“Money Heist” ala Penipu Jualan Sepeda di Instagram

Sindikat penipuan jual sepeda ala Money Heist

Memanfaatkan demam sepeda di Indonesia, akhir-akhir ini marak terjadi penipuan dengan kedok penjualan sepeda. Teman baik saya menjadi salah satu korbannya.

Ceritanya teman saya ini, namanya Rina, akan membeli road bike. Setelah browsing beberapa akun di Instagram, Rina mendapati akun @bragaa.a ini yang terlihat cukup menyakinkan dari profil IG nya.

Jumlah followers-nya lebih dari 30.000. Foto postingannya adalah foto sepeda yang difoto di toko dengan cukup professional. IG story archives-nya penuh dengan bukti resi pengiriman sepeda ke banyak customers. Ada screenshot bukti-bukti pembayaran dari pembeli. Profile-nya lengkap dengan nomor telpon, kontak WhatsApp, bahkan juga dengan link lokasi toko di Google Map yang merujuk ke Jalan Braga No 91, Bandung .

Akun Instagram penipu @bragaa.a

Rina tertarik untuk membeli road bike Cannondale CAAD13 dengan groupset 105. Membagikannya ke dalam Group Whatsaap kami, Rina share gambar, spesifikasi sepeda dan juga harga dari sepeda tersebut. Fokus pada tipe sepeda, saya sangat merekomendasikan tipe sepeda tersebut. Karena salah satu sepeda non-carbon yang bagus review-nya. Dan warnanya pun pink. Cocok untuk Rina. 

Dari sisi harga, pun demikian. Sepeda ditawarkan pada harga yang kompetitif. Tidak terlalu murah yang menimbulkan kecurigaan, namun relatif murah dibandingkan dengan toko lain. So looks like a good deal. Kami pun memberikan persetujuan, “Bungkuuuss”.

Postingan sepeda yang ditaksir Rina dari akun @bragaa.a

Sayangnya, berapa saat kemudian Rina menyampaikan kalau sepedanya sudah laku terjual. Dibeli oleh pelanggan yang sebelumnya memang dikatakan akan berkunjung ke toko. “Wah sayang ya”, demikian ujar kita.

Beberapa hari kemudian, masih dalam group WhatsApp yang sama, Rina tiba-tiba menginformasikan kalau ia sudah jadi membeli sepeda. Tipe dan warna yang sama. Dari toko yang sama. Dapat diskon sekitar 2 juta lagi. Kami pun ikut bergembira. Walaupun jujur pada saat itu, saya sempat bertanya, “tokonya terpercaya kan?” 

Karena memang sebelumnya kita tidak ada yang fokus pada toko yang menjual. Saat itu saya sempat mengintip profile IG tersebut, dan kesan saya pun, sepertinya legit account. Rencana untuk gowes bareng Rina ke Bogor dengan roadbike sudah terbayang. 

Apa daya, jauh panggang dari api.

Setelah Rina mentransfer uang seharga sepeda, toko @bragaa.a mengirimkan resi JNE pengiriman sepeda. Seharga Rp 218.000. Dan Rina pun dengan polosnya, mengirimkan uang ongkir, walaupun sebetulnya toko tidak meminta.

Menunggu beberapa hari, sepeda impian tak kunjung datang. Rina mulai khawatir dan curiga. WhatsApp dan DM ke Instagram toko pun tidak dijawab. Saat mengecek nomor resi melalui situs ekspedisi, Rina menemukan kalau nomor tracking adalah nomor lawas untuk barang yang sudah terkirim di bulan April! Puncaknya, akun Instagram @bragaa.a pun mem-blok Rina. Confirmed sudah, ini penipuan.

Resi pengiriman fiktif JNE yang dikirim oleh akun @bragaa.a atas nama Braga Foto

Hebatnya, toko ini sampai saat artikel ini saya tulis masih beroperasi. Praktek penipuan dengan modus yang sama ke Rina ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Walaupun sudah banyak yang melaporkan, tapi tetap eksis menjaring korban. Bahkan dalam dua hari ini, saya berpura-pura menjadi pembeli sepeda pun masih bisa berkomunikasi dengan lancar melalui DM Instagram. Statusnya saat ini saya harus mengirimkan DP 10% dari harga sepeda yang saya mau beli. Dapat dilihat dari pembicaraan saya dengan @bragaa.a di bawah ini.

Pembicaraan saya dengan akun @bragaa.a yang masih aktif sampai tulisan ini diunggah

Sepertinya memang ini adalah sebuah sindikat yang cukup profesional dan lihai. Oleh karenanya saya menyebutkan modus penipuan akun @bragaa.a ini seperti “Money Heist”, serial populer di Netflix. Sekelompok pencuri yang dipimpin El Professor Sergio, yang modus pencuriannya terencana dengan rapi dan memahami psikologis pihak polisi yang berusaha menangkap mereka.

Begitu juga di akun @bragaa.a ini. Siapapun di belakang akun ini sangat mengerti psikologi pembeli dan peta pembelanjaan online Indonesia. Dan mereka memanfaatkan sekali hal ini. 

Rina, teman saya, bukanlah seorang yang naif dalam berbelanja online. Dia juga tahu banyak modus penipuan yang terjadi. Tapi tetap saja terjebak karena modusnya yang lihai. Berikut ini modus yang dilakukan – yang saya share untuk menghindari kita semua dari penipuan yang semakin hari semakin canggih.

1. Modus 1: “Profil akun Instagram-nya meyakinkan nih!”

Seperti yang saya sampaikan di atas, penipu tahu persis kalau pembeli online di Indonesia sangat terpengaruh dengan profil Instagram yang meyakinkan, yakni yang dilihat dari: jumlah followers, dan bukti (atau testimoni) transaksi.

Akun @bragaa.a ini memiliki followers lebih dari 30.000. Dan walaupun tidak ada testimoni (ya gimana ada testimoni, tipu-tipu semua), akun cukup pintar dengan membagikan bukti-bukti pengiriman resi di IG story archives, yang seolah-olah menunjukkan banyaknya transaksi yang berhasil dilakukan.

Ternyata hal itu semua tidak menjamin. Followers bisa dibeli, dan resi JNE pun bisa dibuat. Satu hal yang sebetulnya bisa menjadi “red flag” kita adalah akun ini tidak membuka followers nya untuk mem-posting komentar. Jadi akun dapat membatasi komentar-komentar negatif mengenai toko ini.

Dan bagi yang sudah jadi korban, mereka akan block akun IG korban sehingga korban pun tidak bisa melihat aktifitas mereka lagi.

2. Modus ke-2: “Cek aja ke toko”

Pemilik akun juga percaya kalau untuk lebih menyakinkan pembeli, dia cantumkan alamat lokasi fisik toko. Di profil IG pun lengkap dengan link Google Map yang merujuk ke Jalan Braga no 91. Ditambahi embel-embel di profilnya: “COD lebih di sarankan & di utamakan agar bisa cek unit langsung”. Karena pemilik akun tahu, kalau secara psikologis pembeli tahu ada tokonya, berarti bisa dicek dong? Dan pemilik akun pun tahu, kalau sebagian besar pembeli tidak akan cek langsung ke tokonya.

Dalam pembicaraan sebelum transaksi, saat Rina menanyakan apakah bisa cek ke toko, penipu selalu menjawab, “bisa dong”. Begitu juga saat saya berpura-pura jadi pembeli. Kemungkinan besar penipu tahu kalau calon pembeli bukan orang Bandung. Jadi tidak bisa cek langsung. Atau malas repot.

Dengan modus yang sama pula mereka akan menghindari kalau calon pembeli berniat untuk melihat langsung barang ke toko. Saat saya bilang mau cek barang ke Bandung saat weekend, penipu menjawab, “wah ini lagi ada yang mau lihat barangnya di toko.”

Maksudnya adalah selain menghindari ketahuan kalau tokonya fiktif, mereka juga menggiring pelanggan untuk cepat-cepat transfer uang untuk membeli atau DP barang. Mereka tahu persis juga kalau dalam kondisi pandemi begini, transaksi penjualan sepeda berlangsung dengan cepat. Terlambat sedikit, barang bagus bisa hilang disambar pembeli lain.

Dalam kasus Rina kemarin, mereka memainkan modus ini dengan cantik. Saat Rina menanyakan sepeda yang mau dibelinya, mereka bilang, “wah sudah diambil sama yang tadi datang ke toko”.

Lalu mereka lanjut ke modus ketiga….

Modus ke-3: “Santai aja boss”

Di modus ke-3 ini mereka jarang terlihat memburu-buru atau mengejar-ngejar pembeli untuk segera membeli. Mereka tahu persis, calon pembeli akan curiga kalau penjual terlihat terlalu agresif.

Saat Rina diberitahu kalau sepeda incarannya sudah “diambil sama yang tadi datang ke toko”, mereka juga tidak mem-follow up Rina lagi. Padahal Rina pun menitipkan pesan, “kalau barangnya datang lagi kasih tahu ya”

Sebetulnya bisa saja kan mereka langsung menyambar umpan? Wong barangnya fiktif?

Tapi tidak, mereka santai saja. Baru beberapa hari kemudian, mereka menghubungi Rina kalau sepeda dengan tipe dan warna yang sama sudah “tersedia” lagi di toko mereka. They play long game.

Saat saya yang langsung berhubungan dengan mereka pun, saat saya bilang “saya pikir-pikir dulu”, mereka jawab, “santai aja boss”. Tidak memburu-buru atau menakut-nakuti, “kalo barangnya masih ada ya”

Penipu ini sabar dan santai. Smart.

Modus ke-4: “Harganya oke juga”

Modus lain adalah mereka tidak mencantumkan harga di post IG jualan mereka. Saat ditanya melalui DM, mereka akan menyebutkan harga yang “oke”. Oke di sini maksudnya adalah relatif murah dibanding harga pasaran, tapi masih reasonable. Make sense. Tidak memancing kecurigaan pembeli kalau harganya “too good to be true”

Di kasus sepeda yang Rina mau beli, beda dari harga di pasar hanya 10% di bawah. Saat saya pura-pura menjadi pembeli pun, harga yang diberikan juga sekitaran segitu. Tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan. Lagi-lagi mereka tahu persis psikologi pembeli online, bahkan seasoned buyers sekalipun.

Modus ke-5: “Ada videonya”

Di jaman serba digital instant seperti ini, penipu tahu, foto kadang kurang menyakinkan untuk calon pembeli. Jadi si penipu ini juga sudah siap dengan video barang jualan mereka.

Mereka dengan sigap mengirimkan video sepeda saat diminta. Videonya sangat menyakinkan. Ada beberapa video yang menunjukkan sepeda masih di box, dan sudah siap dikirim.

Dalam kasus Rina, sebelum transfer uangnya, mereka menawarkan Rina untuk “kapan lihat ke toko?”, dan juga dalam dua menit penipu mengirimkan video sepeda yang ditaksir! Tak heran Rina pun juga terjebak dalam skema penipuan profesional ini.

Modus 6: “Bisa dilacak dari nomor rekening dan Whatsapp”

Ya, mungkin kalau kasus Anda adalah kasus high-profile yang sudah ramai di media massa. Polisi dan unit cyber crime akan mudah melacak dengan seperangkat kuasa dan alatnya. Tapi bagi konsumen biasa, what’s the chance?

Dalam melaksanakan modusnya ini, penipu menggunakan nomor rekening BCA yang bermacam-macam. Dan sekali lagi di sini masih banyak kelemahan praktik perbankan di Indonesia. Sangat jarang, bagi korban penipuan biasa, kita dapat dibantu bank untuk melacak pemilik rekening. Prosedurnya panjang, dan yang saya sering dengar tidak memberi hasil yang memuaskan.

Karena kemungkinan besarnya adalah identitas yang digunakan untuk membuka rekening pun fiktif. Atau menggunakan nama orang lain. Saya juga mendapatkan informasi dari sesama penjual sepeda, kalau biasanya akun penipu seperti ini menggunakan KTP orang-orang di desa untuk membuka rekening. Mereka hanya dibayar untuk dipinjam KTP dan namanya. Bagaimana bisa dilacak aliran dananya? Mereka bukan yang memegang ATM atau rekening tersebut.

Apalagi dengan nomor HP. Walaupun kita saat ini sudah menerapkan pendaftaran untuk nomor SIM card, namun kita sama-sama tahu bukan masalah sulit untuk mendapatkan nomor HP tanpa memberikan informasi pengguna yang benar. Jadi bagi kita, warga negara biasa, melacak pemiliki nomor HP penipu sama saja dengan mencari jarum di tumpukan jerami.

Jadi kesimpulannya, memang kita yang harus lebih berhati-hati untuk tidak tertipu. Karena kalau sudah tertipu, susah untuk mendapatkan uangnya kembali.

Oleh karenanya saya menyempatkan waktu untuk menulis sharing ini, atas persetujuan rekan saya Rina, agar lebih banyak yang tahu modus mereka, dan lebih berhati-hati dalam berbelanja online.

Untuk Rina, terima kasih kesediaannya untuk berbagi, semoga Tuhan mengembalikan uang yang hilang kepadamu lebih banyak lagi, in one way or another.

Dan semoga penipu akun @bragaa.a ini dapat segera diringkus, dan operasinya dihentikan. Karena sampai hari ini pun mereka masih posting barang-barang dagangan baru mereka yang pasti fiktif, dan mereka siap untuk menjaring korban baru melalui modus-modus yang direncanakan secara detail dan rapih ini.

Akhirnya, apabila Anda merasa artikel ini membantu, mohon untuk dibagikan ke khalayak luas, agar pihak yang berwenang segera bertindak, dan konsumen pun akan lebih terlindungi untuk modus-modus penipuan di masa datang. Salam sehat selalu.

Sampai kapan mau terus menipu orang, hey Braga? or should I say “Bandung”?

7 Comments Add yours

  1. Gowes Bandung says:

    Agak keberatan dgn pernyatan terakhir , yg tertulis Hey Bandung.

    Apakah yakin penipunya berasal dr Bandung ?
    Lapor polisi, cek account ybs.

    Terima kasih

    1. ibenimages says:

      Halo boss.. nope saya juga tidak yakin berasal dari Bandung. Tapi maksud saya “Bandung”, karena mengikuti serial Money Heist yang saya kutip, karena setiap tokohnya punya nama samaran nama kota. Jadilah Bandung.. karena Braga di Bandung kan?

      Salam gowes 🙏

  2. Kuro says:

    Ada cukup banyak account seperti ini, kemarin saya juga komunikasi lewat IG, dan ini sangat terstruktur dan saya rasa dilakukan oleh orang sangat professional. Account mengatasnamakan dari Bandung, cuma saya kurang percaya dengan account IG, follower puluhan ribu, tapi tidak ada comment di Postingannya, dan saya coba cek toko offline nya melalui telp, saya coba cari nomor telp melalui alamat yang dikasih, tapi ternyata alamat toko tidak sesuai dengan usahanya (penjualan sepeda), dan sebelumnya juga banyak dari calon Pembeli yang sudah kontak ke nomer ang saya telp tadi , account IG penipuan ini @mac_apple

    1. ibenimages says:

      Betul bro.. sindikat profesional ini. Buktinya sudah bertahun2 beroperasi. Dulunya jualan kamera, sekarang juara sepeda. Modus sama. Korban sudah banyak. Tapi polisi tidak bisa (atau mau) berbuat apa-apa. Trims komentarnya

      1. Vanie CK says:

        Dan saya juga yg alhamdulillah yg terselamatkan dari 2 akun bragaa.a dan mac_apple yg skrg berubah jd mac__apple, yg lokasinya di BEC Bandung. Pas wasap an sblomnya lancar tp ktk sy info bahwa sy udh di BEC dan nanya posisi tepat tokonya eh wasap sy lsg dblock dong! Hahaa.. dan yg mencurigakan 2 akun d atas sama2 punya kesamaan, di IG nya barang2nya gak ada yg SOLD sama skali.. oia untuk mengecek apakah norek olshop pernah dilaporkan sebagai PENIPUAN sblm transfer bisa cek dulu kredibel.co.id

  3. VanieCk says:

    Dan saya juga yg alhamdulillah yg terselamatkan dari 2 akun bragaa.a dan mac_apple yg skrg berubah jd mac__apple, yg lokasinya di BEC. Pas wasap an sblomnya lancar tp ktk sy info bahwa sy udh di BEC dan nanya posisi tepatnya eh wasap sy lsg dblock dong! Hahaa.. dan yg mencurigakan 2 akun d atas sama2 punya kesamaan, di IG nya barang2nya gak ada yg SOLD sama skali.. Oia, sebelum transfer dana, melalui kredibel.co.id kita bisa untuk mengecek ( skaligus melaporkan ) norek yg pernah dilaporkan sebagai PENIPUAN

    1. ibenimages says:

      Terima kasih atas informasinya yang bermanfaat. Saya baru tahu ada kredibel.co.id . Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s