Open House Day 1: NAFA

Rafif dengan dua pemandu sorak: Mbak Aya dan Mamanya di depan Kampus NAFA

Pagi-pagi sekali hari ini kita ke Bandara untuk berangkat ke Singapura. Kali ini dengan tujuan melihat calon kampus anak saya, Rafif.

Rafif sejak kecil menaruh minat yang besar di bidang seni. Anaknya sangat kreatif. Hobinya dulu bermain Lego. Sampai pernah juara dan masuk TV segala.

Beranjak dewasa, bakat gambarnya semakin terlihat. Hobinya “merakit sesuatu” tetap berjalan. Hanya sudah agak sedikit berubah dari Lego ke merakit mode plastik Gundam. Saat ini bahkan banyak melakukan proyek do-it-yourself membuat kostum dari bahan foam.

Sketsa konsep Rafif akan tokoh Arjuna

Ya memang ia dianugerahi Allah dengan DNA kreatif. Routine office works would be a struggle for him.

Oleh karenanya kami mendukungnya 100 persen untuk berkarir di bidang seni. Menyalurkan talent dan passion-nya di tempat yang tepat.

Sehingga saat Rafif mengutarakan niatnya untuk “memulai hidupnya yang baru” dengan kuliah di Singapura, kami menyambutnya dengan semangat. Mengingat industri kreatif di Singapura sudah berkembang lebih maju daripada di Indonesia. Harapan saya Rafif akan semakin lebih berkembang. Dan menjadi lebih disiplin mengikuti sikap orang Singapura.

Hari ini kami mengunjungi Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) di daerah Bencoolen, Singapura. Kebetulan memang weekend ini dua sekolah arts di Singapura, NAFA dan LaSalle sedang open house.

NAFA Campus di Bencoolen

Kami datang dan langsung diantar oleh panitia dari mahasiswa untuk melihat gedung kampus dan pameran hasil karya mahasiswa.

Rafif yang meminati jurusan Animation and Illustration langsung berbinar matanya melihat hasil karya para mahasiswa NAFA. Apalagi saat berbincang dengan salah satu mahasiswa. Ia seperti menemukan dunia yang ia cari.

Mendengarkan penjelasan Mr. Levy

Usai mendapatkan penjelasan yang lengkap dan menarik dari Mr. Levy, salah satu dosen NAFA, Rafif membulatkan tekad untuk mendaftar.

Jadilah kita kemudian mengurus pendaftaran secara online di komputer yang disediakan. Mumpung gratis saat open house.

Mengisi formulir pendaftaran

Akhirnya setelah kita menyelesaikan pendaftaran dan mengikuti workshop menarik seama satu jam untuk membuat portofolio, kami kembali ke hotel.

Besok masih ada satu lagi acara open house yang kami kunjungi: ke kampus LaSalle Art Academy. Tak sabar untuk melihat what they have to offer.

So far so good.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s