Babak Baru Vlogger Iseng Iseng Berhadiah

Tampilan salah satu video saya yang sudah menghadirkan iklan

Beberapa hari yang lalu saya dapat email dari YouTube. Isinya:

“Congratulations, your YouTube channel has been accepted into the YouTube Partner Program and is now able to monetize on YouTube!”

Alhamdulillah, rupanya kanal YouTube saya sudah diterima sebagai YouTube Partner Program. Atau istilah ngetopnya channel saya sudah “monetized“. Sudah berpotensi untuk menerima pendapatan dari iklan.

Email dari YouTube

Sebetulnya saya agak telat nyadar kalau kanal saya sudah masuk requirements untuk di-monetized. Persyaratan dari YouTube adalah apabila kanal sudah memiliki lebih dari 1.000 subscribers dan 4.000 jam tayang.

Sedangkan pada saat saya apply, saya sudah memiliki lebih dari 3.500 subscribers, dan jam tayang saya sudah lebih dari 30.000 jam!

Statistik kanal saya saat apply untuk di monetize

Ini berarti saya “kehilangan” potensi pendapatan atau revenue. Karena mungkin saya sudah layak monetize beberapa bulan lalu. Tapi ya sudahlah, bukan rejeki. Namanya juga YouTuber iseng-iseng berhadiah 🤣

Pendapatan pemilik kanal YouTube, atau bahasa mereka Content Creator, ditentukan dengan jumlah klik yang dilakukan oleh pemirsa video terhadap iklan yang ditayangkan di awal atau di tengah video yang disaksikan. Nilai per klik berkisar antara $0,10 – 0,30.

Dengan CTR (click through rate) 15% – yakni rata-rata persentase pemirsa video yang meng-klik iklan, dapat dibayangkan besarnya pendapatan YouTuber kondang dalam negeri yang saban upload sudah menuai jutaan views.

Untuk 1 buah video dengan 1 juta views saja, kira-kira bisa dapat uang Rp 100 sampai 200 juta rupiah. Makanya penghasilan mereka per bulan bisa milyaran rupiah. Dan gak heran kalau waktu itu Raditya Dika (salah satu vlogger kondang) sempat bilang kalau anaknya yang baru berumur 1 hari sudah bisa membayar biaya RS untuk kelahirannya dia. Karena baru sehari video kelahiran anaknya sudah jutaan views. Edan yak.

Kanal saya masih jauh banget lah dari situ ☺️

Tapi kalau diseriusi memang bukan tidak mungkin ini menjadi sumber pendapatan yang lumayan. Tapi memang tantangannya adalah bagaimana membangun loyal subscribers dengan menghadirkan content yang relevan.

Terus terang kanal saya juga belum memiliki strong brand identity untuk membangun subscriber base yang kuat dan banyak.

Jujur, kanal ini lumayan ngetop hanya gara-gara video saya mengenai MRT beberapa bulan lalu. Padahal saya sudah punya akun YouTube 10 tahunan. Tapi ya selama ini hanya untuk upload personal family videos kalau sedang traveling.

Dan sekarang hype MRT sudah semakin menurun. Apa lagi dong content yang harus dibangun? Di sini saya bingung.

Pasalnya beberapa saat lalu saya menggelar survey ke subscriber saya. Dari 500 subscriber yang merespon, 50% dari mereka masih menginginkan konten mengenai MRT diunggah di kanal saya. Gimana dong?

Survey kepada subscribers

Tapi ada secercah harapan. 30% ternyata juga tertarik apabila ada konten mengenai “Tips karir dan Manajemen SDM”, hal mana yang sesungguhnya adalah bidang saya sebagai professional di bidang SDM.

Mungkin di sinilah saya akan fokus membangun content kanal saya. Doakan semoga berhasil ☺️

Sementara itu, saya minta dukungan Anda. Kalau Anda sekarang kebetulan melihat video saya, besar kemungkinan Anda akan menemukan iklan di awal dan di tengah video yang ditayangkan. Ayo coba di-klik. Biar saya dapat duit. Insya Allah pendapatan pertama dari YouTube akan saya sumbangkan ke dana santunan anak yatim Masjid saya! Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s