Inspirasi dari Seorang Jenderal Mantan Kopassus

Sore ini kantor kami kedatangan tamu istimewa. Seorang Jenderal mantan panglima Kopassus, yang juga menjabat sebagai Menko Bidang Kemaritiman: Bapak Luhut Panjaitan.

Sebagai seorang yang telah berusia 71 tahun, Pak Luhut terlihat masih sangat enerjik dan gagah. Mungkin berkat tempaan latihan mengangkat ransel dan beban 30 kg saat beliau jadi tentara elite Republik ini dulu.

Berbicara di depan leadershipteam bank internasional yang terdiri dari berbagai suku bangsa, Pak Luhut sama sekali tidak out of place. He speaks english very eloquently. Tapi sebagian besar sesinya disampaikan dalam bahasa Indonesia. Which is good, karena beliau dengan candid bercerita dengan campuran dialek Batak yang khas.

Tampil dengan topik pesanan seputar “Leadership and Change“, Pak Luhut mengambil angle dari pengalamannya sebagai prajurit. Kisahnya dari medan tempur saat beliau menyabung nyawa di Timor Timur, memang membuat kita merasa kecil. “Pertempuran” kita di kantor kok terasa sangat trivial. Komitmennya dalam membela Republik, tanpa pamrih dan tanpa mempertanyakan suku dan agama membuat kita bertanya komitmen kita kepada organisasi tempat kita bekerja. Mendengarkan pengalaman dan pelajaran hidup dari Pak Luhut selama satu jam banyak memberi inspirasi kepada saya dan teman-teman.

Pak Luhut adalah seorang yang sangat adaptif terhadap perubahan. Dulu dia adalah seorang prajurit korps elite Indonesia yang berspesialisasi untuk menghancurkan bangunan. Kini, perannya sangat bertolak belakang: menggenjot pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dan bagaimana bisa, dulu dia seorang yang dilatih menguasai peluru dan senjata, kini dikirim negara untuk mempengaruhi senat Uni Eropa dalam diplomasi soal ekspor minyak kelapa sawit.

Kuncinya menurut Pak Luhut adalah kemauan belajar dan kerja tim. Ia selalu membentuk tim yang berisi para spesialis. Kalau dulu pasukannya terdiri dari weapon specialist, demolition specialist dan medical specialist, kini ia dikelilingi oleh akuntan, analis dan insinyur lulusan Universitas terkemuka luar dan dalam negeri, yang membuat dia selalu dapat belajar hal baru, dan menyelesaikan tugas-tugas penting yang beranekaragam.

Seorang pemimpin bertugas untuk mempengaruhi tim multi spesialis ini bekerja sama untuk mencapai tujuan. Melalui bentukan organisasi yang simpel dan jelas. Dan dengan menjadi panutan (role model) bagi seluruh anggota timnya.

Mendengarkan Pak Luhut malam ini, terus terang sikap skeptis saya sebelumnya mengenai beliau, menjadi hilang. Saya tadinya berpikir jabatan Menko Bidang Kemaritiman adalah posisi yang dibuat-buat untuk beliau, hanya karena kedekatannya dengan Megawati.

Ternyata salah.

Sejumlah jabatan penting, mulai dari Dubes, Menteri Perindustrian, Menko Polkam ataupun Kepala Staf Kepresidenan yang pernah beliau jabat bukanlah tanpa dasar dan hasil main catur politik saja. Pengalaman beliau sebagai seorang prajurit elit Kopassus, yang dituntut untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat dalam kondisi tertekan, telah menempa Pak Luhut untuk bisa tidak hanya survive, tapi juga adaptif dan memenangkan pertarungan di mana pun beliau ditugaskan. Luar biasa.

Terima kasih inspirasinya Pak Luhut. Semoga kita semua bisa belajar dari pengalaman hidup Bapak dan tertular jiwa patriot untuk tidak pernah lelah mencintai Republik ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s