serta di dalam skenario pertunjukan. Ceritanya pengunjung adalah new recruit dari Resistance, gerombolan pemberontak yang melawan kekejaman First Order di bawah Kylo Ren. Dalam perjalanan, pesawat mereka dicegat oleh patroli First Order, dan mereka ditawan di kapal luar angkasa milik First Order, untuk nantinya dibebaskan oleh para pahlawan dari kubu Resistance. Seru kan?

Hanya saja, jumlah pengunjung yang dapat mengikuti wahana ini sangat terbatas. Pengunjung harus mendaftar dulu ke dalam boarding groups melalui virtual queue yang hanya bisa dilakukan melalui Disney Park app. Dan hanya bisa mendaftar kalau sudah berada di dalam park. First come, first serve. Cepet-cepetan. Oleh karenanya datang sepagi mungkin sudah jadi keharusan kalau tidak mau kehabisan. Bahkan kalau bisa sebelum park buka.

Datang dan Antri Pagi-pagi

Mengikuti saran Dandy pun kami bangun pagi-pagi. Jam 6 pagi kami sudah jalan ke Hollywood Studio. Karena park buka jam 7 pagi. Jam 06.20 sudah sampai di depan pintu masuk. Dan masya ampun, gerbang masuk sudah penuh dengan ribuan orang. Baru kali ini lihat orang bule sebanyak itu bangun pagi-pagi buta. Betul, masih gelap. Secara waktu shalat subuh di Orlando baru jam 06.10.

Untungnya kami sudah berkunjung ke Magic Kingdom dua hari yang lalu. Jadi tidak harus tukar tiket lagi. Bisa memperlambat waktu kami masuk. Tapi tetap saja, saat kami sudah berhasil melewati antrian panjang untuk masuk dan pemeriksaan tas, di dalam Hollywood Studio sudah penuh dengan ribuan orang. Dan hampir semuanya menuju Galaxy Edge!

Antrian masuk Hollywood Studios pagi-pagi buta
Baru kali ini lihat kemruyuk pagi-pagi

Karena belum shalat subuh, kami menyempatkan mencari tempat duduk yang sepi dan shalat dulu. Baru kemudian ikut bergabung dengan ribuan Star Wars freak yang rela bangun pagi-pagi, dan menunggu di depan gerbang Galaxy Edge.

Galaxy Edge belum dibuka. Terdengar suara announcer yang mengatakan pintu baru akan dibuka jam 7 pagi. Begitu pula sistem antrian untuk Rise of Resistance.

Saya sudah siap dengan iPhone di tangan. Sejak diberitahu Dandy, app Disney sudah saya download. Nomor tiket kami pun sudah terhubung manis dengan app-nya. Tinggal siap-siap memencet tombol “Join Boarding Group” saat antrian virtual dibuka.

Tampilan layar virtual queue Rise of Resistance

Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Mata saya nanar melihat layar HP yang tak kunjung memperlihatkan tombol “Join Boarding Group” menyala.

Sementara itu Aya agak panik mengabari beberapa keluarga sekitar kita sudah ada yang berhasil join Boarding Group. Tampaknya konektifitas internet HP kami yang lelet. Kalah cepet dengan yang lain.

Akhirnya setelah beberapa menit mencoba, saya berhasil join boarding group. Tapi karena kalah cepat, boarding group yang kami dapat nomor 147. Sementara informasi di app Disney mengatakan bahwa group 125 ke atas hanya akan dipanggil apabila ada group lain yang batal, atau pihak pengelola park memutuskan untuk membuka boarding group lebih banyak. Jujur, sempat sedih. Seperti patah hati. Jauh-jauh ke Orlando kok tidak bisa ikut wahana paling heits ini.

Rafif berusaha menghibur, “I’m happy enough to be here in Galaxy Edge

And I think he is absolutely right. It is already a priviledge to be here.

Dan ternyata berdasarkan informasi staff Disney yang membimbing kami masuk ke Galaxy Edge, “there is good chance” lebih dari 125 boarding group dipanggil hari ini. Diutarakannya, seperti hari-hari sebelumnya pihak pengelola berusaha untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin pengunjung untuk ikut. Walaupun mereka enggan memberikan jaminan bahwa kami pasti akan dipanggil, informasi ini sudah membesarkan hati.

Galaxy Edge yang Memukau

Kami pun bergegas masuk ke Galaxy Edge dan ikut masuk antrian atraksi lain yang tak kalah populer: Smugglers Run. Ini adalah daya pikat utama Galaxy Edge sebelum Rise of Resistance dibuka. Dalam atraksi ini pengunjung berkesempatan untuk masuk dan “terbang” di dalam Millenium Falcon, pesawat luar angkasa milik Han Solo yang sudah jadi ikon Star Wars sejak tahun 1977.

Antrian Smugglers Run di Galaxy Edge

Atraksi Smugglers Run berada di ujung paling belakang kawasan Galaxy Edge. Tapi antrian masuk ke dalamnya sudah mengular sejak gerbang masuk kawasan. Berkelok-kelok. Berputar-putar. Bahkan sampai melewati kawasan Toy Story yang berada di sebelahnya.

Namun berkat dibuatnya jalur antrian melintasi kawasan ini, kita jadi dapat mengamati Galaxy Edge secara lebih dekat. Secara kita berdiri mengantri hampir dua jam. Baru kita sadari betapa Disney berhasil mereplikasi dunia Star Wars menjadi realita yang bisa dilihat, disentuh dan dinikmati penggemarnya.

Rafif dan Aya di tengah marketplace yang menjual segala macam pernak pernik Star Wars
Akhirnya bisa minum Star Wars Blue Milk yang legendaris ☺️

Konsisten dengan Star Wars Universe, kawasan ini dinamai sebagai Black Spire Outpost. Berada di planet Batuu. Memang bukan merupakan kawasan yang ada di film-film. Kawasan rekaan khusus untuk theme park. Tapi bagi para fans Star Wars, saat melihat kawasan ini pertama kali pasti akan langsung terbayang Mos Eisley Spaceport di Episode IV. Atau tempat tinggal Maz Kanata di planet Takodana dari Episode VII. Begitu pun detil sekeliling. Mulai dari arsitektur bangunan, kostum para petugas, sampai dengan ornamen mirip dengan yang di film. Bahkan alphabet di kawasan ini menggunakan Aurabesh, huruf di film Star Wars. Keren kan?

The coolest Diet Coke package ever

Sadar akan popularitas atraksi Star Wars ini, tampaknya Disney sudah memperhitungkan bahwa akan terjadi antrian cukup panjang. Secara kreatif mereka membuat aktifitas interaktif yang bisa dilakukan pengunjung sambil mengantri. Dan ini terintegrasi dengan Disney app tadi. Contohnya adalah saat mengantri di sekitar Millenium Falcon, kita diminta untuk mencari QR code yang terdapat di peti-peti ornamen sekitar jalur antrian. Ceritanya kita sedang membantu kelompok penyelundup mencari peti berisikan obat-obatan untuk pejuang Resistance. Mbak Aya yang sangat menikmati dengan mengikuti aktifitas ini.

Aya asyik berinteraksi dengan Disney App dalam antrian

Smugglers Run dan Star Tours

Akhirnya setelah dua jam mengantri, kita pun naik Smugglers Run. Wahananya seru sekali. Dan pengunjung juga diajak berinteraksi sesuai dengan peran yang diberikan. Ada yang jadi pilot (duduk paling depan), gunner (duduk di tengah) dan engineer (duduk di belakang). Saya kebagian peran jadi gunner. Kerjaannya pencet tombol di samping untuk menembak pesawat musuh di depan. Well, whatever you do gak bakal mempengaruhi hasil akhir sih. Millenium Falcon nya pasti selamat dan menang, setelah melalui penerbangan yang mendebarkan. Yang jelas, sensasi duduk di dalam kokpit “the piece of junk” sambil tancap gas di hyperdrive betul-betul tak terlupakan. 12 parsecs anyone?

Muka bahagia usai menaiki Smugglers Run

Selesai Smugglers Run, kami melanjutkan petualangan di Galaxy Edge dengan naik Star Tours.

Nah Star Tours ini sebetulnya adalah atraksi lawas. Saat pertama kali saya ke Disneyland tahun 1999 pun, Space Tour sudah sempat saya coba. Dulu, Disney belum memiliki Star Wars. Star Tours pun karakternya robot rekaan Disney sendiri. Saya sempat membayangkan waktu itu, “alangkah kerennya kalau Star Tours ini memakai karakter dari Star Wars”

Guess what? Itulah yang terjadi sekarang.

Malah saya dikejutkan karena karakter dan skenario yang ada di Star Tours saat ini sudah sangat updated dengan film Star Wars terbaru. Accidentally piloted by C3PO, Star Tours bahkan membawa kita ke Kef Bir dan Exogol. Planet-planet yang hadir di “Rise of Skywalker“. Lengkap pula dengan karakter Lando Carissian seperti yang kembali hadir di film Star Wars terakhir tersebut. I was pleasantly surprised dan sangat happy bisa bernostalgia naik Star Tour sesuai dengan bayangan saya 20 tahun silam.

Kebahagiaan kemudian bertambah melihat informasi di Disney app saya. Waktu menunjukkan jam 12.30 siang, dan boarding group Rise of Resistance sudah menunjukkan group 75 yang berangkat. Hitung-hitungan saya, kalau sudah sampai jam 1 sudah lebih dari 75 boarding group (separuh dari nomor boarding group kita), besar kemungkinan group kita akan terangkut.

Dan benar saja, sore hari sekitar jam 5 sore, notifikasi di app muncul. “Your boarding group has been called. Please come to the boarding area on 7.27 PM.” Horeeee!

Konfirmasi Boarding Rise of Resistance

Cuman memang masih harus menunggu sampai jam 7.27 malam.

Tapi tak mengapa. Karena berada di Galaxy Edge tidak akan kurang kerjaan bagi fans Star Wars. Kita bisa foto-foto. Banyak replika pesawat dan droid yang bisa diajak foto. Bisa bertemu First Order Trooper yang rajin patroli.

“You’re not the Jedi we’re looking for”

Kalau punya duit banyak, bisa berkunjung ke Lightsaber Workshop dan Droid Workshop untuk bawa oleh-oleh mahal. Ya itu, lightsaber seharga USD200, atau customized BB or R2 droid seharga USD100 lebih.

Lightsaber Workshop

Kalau saya sih memilih untuk belanja juga, tapi souvenir yang terjangkau. Seperti gantungan kunci, kaos atau magnet. Bagus-bagus kok! *menghibur diri*

Bagus kan pin tas saya?

Di luar Galaxy Edge sebetulnya Disney Hollywood Studios juga menawarkan banyak atraksi tematik lain. Ada Toy Story park, Indiana Jones dan yang akhirnya saya coba: Aerosmith Rock n Roll Coaster. Wahana roller coaster yang seru banget. Ngebut naik, turun, koprol dengan iringan lagu “Dudes Look Like A Lady” nya Aerosmith yang membuat saya ikut teriak bernyanyi. Sekalian melepas tegang. Pengalaman yang mengasyikkan, walaupun saya dan Rafif harus mengantri 1,5 jam lebih untuk naik. Lumayan lah buat menghabiskan waktu sambil menunggu Rise of Resistance.

Saya di depan gerbang Aerosmith Rock n Roll Coaster

Akhirnya, Called for Boarding!

Dan akhirnya memang jam 7.27 malam kita akhirnya diperbolehkan masuk antrian Rise of Resistance. Masih harus mengantri sekitar 15 menit sebelum masuk ke dalam atraksi. Jalur antrian terasa seperti masuk ke dalam markas Resistance. Penuh dengan replika seragam, senjata ataupun peralatan yang kita sering lihat di film. Dekor interiornya sebetulnya mengingatkan saya dan Rafif dengan markas Rebellion di planet Hoth. Hanya ini berbatu, tidak bersalju. Terlihat otentik, dan membangun suasana sebelum masuk ke atraksi yang kita sudah tunggu-tunggu seharian.

Rafif senang mengamati light board yang biasa muncul di film-film Star Wars. Ini di antrian masuk Rise of Resistance

Was it worth the wait?

Oh yes.

Simply, that was the best ride ever in any theme parks I ever had.

Kita seakan-akan benar-benar berada di dalam movie set. Bisa merasa seperti berada di dalam hanggar Star Destroyer. Lengkap dengan barisan First Order trooper yang seragamnya mengkilat. Jendela besar memandang kegelapan luar angkasa namun penuh dengan pesawat berterbangan.

Ditangkap oleh Kylo Ren dan General Hux. Untuk kemudian dibebaskan Rey, Poe dan Finn. Gabungan antara animatronics dan audio visualnya sangat meyakinkan.

Puncaknya, di akhir atraksi ada thrilling rides. Kita dibawa naik kereta yang dikejar-kejar oleh First Order melewati hanggar AT-AT. Menegangkan dan mengasyikkan. Sulit untuk menceritakannya. Untungnya saya merekam hampir keseluruhan atraksi. Tunggu, nanti saya buat vlog-nya.

Tapi yang jelas, perjuangan Rise of Resistance kami berhasil. It’s definitely worth it to wake up and go early. Alhamdulillah for everything.

Sekeluarga saat park sudah mau tutup
Di Galaxy Edge
My young padawan. The force is strong with him
Han Solo or Poe Dameron. Your choice 😝
The boy was happy to go home with his dream book: Star Wars Art, featuring classic arts from Ralph McQuarrie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s