Bogor Grand Fondo

Rombongan Grand Fondo Hari Ini

Sejak awal tahun ini, saya sudah beresolusi: untuk ber-grand fondo tahun ini.

Grand Fondo adalah istilah di para cyclist, di mana kita menyelesaikan rute bersepeda sejauh minimal 100 km dalam satu hari.

Di bulan Januari, sebenarnya salah satu klub gowes say, T4, mengadakan sesi gowes bareng Grand Fondo. Sayangnya saat itu jadwal bertabrakan dengan rencana main golf dengan teman. Jadi saya tidak ikutan.

Jadi saat hari Jumat kemarin diwacanakan sesi gowes ke Bogor di klub ini, saya langsung tertarik. Begitu juga beberapa teman. Akhirnya hari Minggu kemarin kejadian kita gowes bareng ke Bogor.

Berdoa sebelum berangkat ke Bogor

Kita start dari Citos jam 6. Total ada 7 teman. 5 dari klub T4, 2 goweser tamu. Semburat mentari pagi masih terlihat si ufuk saat kita mulai gowes. Menuju Bogor via Parung.

Rute ke Bogor lewat Parung ini jaraknya kira-kira 35 km. Tapi nanjak tipis tipis. Secara letak Bogor yang berada di kaki gunung. Rute via Parung kita pilih karenarelatif lebih sepi daripada melalui Jalan Raya Bogor.

Peloton menuju Bogor

Beberapa kali kita melakukan “Indomaret Stop”. Yaitu berhenti membeli minum di mini market andalan rakyat Indonesia ini. Ini lah enaknya gowes di kota besar Jakarta. Untuk perjalanan jauh seperti ke Bogor begini saja saya tidak perlu bawa dia bidon (tempat minum). Satu saja cukup, karena kalau mau habis tinggal mampir Indomaret. Simpel.

One of few Indomaret stops

Akhirnya setelah 2,5 jam perjalanan, kelompok kita sampai di kota Bogor. Dan langsung menuju Kebun Raya Bogor untuk ambil foto di spot favorit: Istana Presiden di Bogor.

Menyapa pagi Istana Presiden Jokowi

Puas berfoto-foto di Istana Bogor, kita mengunjungi Kafe Dedaunan. Kafe yang terletak di tengah Kebun Raya Bogor ini sejatinya adalah tempat peristirahatan petinggi Belanda. Karena dulunya Kebun Raya Bogor ini memang taman botanik yang dibuat sejak jaman Belanda. Thanks to Pak Jokowi yang kini sering tinggal di Istana Bogor, suasana taman jadi sangat rapi. Asri dan nyaman. Begitu juga dengan kafe yang kita kunjungi. Lumayan untuk menghilangkan rasa lelah dan mengumpulkan energi untuk pulang.

Foto bareng di depan Istana Presiden Bogor

Pukul 10 pagi lewat sedikit, kita beranjak dari Kafe Dedaunan. Kalau tidak ingat perjalanan jauh pulang dan hawa yang semakin panas sih, enaknya ngaso leyeh-leyeh lebih lama di sini. Untuk jalur pulang kita sepakat untuk melewati Jalan Raya Bogor, mengingat rute Parung kalau semakin siang angin semakin kencang di sana.

Jalur pulang sih secara teorinya turun terus sampai Jakarta. Tapi Jalan Raya Bogor adalah jalan yang sibuk. Walau masih di musim pandemi, kendaraan berlalu lalang di sana sangat banyak. Apalagi semakin siang. Jadi walaupun kita awalnya berniat untuk pulang dengan average speed 30 km/jam, kenyataannya waktu pulang malah lebih lama dari kita berangkat. Karena di beberapa lampu merah kita kena macet. Ditambah lagi dengan kondisi badan yang semakin lelah, beberapa kali kita harus berhenti menunggu segenap rombongan. Memastikan tidak ada yang ketinggalan dan gak tahu jalan pulang. Kan berabe.

Akhirnya dengan penuh perjuangan (melawan hawa panas), setelah hampir 3 jam, saya sampai di perempatan Citos. Sudah tinggal 500 meter lagi ke rumah. Tapi yang saya takutkan terjadi.

Odometer di cyclo computer saya belum sampai 100 km. Tepatnya hanya 96.4 km. Masih 3.6 km lagi untuk mencapai angka magis 100 km, target Grand Fondo.

Oh No! Masih 96.4 km!

Jadilah, walaupun badan sudah lelah, dan waktu sudah hampir jam 1 siang, saya memutuskan untuk menuju arah Lebak Bulus. Berputar dulu di bawah jalan layang JORR TB Simatupang, dan kembali mengayuh sepeda sepanjang Jalan RA Kartini. Demi 3.6 km yang tersisa.

Alhamdulillah, akhirnya saya sampai rumah dengan capaian 101.89 km. Melelahkan memang, namun rasa puas berhasil menyelesaikan Grand Fondo menghilangkan segala kepenatan yang ada. Semoga Allah memberikan kembali kesehatan dan kesempatan untuk menunaikan Grand Fondo di rute-rute lain yang lebih menarik.

My first Grand Fondo!

2 Comments Add yours

  1. Alid Abdul says:

    Seru ya klo gowesan rame-rame. Betewe klo dikit-dikit belok Indomaret apa nggak boros hehe.
    Aku dulu pernah ke Bogor, tapi gak sempet ke Istana. Jadi pengen foto depan Istana juga.

    1. ibenimages says:

      Enggak dikit2 kok.. cuman 3 kali sepanjang perjalanan ☺️

      Foto depan istana wajib atuh kalo ke Bogor ☺️

      Thanks sudah mampir. Salam gowes

Leave a Reply to ibenimages Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s