Resolusi Ramadan

Apa yang muncul pertama kali saat mendengar kata “resolusi”?

Sebagian besar pasti mengkaitkan dengan “resolusi tahun baru” yang sering dicanangkan. Berisi target dan harapan di tahun baru, resolusi ini muncul dalam berbagai jenis. Mulai dari ingin dapat jodoh, pindah kerja, sampai ikrar hidup sehat dengan daftar membership fitness.

Tragisnya, resolusi ini sering tidak tercapai. Bahkan di Amerika Serikat ada fenomena yang dinamakan “January Fitness Club”.

Fenomena ini menggambarkan meningkat drastisnya membership fitness club di bulan Januari. Ya karena resolusi awal tahun itu. Tapi survey membuktikan, terjadi penurunan drastis jumlah pendatang klub fitness itu di bulan Februari. Dan semakin berkurang pada bulan-bulan berikutnya. Hanya sedikit yang bisa istiqomah dengan ikrar hidup sehatnya sesuai resolusi sampai akhir tahun.

Fenomena ini justru mengingatkan saya pada perilaku lain yang umum terjadi selepas bulan Ramadan.

Saat ini kita sudah berada di penghujung Ramadan. Beberapa hari lalu, salah seorang teman mem-posting gambar ini di laman medsos-nya:

Membacanya hati jadi tersentuh.

Ya, Ramadan sebentar lagi akan meninggalkan kita. Namun pertanyaan yang berusaha digugah postingan ini adalah: apakah Iman kita akan sekuat saat Ramadan?

Bukan hal yang aneh apabila seorang muslim mendadak lebih taat beragama di bulan Ramadan. Penyebabnya, antara lain, karena setan dibelenggu Allah saat Ramadan.

Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Tantangannya adalah justru saat Ramadan berakhir, dapatkah kita tetap mempertahankaan tingkat ketaatan beragama?

Di sinilah saya mempunyai ide untuk memiliki “resolusi Ramadan”. Mengambil kebiasaan kita membuat resolusi di awal tahun.

Mari kita lihat perilaku kecil atau ibadah yang kita lakukan lebih baik di bulan Ramadan ini. Kita pilih mana yang kita niatkan untuk tetap kita jalankan selepas Ramadan. Syukur-syukur lebih baik. Jangan banyak-banyak, pilih satu sampai tiga saja. Hal ini akan jadi resolusi kita sampai Insya Allah Ramadan lagi tahun depan.

Contoh dari beberapa resolusi yang mungkin dilakukan:

  • Lebih rajin shalat wajib berjamaah di masjid
  • Lebih sering shalat di awal waktu
  • Lebih menjaga perkataan kita di media sosial
  • Lebih rajin membaca dan memahami Al-Quran
  • Lebih bisa menjaga mata kita dari hal maksiat
  • Lebih sering puasa Senin-Kamis

Kalau kita bisa terus istiqomah menjalankan ini sampai Ramadan tahun depan, bayangkan tahun depan kita akan siap dengan resolusi Ramadan dengan tingkat yang lebih tinggi lagi. Masya Allah.

Maaf, saya menulis ini bukan maksud menggurui. Malah justru ingin mengajak, terutama ke diri saya sendiri. Karena jujur saya sendiri lebih sering mengikuti fenomena “January Fitness Club” di atas tadi ☺️.

Akhirnya, semoga ibadah kita di Ramadan tahun ini diterima di sisi Allah, kita tetap istiqomah, dan diijinkan untuk menjumpai Ramadan tahun depan. Insya Allah aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s