Mengejar Pertandingan ke Nizhny

on

Hari baru mulai beranjak pagi, namun Aya dan saya sudah harus kembali lagi ke Domodedovo Airport. Kali ini karena kami harus mengejar pertandingan perempat final Uruguay vs Perancis di Nizhny Novgorod.

Elok dan Rafif terpaksa ditinggal, karena pada saat pembelian tiket pertandingan ini, yang tersisa hanya yang Kelas I, yang harganya lumayan. Tapi tak apalah, mereka juga mungkin lebih senang ikut tur kota Moscow yang dijadwalkan hari ini.

Rombongan Ubai dan Andri pun akan ke Nizhny, tapi mereka beruntung mendapatkan tiket gratis kereta cepat. Karena paspor yang expiring, saya jadi terlambat untuk mengurus tiket gratis ini. Tapi tak apalah, asal masih tetap bareng nonton di Nizhny.

Perjalanan kami ke airport jaraknya cukup jauh, 51km dari apartment kita tempuh dengan Uber. Tapi perjalanan menjadi tidak terasa berkat sopir Uber kita bernama Ibrahim, berasal dari Tajkistan. Dia seorang muslim yang gemar mengajak kita mengobrol, walaupun harus melalui perantara aplikasi Google Translate. Sampai kadang khawatir karena dia lebih fokus memencet HP nya daripada melihat jalan ☺️

Begitu mengetahui saya berasal dari Indonesia dan seorang muslim, Ibrahim yang ramah menjadi semakin ramah dan chatty. Ia bercerita kesan dia terhadap Indonesia saat dia haji di Mekkah. Di sana dia bilang “orang Indonesia banyak sekali”. Waktu saya sampaikan bahwa umat muslim Indonesia adalah umat muslim terbesar di dunia dengan hampir 200 juta orang, ia terkejut kagum.

Tapi tidak di situ saja rasa terkejut Ibrahim kepada saya. Pertama dia terkejut kok saya bisa berbahasa inggris dengan baik. Saya jelaskan, di Indonesia bahasa Inggris diajarkan dari sekolah dasar. Anak-anak saya pun sudah bisa berbahasa inggris dengan lancar. Hal ini berbeda dengan Tajkistan yang tidak mengajarkan bahasa asing di sekolah. Pantes saja pada susah berkomunikasi ☺️

Dia juga terkejut kenapa saya jauh-jauh datang dari Indonesia untuk menyaksikan tim Perancis main.

Hahaha belum tahu dia. Indonesia itu masyarakat gila bola bung, walaupun bakatnya cuman jadi penonton. Dan kalau harus menunggu Timnas berlaga di Piala Dunia baru kita nonton, wah bisa-bisa kaga bakal kesampaian 😅

Yang terakhir, dia terkejut saat dia tahu kalau Aya itu anak, bukan istri saya. Wah berarti saya terlihat muda dong? Saya jadi ikutan terkejut, karena ini pertama kalinya ditanya seperti itu? Hahaha.

Spa-si-ba Ibrahim. Rahmat dan barokah Allah for you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s