SIF Fellowship Story: Internet on The Rise

I Am Sitting in One of Computer Lab in NTU

Di tahun 1996, internet dan world wide web masih dalam taraf permulaan adopsi massal. Saya sudah tahu akan internet dan telah mendengar istilah ‘www’ saat masih berada di Yogyakarta, tapi karena keterbatasan biaya dan konektivitas, belum benar-benar aktif menggunakan dan mengetahui kekuatan revolusi teknologi ini sampai saya sekolah di Singapura.

Perkenalan dengan internet dimulai saat melakukan pendaftaran mahasiswa di kampus NTU di Jurong. Setiap mahasiswa baru diberikan satu alamat e-mail yang hanya bisa digunakan pada sistem e-mail kampus yang terletak di laboratorium komputer di gedung kuliah ataupun asrama. Nama e-mail tersebut sama sekali tidak user-friendly, yakni nomor mahasiswa dengan 7 digit angka dan 1 huruf. Saya ingat harus mencatat setiap email sesama rekan SIF dalam notepad saya karena belum ada fungsi ‘address book’ untuk menyimpan alamat email tersebut. Sejak itu, tiada hari yang dilewatkan tanpa mengecek email dari sesama rekan SIF, berkomunikasi mengenai rencana di akhir pekan, berdiskusi soal kondisi politik di negara masing-masing, ataupun hanya untuk urusan sepele seperti pacar dan sepakbola. Saking ‘ketagihannya’, apabila ada kuliah jam 8 atau 9 pagi, saya akan buru-buru bangun pagi dan bergegas pergi ke kampus untuk mengunjungi laboratorium komputer terlebih dahulu yang mulai buka jam 7.30. Begitu pula di antara jam kuliah dan saat usai kelas, saya tak lupa menengok laboratorium komputer untuk melihat apakah ada komputer yang sedang ngganggur tidak digunakan. Maklum saat itu jaringan internet belum sampai ke kamar asrama, sehingga untuk mendapatkan komputer nganggur juga membutuhkan perjuangan.

Di jaman itu, browser yang paling sering digunakan bukan lah Internet Explorer, tapi Netscape Navigator. Dan Google masih belum tampil di garda depan mesin pencari. Untuk keperluan ini umumnya kita menggunakan Yahoo! dan Altavista. Berbekal tengok kanan dan tengok kiri dari layar pengguna komputer di laboratorium komputer NTU, saya kemudian mulai mengumpulkan situs-situs favorit yang setiap hari di akses: Soccernet.com, NBA.com dan Hotmail.com.

Hotmail.com sendiri merupakan fenomena kala itu. Salah seorang rekan menemukan layanan email gratis ini, dan kemudian menyebarkan kabar ini ke rekan-rekan yang lain, kalau ada email yang dapat menyediakan “user name yang bisa kita pilih sendiri”. Big feature at that time. Itulah tonggak sejarah bagi sebagian besar dari kita: email account pribadi pertama dalam hidup kita. Berlomba-lombalah kita membuka account Hotmail dengan beragam nama. Ada yang menamai account mereka dengan nama asli, ada yang menamai dengan nama pacar, adapula yang menamai dengan nama pemain sepakbola kesayangan. Email account saya sendiri ibenimages@hotmail.com, saat ini sudah tidak aktif sejak Hotmail diakuisisi oleh Microsoft.

 

Baca juga tulisan sebelumnya: Singapore International Foundation Visiting Student Fellowship: Pengalaman 6 Bulan, Pelajaran dan Teman Seumur Hidup

Advertisements

One thought on “SIF Fellowship Story: Internet on The Rise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s