Rangkuman Piala Dunia 2018: Statistik, Rekor dan Awards

Piala Dunia 2018 baru saja usai. Saya rasa kita layak menyematkan Piala Dunia Russia ini sebagai salah satu turnamen terbaik in modern years. Bukan hanya karena rerata gol yang cukup tinggi – 2.64 gol per pertandingan (hanya kalah 0.06 dari Piala Dunia Brasil, namun jauh lebih tinggi dari Piala Dunia 2006 dan 2010 yang hanya 2.2), tapi juga karena banyaknya momen-momen dramatis yang terjadi. Mulai dari gol di menit-menit akhir, penentuan penalti melalui VAR, ataupun kejutan tumbangnya tim spesialis juara Piala Dunia.

Berikut ini beberapa statistik dan rekor yang terjadi di Piala Dunia ini:

  • Total gol yang tercipta: 169 gol (64 pertandingan)
  • Rerata gol per pertandingan: 2.64
  • 43% gol tercipta dari bola mati (penalti, tendangan sudut atau bebas) – tertinggi dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966
  • 22 gol dari tendangan penalti – terbanyak dalam sejarah
  • 9 gol yang dicetak pada menit 90 atau lebih, termasuk extra-time (Sir Alex would be proud!)
  • Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang selalu mencetak gol di 8 turnamen utama (Piala Dunia dan Piala Eropa, sejak Piala Eropa 2004). Luar biasa!
  • Ronaldo juga menjadi pemain ke empat yang selalu mencetak gol di 4 Piala Dunia berturut-turut (2006, 2010, 2014, 2018)
  • Kylian Mbappe menjadi remaja pertama yang mencetak gol di final Piala Dunia setelah Pele di tahun 1958. Sejak pertama kali saya menyaksikan Mbappe secara langsung di Nizhny Novgorod, saya yakin this boy will be Balon d’Or winner. Trust me, you read here first 🤗

IBeNimages’ Awards of Tournament

Selanjutnya, walaupun FIFA sudah mengumumkan pemenang pemain terbaik di sepanjang turnamen, ijinkan saya membuat awards sendiri untuk kategori-kategori yang saya anggap menarik untuk disimak:

    Pemain Terbaik: Luca Modric (Kroasia). Untuk kategori ini saya sependapat dengan FIFA, Modric membuat Kroasia bermain menawan sepanjang turnamen dengan visi dan umpan-umpannya, serta kerjasamanya dengan Rakitic dalam memimpin lapangan tengah. Seperti yang sudah saya perkirakan, Modric meneruskan tradisi pemain terbaik lebih sering berada pada tim yang gagal juara.

    Pemain Muda Terbaik: Kylian Mbappe (Perancis). Nggak perlu dijelasin lagi dong? Kalau Anda baca tulisan-tulisan saya sebelumnya juga tahu betapa sekarang saya nge-fans berat dengan anak muda Perancis satu ini.
    Kiper Terbaik (Golden Gloves): Jordan Pickford (Inggris). Nah ini baru beda dengan FIFA. Tapi menurut saya Pickford lebih layak dipilih dari Courtouis, karena selain banyak saves nya yang menawan, Pickford relatif tidak dikenal dan diperhitungkan. Aksi heroik nya di bawah mistar gawang berkontribusi besar terhadap keberhasilan Inggris mencapai semi final.
    Pencetak Gol Terbanyak: Harry Kane (Inggris). Ya, memang gol Harry Kane banyak tercipta dari penalty (3 buah) dan sisanya hattrick melawan tim lemah. Tapi tidak ada yang bisa menafikan rekor 6 gol yang ia ciptakan. Kane mengulangi rekor Gary Lineker, sesama pemain Tottenham Hotspurs yang juga tampil sebagai top scorer Piala Dunia 1990. Baik Kane dan Lineker sama-sama membawa Inggris ke semi final.
    Gol Terbaik: Lionel Messi, Argentina melawan Nigeria. Walau kembali gagal menasbihkan dirinya sebagai legenda sepakbola yang menjuarai Piala Dunia, menurut saya gol yang diciptakan Messi ini layak disebut sebagai gol terbaik sepanjang turnamen. Dengan timing yang sempurna dalam menyambut umpan Banega, Messi melakukan dua kali sentuhan magis dengan paha dan kaki kirinya, sebelum melesakkan tendangan menyilang ke sisi kanan gawang Nigeria secara brilyan. Gol ini meloloskan Argentina ke babak penyisihan, walau akhirnya kalah dari sang juara, Perancis.
    Umpan Terbaik: Paul Pogba (Perancis), Perancis vs Kroasia. Umpan ini mengawali gol yang kemudian dicetak oleh Paul Pogba sendiri. Melihat Kylian Mbappe berlari menusuk di sisi kanan, Pogba mengirimkan umpan panjang dari sisi pertahanan Perancis, menyusur deras dan terukur sehingga dapat diterima secara sempurna oleh Mbappe yang kemudian melakukan cut-back dan mengumpan ke arah Griezmann dan dirinya. Dua tendangan berikutnya, Perancis unggul 3-1 di final Piala Dunia.
    Tim Over-performed: saya tergelitik untuk memilih Inggris yang melebih ekspektasi saya (Semula saya perkirakan mereka hanya sampai perempat final maksimal). Namun saya kira gelar ini lebih pantas diberikan kepada tim tuan rumah, Russia. Saat turnamen baru dimulai, tidak ada yang berani menjagokan Russia, bahkan untuk lolos dari fase grup sekalipun. Salah satu media Inggris bahkan memperkirakan Russia sebagai “the worst host team in the history of tournament”. Memang, walaupun tuan rumah, tim ini miskin dari pemain bintang, dan karena privilege sebagai tuan rumah, mereka tidak tertempa ketatnya kompetisi kualifikasi seperti tim-tim lain. Kredibilitas sebelum Piala Dunia dimulai sangat meragukan. Namun apa yang terjadi? Bermain cantik di fase grup, lalu kemudian mengalahkan tim sebesar Spanyol, Cherysev dan kawan-kawan membangkitkan optimisme dan semangat warga Russia mendukung timnya. Chant “Ro-si-ya!” selalu terdengar di setiap pertandingan babak knock-out Piala Dunia, yang dikumandangkan oleh supporter tim tuan rumah karena kebanggaan atas prestasi mereka. Walaupun tim ini kandas di perempatfinal melawan Kroasia.

    Tim under-performed: Jerman. Sebagai tim spesialis turnamen dan juara bertahan, Jerman tampil mengecewakan. Tidak pernah bermain baik sepanjang turnamen, tim asuhan Joachim Lew ini bahkan dipermalukan Korea Selatan 0-2 di pertandingan terakhir fase grup.
    Tim terbaik: jelas Perancis. Mereka adalah juara Piala Dunia kali ini. Komposisi tim yang komplet dan skema permainan yang terstruktur membuat tim ini kuat dalam bertahan dan menyerang. Yang lebih menakutkan bagi negara lain, tim ini masih sangat muda. Jangan lupa, 2 tahun lalu hanya “kecelakaan” karena terlalu percaya diri yang membuat tim ini kalah di Final Piala Eropa melawan Portugal. Saya akan sangat terkejut kalau Perancis tidak bisa masuk final Piala Eropa 2 tahun dari sekarang.

    Tim paling menghibur: Belgia. Bagi saya generasi emas Belgia menampilkan permainan menyerang paling menarik sepanjang turnamen. Banyak yang menyebutkan kalau Belgia vs Perancis lah the real final. Saya cenderung setuju. Menyaksikan secara langsung dua kali Belgia bermain, saya sangat terhibur saat DeBruyne atau Hazard memegang bola. Kemampuan mereka dalam melepaskan diri dari penjagaan lawan dan melepaskan umpan terukur benar-benar membuat decak kagum saat disaksikan langsung. Hampir selalu saat memegang bola mereka menciptakan peluang dan mengobrak abrik tim lawan. Sayang, mereka kembali gagal jadi juara. Dua tahun lagi mungkin kesempatan terakhir tim generasi emas ini dapat menjuarai turnamen utama sepakbola.
    Pertandingan Terbaik: Susah untuk memilih. Piala Dunia ini menyajikan banyak partai-partai yang menarik, menghibur dan banyak gol. Saya tidak akan pernah lupa partai Portugal vs Spanyol (3-3) di babak penyisihan grup. Namun demikian, partai Argentina vs Perancis (3-4) juga merupakan partai roller coaster dimana hati pendukung dan penonton diombang-ambing karena keunggulan silih berganti antar kedua tim. Dan siapa yang bisa melupakan partai Belgia vs Jepang (3-2)? Unggul 2-0 terlebih dahulu, Jepang patut diapresiasi karena terus menampilkan sepakbola menyerang, walau akhirnya kalah 2-3 dari Belgia di menit injury time. Luar biasa! Saya serahkan kepada teman-teman untuk memilih partai mana yang menjadi terbaik.

    Supporter Terbaik: Uruguay. Aksi mereka mendukung timnya di perempat final saat melawan Perancis sungguh menawan hati. Terus bernyanyi dan bersorak, walau saat tim mereka kalah sekalipun, membuat banyak fans bola yang bersimpati, termasuk saya. Shout out juga kepada supporter tim Jepang, yang memikat hati seluruh penggemar sepakbola. Karena biarpun timnya kalah secara tragis dari Belgia, namun tetap konsisten bergotong royong membersihkan sampah dari area tempat duduk stadion. Hal yang sama dilakukan oleh kesebelasannya, yang membersihkan ruang ganti dan memberikan salam perpisahan manis kepada panitia Piala Dunia 2018. Top! (Edited: Thanks to Aguk dan Shima atas masukannya!)
    Debutan Terbaik: Video Assistant Referee (VAR) menurut saya bantuan teknologi yang diimplementasikan dengan sangat baik di Piala Dunia ini. Momen drama dalam menanti hasil akhir keputusan wasit, walaupun tayangan ulang video dari banyak angle menyajikan fakta tak terbantahkan dari suatu insiden sepak bola, menambah daya tarik suatu pertandingan. Usai sudah masa kecewa sebuah tim yang merasa “dirampok” karena keputusan wasit yang salah. Dengan VAR, momen-momen penting yang terjadi di pertandingan menjadi lebih dapat dipertanggung jawabkan. Bravo VAR! Bravo FIFA!
    Best Organization Award kepada tuan rumah Panitia Penyelenggaraan Piala Dunia Russia, 2018 yang sudah menyelenggarakan Piala Dunia dengan begitu rapi. Panitia benar-benar memanjakan kami, para fans sepakbola yang hadir dari manca negara. Mulai dari ide pembuatan Fan ID yang brilyan, karena juga berfungsi sebagai visa masuk negara Russia, memberikan fasilitas transportasi kereta gratis, sampai akses free Wifi di arena pertandingan ataupun Fan Fest. Aksi volunteers yang tersebar di segala sudut kota mempermudah kita dalam menanyakan hal apa saja. Mengingat banyak warga Russia yang tidak bisa berbahasa inggris, para volunteers ini seolah menjadi sahabat kita yang selalu mudah didekati dan dimintai tolong. Terakhir, warga Russia secara umum. Sebelum datang ke Russia, saya banyak membaca soal perangai orang Russia yang tidak ramah, dan banyak kejadian turis yang “ketepu” oleh orang-orang Russia. Alhamdulillah selama kita di Russia, yang kami temukan adalah orang-orang yang ramah dan welcome kepada kita. Mulai dari sopir taksi Yandex sampai penjaga hotel dan restoran, semua bersikap professional dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada kita dalam menikmati suguhan pesta olahraga terbesar di dunia. Spasiba, Russia!

2 Comments Add yours

  1. Gila, tulisan kelas penulis di tabloid Bola, komprehensif!

    Semua awards by ibenimages setuju, kecuali Pickford dan gol Messi. The best game aku pilih Perancis vs Argentina, walaupun 2 pertandingan yg lainnya juga ‘gila’, kelas dunia.

    Setuju, VAR dan piala dunia kali ini memang bikin hal yg berbeda, dan beruntung sekali kamu bisa ada di sana.

    Proficiat! Ndang bali woi, wis dho kerjo lan sekolah 😋

    1. ibenimages says:

      Matur nuwun Mas. Yes I was really blessed ☺️🙏. Alhamdulillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s