Prediksi Piala Dunia 2014 yang 50% Akurat

Semifinalis Piala Dunia 2014
Semifinalis Piala Dunia 2014

Tanpa terasa, Piala Dunia 2014 sudah sampai ke Babak Semi Final. Sejauh ini, Piala Dunia Brazil 2014 merupakan salah satu Piala Dunia yang paling seru, penuh gol dan kejutan. Argentina, Brazil, Belanda dan Jerman akhirnya menjadi empat negara yang melaju ke babak empat besar. Siapa yang akan maju ke final?

Sambil menikmati masa tenang Pemilu Presiden Indonesia 2014, saya akan mengevaluasi hasil prediksi Piala Dunia 2014 yang sudah saya tulis 1 bulan yang lalu, sekaligus nanti menyampaikan prediksi baru saya dengan menggunakan metode analisis yang sama.

Hasil Prediksi Babak Fase Grup

Oke coba kita lihat dulu keberhasilan prediksi saya di babak fase grup.

Prediksi vs Kenyataan Fase Group
Prediksi vs Kenyataan Fase Group

Ternyata prediksi dari hasil analisis teknikal saya memiliki ketepatan yang lumayan, yakni 50%. Saya berhasil memprediksi satu tim untuk lolos dari masing-masing grup. Tidak lebih tidak kurang. Jadi setengah perkiraan saya meleset. Belanda yang tidak saya prediksi untuk lolos fase grup, justru tampil menawan dan memuncaki klasemen Group B. Spanyol, sang juara bertahan, yang saya prediksi akan tanpa kesulitan lolos ke babak berikutnya, tanpa diduga kandas dengan tragis.

Tapi paling tidak prediksi saya mengenai tim favorit saya, Inggris, tepat sasaran. Wayne Rooney dan kawan-kawan pulang kampung dengan cepat (hehehe).

Hasil Prediksi Babak 16 Besar sampai Perempat Final.

Oke, coba sekarang kita lihat prediksi di babak selanjutnya:

Prediksi vs Kenyataan Babak 16 Besar dan Perempat Final
Prediksi vs Kenyataan Babak 16 Besar dan Perempat Final

Ternyata pada babak 16 Besar dan Perempat Final, tingkat akurasi ketepatan analisis saya juga sama persis dengan babak sebelumnya: 50%. Lumayan lah. Kejutan utama tentunya adalah tim Costa Rica yang berhasil lolos dari grup maut yang dihuni oleh tiga tim bekas juara dunia (Italia, Inggris dan Uruguay), dan kemudian malah melaju sampai perempat final. Sayang, kemudian langkahnya harus terhenti di kaki tim oranye Belanda.

Partai Semifinal secara esensi sama dengan prediksi yang saya buat: dihuni oleh empat tim besar, dua dari Eropa, dua dari Amerika Selatan. Namun bedanya, sementara saya tepat memprediksikan dua tim Amerika Selatan sebagai penghuni 4 besar: Brazil dan Belanda, prediksi saya meleset pada tim-tim Eropa. Memprediksikan Perancis dan Spanyol untuk berada di semifinal, ternyata tim spesialis turnamen Jerman, dan finalis Piala Dunia 2010 Belanda yang menggantikan mereka. Lagi-lagi ketepatan prediksi saya exactly 50%.

Prediksi Partai Final

Nah sekarang tergantung Anda, apakah Anda selalu melihat gelas sebagai setengah penuh atau setengah kosong. Dengan kata lain, apakah Anda melihat ketepatan prediksi 50% sebagai hal yang baik atau buruk. Kalau Anda anggap buruk, tidak perlu membaca ulasan saya selanjutnya. Namun, kalau Anda menganggap hal ini sebagai hal yang baik, silahkan untuk membaca prediksi saya untuk partai final, dengan menggunakan analisis teknikal yang sama:

Brazil vs Jerman: Brazil Lolos ke Final

FIFA Match Database menunjukkan Brazil sebagai pemenang dari partai ini. Berdasarkan data historis, Brazil unggul dalam 12 laga, dibandingkan dengan Jerman yang hanya unggul di 4 laga. Jerman tampaknya harus masih menunda niat balas dendam kekalahan mereka di final Piala Dunia tahun 2002.

Brazil vs Germany Fifa Match Database
Brazil vs Germany
FIFA Match Database

Secara fundamental, memang Jerman diuntungkan karena Brazil akan tampil tanpa Neymar dan Thiago Silva, yang cedera dan akumulasi kartu kuning. Namun faktor tuan rumah, bermain di depan jutaan pendukungnya yang fanatik sepertinya masih menjadi sumber kekuatan Brazil dalam partai ini.

Argentina vs Belanda: Belanda Lolos ke Final

Nah ini dia, lolosnya Belanda dari Group B, yang di luar prediksi saya ternyata ‘mengacaukan’ prediksi awal saya yang menjagokan Messi dan Argentina sebagai juara dunia. Rekor pertemuan Argentina melawan Belanda ternyata tidak bagus. FIFA Match Database menunjukkan Belanda lebih unggul dalam rekor head-to-head. Belanda unggul 4 kali dibandingkan Argentina yang unggul hanya 1 kali. Kendati kalau mungkin masih ada yang ingat, satu-satunya kemenangan Argentina atas Belanda adalah saat Mario Kempes dkk menghancurkan impian total football yang dipimpin oleh Johan Cruijff saat final Piala Dunia 1978 di Argentina.

Argentina vs Belanda FIFA Match Database
Argentina vs Belanda
FIFA Match Database

Secara fundamental memang Argentina tidak diuntungkan karena tidak tampilnya Angel di Maria di partai semi final nanti. Mengalami cedera paha saat menghadapi Belgia, winger Real Madrid ini padahal merupakan harapan Argentina untuk menusuk pertahanan lawan, terutama saat Lionel Messi dijaga ketat.

Apakah ini berarti Messi akan kembali gagal meraih Piala Dunia?

Saya pribadi masih mengharapkan Messi untuk menyamai prestasi Maradona. Messi adalah pesepakbola yang paling berbakat dan paling hebat saat ini di muka dunia (dan mungkin among the best ever), rasa-rasanya sangat tragis apabila karir Messi tidak dihiasi dengan raihan Piala Dunia (Well, mungkin fans sepakbola Belanda juga tidak dapat menerima argumen ini. Toh Johan Cruijff juga tidak pernah meraih trofi Piala Dunia.)

Oke, mari kita tetap berpegang pada hasil analisis teknikal. Jadi final Piala Dunia tahun ini adalah: Brazil vs Belanda. Bagaimana prediksinya?

Final Piala Dunia: Brazil vs Belanda

Prediksi Final Piala Dunia 2014: Brazil vs Belanda
Prediksi Final Piala Dunia 2014:
Brazil vs Belanda

Pertemuan Brazil melawan Belanda merupakan pertemuan dua tim besar yang kontras prestasinya di Piala Dunia. Brazil, adalah pemenang 5 kali Piala Dunia. Negara terbanyak yang memenangkan Piala Dunia dalam sejarah. Sedangkan Belanda, mungkin adalah spesialis tim runner-up Piala Dunia. Tercatat sudah 3 kali Belanda gagal di partai final: di tahun 1974, 1978 dan terakhir di Piala Dunia 2010 di Amerika Selatan.

Menilik FIFA Match Database, hasilnya menarik: kedua tim sama kuat. Bahkan sampai ke jumlah gol yang dicetak ke masing-masing gawang lawan. Dari 8 pertemuan, Brazil dan Belanda sama-sama menang 3 kali, seri 5 kali, dan sama-sama memasukkan dan kemasukan 15 gol.

Brazil vs Belanda FIFA Match Database
Brazil vs Belanda
FIFA Match Database

Yang menarik lagi, hal yang sama saya temukan saat saya memprediksi partai puncak Piala Dunia 2006 antara Perancis dan Italia. Kedua tim ini saat itu juga memiliki rekor head-to-head yang sama persis dengan Brazil vs Belanda: sama kuat. Saat itu saya memprediksikan pertandingan berjalan ketat, dan faktor pembeda yang dapat memempengaruhi hasil pertandingan adalah ada di diri pemain bintang Zinedine Zidane. Terbukti, hal tersebut benar adanya, kendati Zidane menentukan hasil pertandingan dengan hal yang tidak terduga: menanduk Materazzi.

Nah, kembali ke partai Brazil vs Belanda: apa yang akan menjadi pembeda? Mengingat Neymar, pemain bintang terbaik Brazil tidak akan tampil lagi di sisa pertandingan Piala Dunia? Apakah itu David Luiz, yang determinasinya sekuat pesona rambut kriwilnya? Atau Oscar, titisan Kaka yang menjadi pemain terbaik kedua setelah Neymar selama ini? Hulk?

Kalau saya dijinkan untuk menerawang, faktor pembeda di partai final kali ini adalah terletak di tangan Louis Van Gaal.

Pelatih tim oranye ini terbukti mampu membaca jalannya pertandingan dan tak segan melakukan penggantian formasi ataupun pemain yang sanggup merubah hasil pertandingan. Mengganti Robin Van Persie, top skor dan penyerang andalan Belanda, dengan Klaas Jan Huntelaar saat menghadapi Mexico mungkin bukan keputusan yang populer di saat Belanda tertinggal 0-1 dari Mexico. Namun terbukti Huntelaar berperan vital dalam terciptanya gol Sneijder untuk menyamakan kedudukan, dan kemudian sukses mengeksekusi penalti di akhir masa injury time yang membuat Belanda berbalik unggul dan mengandaskan Mexico 2-1.

Keputusan brilyan Van Gaal berikutnya baru saja kita lihat saat Belanda harus menghadapi adu penalti melawan Costa Rica di babak perempat final. Suatu keputusan yang kontroversial untuk mengganti Cillessen, kiper muda dari Ajax yang bermain sangat baik dalam 120 menit, dengan Tim Kruul yang sudah 2 bulan penuh lamanya tidak pernah berlaga di ajang kompetitif. Namun terbukti, keputusan berani Van Gaal ini berbuah manis: Tim Kruul berhasil memblok 2 tendangan penalti pemain Costa Rica, dan Belanda melaju ke final.

Oleh karenanya, bisa jadi di tangan Van Gaal, tahun 2014 akan mencatat sejarah baru: saat Belanda mengakhiri mimpi buruknya di final Piala Dunia, sekaligus menghancurkan mitos bahwa tim Eropa tidak pernah bisa untuk menjuarai Piala Dunia di tanah Amerika Selatan. Ironisnya, hal ini justru mengulangi sejarah kelam bagi tuan ruah Brazil: terulangnya tragedi Maracana saat mereka gagal menjuarai Piala Dunia, dikalahkan oleh Uruguay di kandang sendiri di tahun 1950.

Tapi jangan terlalu percaya juga, toh berdasarkan data historis ketepatan prediksi saya hanya 50%!  Wallahualam. Mari kita sama-sama saksikan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s