Siraman dan Pengajian Mas Nughi

Acara Siraman dan Pengajian menjelang Pernikahan Mas Nughi dan Rara

Akhir pekan ini kami keluarga besar Mintardjo berkumpul di Gedung Pertemuan Pertamina di Cempaka Putih. Saudara sepupu kami, Mas Andi dan Mbak Rizka kembali punya hajat. Kalau tahun lalu menikahkan anak pertamanya, Mas Ameir, maka tahun ini giliran Mas Nughi yang akan mempersunting wanita pilihannya, Rara.

Minggu ini rangkaian acara pernikahan dimulai. Diawali dengan acara Pengajian dan Siraman.

Mas Andi, sebagai orang Jawa tulen, selalu menginginkan melakukan ritual pernikahan sesuai budaya Jawa. Termasuk acara Siraman dan Sungkeman yang sangat sakral. Sebagai pertanda orang tua melepas anaknya yang sudah dewas untuk memulai kehidupan keluarganya sendiri. Pecah pamor istilahnya.

Saya memang khusus diminta untuk membantu dokumentasi tidak resmi dari sisi keluarga. Berbekal kamera Fuji XH-2 dan dua pasang lensa prime Fuji 35 mm dan 56 mm, saya dengan senang hati mengabadikan momen istimewa ini. Seperti pada momen-momen pernikahan keluarga yang lain. Berikut adalah foto-foto yang saya ambil di hari ini:

Persiapan Acara

Mas Andi, sohibul bait mengarahkan petugas catering
Mbak Rizka, si calon pengantin Nughi, dan karyawan Dai Sugi, kafe milik Mas Nughi yang menyediakan kopi di acara
Datang lebih awal, walaupun salah kostum (I didn’t read the memo LOL) kita foto dulu dengan istri tercinta
Ingga dan Najah, ponakan yang bertugas sebagai penerima tamu

Pengajian

Acara pengajian yang dibawakan oleh Ustad
“Mbah Nom” yang sekarang sudah jadi Sesepuh Joss Gandoz
Sebagian warga Joss Gandoz yang hadir sebelum acara dimulai

Sungkeman

Sambutan dari Mas Andi sebagai Sohibul Bait
Foto Mas Nughi, Mas Andi dan Mbak Rizka dengan Mbah Nom
Menikmati hidangan makan siang

Siraman

Mbak Rizka memandikan Mas Nughi di acara Siraman
Keluarga Mas Andi sesuai acara Siraman
Menggendong Mas Nughi menuju hidup baru bersama keluarganya sendiri

Dodol Dawet

Mas Andi dan Mbak Rizka berjualan dawet
Warga Joss Gandoz yang bahagia dengan “kraweng” (uang dari tanah liat) yang ditukarkan untuk mendapatkan dawet
Dodolan dawet ke hadirin
Bahagia minum dawet
Lariss… lariiisss…
Menghitung hasil penjualan Dawet

Foto Keluarga

Keluarga besar Prasetyo bersama Mas Nughi
Keluarga besar Mintardjo Joss Gandoz seusai acara

Leave a comment