Rakyat Indonesia Telah Memilih

Scene saat menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” di GBK. Photo credit: Elok Satiti

Karena tugas kantor, saya hanya bisa menyaksikan kemeriahan kampanye Capres Cawapres 01 Jokowi-Maruf Amin di GBK melalui kiriman foto dan unggahan sosial media.

Alhamdulillah, istri saya sempat ikut hadir langsung di GBK. Menyaksikan kemeriahan pesta demokrasi. Memberikan kesaksian langsung suasana siang sampai sore tadi. Saya yang hanya dapat kabar dari telepon merasa bergidik.

Apa pasal?

Minggu lalu kampanye Paslon 02 di tempat yang sama disebut-sebut sebagai “show force” dari pendukung Prabowo-Sandi.

Walaupun menuai banyak kontroversi. Mulai dari konsep acara yang tidak inklusif (dikritik oleh SBY sebelum akhirnya “dimodifikasi”), shof sholat lelaki dan wanita yang campur, sampai klaim fantastis pengunjung kampanye mencapai 1 juta orang (padahal kapasitas GBK diperkirakan hanya 200.000-300.000).

Tapi terlepas dari kontroversi tersebut, acara tersebut membuat pendukung Paslon 02 hepi berat. Pendukung datang berduyun-duyun. Kabarnya tanpa dibayar. Hotel di sekitaran GBK sudah habis dipesan. Dan unggahan media sosial dari para buzzer ataupun simpatisan pun mewarnai timeline kita Minggu lalu.

Terus terang ada rasa khawatir saya sebagai pendukung Jokowi. Apakah di hari Sabtu ini massa pendukung paslon 01 bisa sebanyak itu?

Harap maklum. Pendukung 01 dikenal kurang militan. Disatukan karena kepercayaan dan kepuasan kerja terhadap figur Jokowi. Berbeda dengan pendukung 02 yang semangat militannya dikipasi dengan agama. Ghiroh-nya beda.

Tapi ternyata kekhawatiran saya tidak beralasan.

Strategi pengerahan masa berbasis komunitas oleh Tim Kampanye Nasional 01 ternyata berhasil menyulut rasa kebersamaan.

Meme-meme lucu pun bermunculan. Saya termasuk yang ikut-ikutan.

Meme komunitas buatan saya mendukung Jokowi-Amin

Hal ini ternyata juga berkontribusi mengerahkan massa yang (arguably) lebih banyak dari minggu lalu.

Dan apabila melihat format dan berlangsungnya acara, seakan-akan rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya.

Bukan saja pilihan Presidennya.

Tapi pilihan format negara Indonesia: Indonesia untuk semua.

Tidak ada atribut partai. Tidak ada bendera partai. Apalagi bendera berlambang asing yang membuat sebagian saudara kita jengah. Semua bernaung dalam panji merah putih.

Tidak ada ekslusifitas kelompok tertentu. Semua suku bangsa dan agama berbaur dalam suka cita.

Tidak kental nuansa budaya asing. Yang tampil adalah ragam budaya Indonesia yang kaya raya.

Tidak ada teriakan lantang menghina, seruan keras ala kaum di timur sana. Yang ada teriakan seniman musik Indonesia yang menggugah jiwa, membangkitkan optimisme positif bangsa.

Ya, inilah Indonesia. Wajah Indonesia yang selama ini kita kenal. Indonesia yang ramah. Indonesia yang toleran. Indonesia yang berbeda-beda. Indonesia untuk semua.

Terima kasih teman-teman. Anda telah menunjukkan pilihan kita sebagai bangsa. Mari tuntaskan pilihan kita. Beramai-ramai mengajak sanak keluarga mencoblos 01 di TPS. Insya Allah akan diberikan hasil yang terbaik.

Selamat memilih!

“Live report” istri saya, salah satu pendukung Jokowi yang rela berpanas-panas untuk menyuarakan pilihannya. Photo credit: Elok Satiti dan Antara

My rock star President!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s