
Pakde Pras adalah kakak tertua dari Mama. Beliau putra pertama dari Mbah Mintardjo Tirtoharmodjo. Mamaku, adalah adiknya langsung, anak kedua. Setelah Pakde Pras dan Mama, pasangan Mbah Mintar dan Mbah Ti melahirkan 10 anak lagi.
Ya, mereka 12 bersaudara, seperti lazimnya orang Jawa jaman dahulu yang beranak banyak. Mungkin pameo “banyak anak, banyak rezeki” masih dipercaya saat itu. Sampai kemudian Pemerintah rezim Orde Baru menelorkan program Keluarga Berencana yang membatasi maksimal 2 anak saja.
Dari 12 orang bersaudara tersebut, kalau tidak salah ingat, 2 orang meninggal saat baru lahir atau masih kecil. Dan 1 orang meninggal saat usia sangat muda, yakni Lik Endang. Sisanya, saya mengenal mereka dengan akrab. Karena sejak kecil, Mama dan Papa selalu rajin mengajak kita menyambangi saudara saat liburan sekolah. Kami jadi saling mengenal, karena di saat bertemu kami sering pergi wisata bersama, atau menghabiskan waktu bersama saat liburan sekolah di Semarang.
Anak Mintardjo Tirtohatmodjo (Mbah Kung) dan Sulastri (Mbah Ti)
- Mohamad Prasetyo (Pakde Pras, meninggal dunia tahun 2026)
- Mama (meninggal dunia tahun 1994)
- Endang Ismiwati (meninggal di usia muda 25 tahun)
- Bambang Pamudji (Oom Bambang, meninggal saat masih kecil)
- Endang Martini (Lik Tin, tante yang tinggal di Semarang)
- Sri Rahayu (Tante Yayuk, meninggal saat masih kecil)
- Saptomo (Oom Thom, yang sempat tinggal bersama kita saat di Bontang)
- Endang Martuti (Lik Tut, sekarang tinggal di Sragen)
- Martono (Oom Nono, yang kini mendiami rumah Mbah Mintardjo di Tegalsari Semarang)
- Doso Marwoto (Oom Totok, meninggal dunia di tahun 2021)
- Endang Apriani (Lik An, tinggal di Cimanggis)
- Endang Fitri Akhiryanti (Lik Tie, anak bungsu Mintardjo, sekarang tinggal di Cimanggis)
Serunya Keluarga Besar Joss Gandoz
Sampai sekarang pun kami masih dekat dengan Pakde, Oom, Tante dan sepupu-sepupu kita di keluarga besar Mintardjo. Atau yang sering kita sebut “Mintardjo Joss Gandoz”.


Sebagai orang yang paling tua di trah Mintardjo ini, Pakde Pras memang sangat rajin mendorong agar kedekatan ini selalu terjalin. Mintardjo Joss Gandoz rutin bertemu, diusahakan setiap tiga bulan sekali. Lewat acara arisan atau kumpul keluarga. Bahkan pada beberapa saat kita mengadakan acara spesial seperti “Liburan bersama ke Bali”, “Lomba 17 Agustus ala Joss Gandoz”, atau “Halal Bihalal seusai atau menjelang Ramadhan”.
Saat pandemi Covid melanda pun, walaupun tidak bertemu fisik, kami rutin bertemu secara virtual lewat pengajian mingguan. Bahkan sempat membuat video keluarga besar dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri di tahun 2021.
Pokoknya banyak deh aktifitas keluarga heboh Mintardjo Joss Gandoz ini. Hampir setiap acara dan kegiatannya saya dokumentasikan dalam blog ini. Monggo ditiliki.
Pakde Pras Berpulang
Hari Rabu kemarin, Pakde Pras meninggal dunia dengan tenang di Jakarta. Kondisi kesehatan beliau memang dalam beberapa tahun ini menurun. Saat cucu beliau, Nughi melangsungkan akad nikah minggu lalu, Pakde Pras sedang dirawat di rumah sakit. Namun karena kondisi memang agak membaik, dan dengan tekad kuat untuk menyaksikan cucunya menikah, Pakde Pras menyempatkan hadir di pesta resepsi pernikahan Mas Nughi, sehari setelah akad nikah.
Kami sekeluarga besar gembira menyambut kedatangan Pakde saat itu. Walaupun harus datang dengan kursi roda, wajah Pakde terlihat segar dan sumringah. Dalam acara itu pula Pakde sempat bertemu dengan seluruh anggota Mintardjo Joss Gandoz. Kita pun sempat berfoto bersama. Sambil tak lupa mengucapkan yel yel khas kita: “Mintardjooo… Joss Gandoozz!”

Tak disangka momen itu adalah terakhir kali kami semua bertemu dengan Pakde Pras. Namun Pakde Pras mengakhiri tugas dan misinya dengan baik. Tidak hanya sukses dalam membina dan membimbing anak, mantu dan cucunya menjadi keluarga yang sholeh dan bahagia, namun juga menjadi sosok panutan bagi seluruh keluarga besar Mintardjo Joss Gandoz. Kasih sayang Pakde untuk kita semua sangat terasa.

Pakde dimakamkan di Pemakaman Layur, Rawamangun. Satu liang lahat bersama dengan belahan jiwanya, Bude Yun, yang sudah mendahului 11 tahun yang lalu.
Sampun tenang dan ayem nggih Pakde sama Bude Yun di sana. Insya Allah pesan Pakde agar kita semua tetap dekat sebagai keluarga besar Mintardjo Joss Gandoz akan kita lanjutkan. Salam buat Papa, Mama dan Mas Oyi. We miss you all greatly.