TP Link Deco E4 Review: Solusi Mesh Wifi yang Ciamik

Salah satu perangkat TP Link Deco E4 yang di-install di rumah saya

Saat memulai era Work from Home (WFH) di kala pandemi dua tahun lalu, saya sering dipusingkan dengan kualitas internet di rumah.

Bekerja dari lantai 2, koneksi internet saya naik turun. Boss saya di perusahaan sebelumnya sampai sempat berkomentar, “Iben, if this WFH more becomes a norm, the first thing you need to do is to improve your internet connection”. Hehehe.

Awalnya saya mengira ini adalah akibat kualitas jaringan provider saya, Indihome. Walau memang kadang benar, tapi ternyata 90% kasus bukan ini sebabnya.

Saya kemudian menyadari, saat bekerja di lantai 1, koneksi internet saya lumayan bagus. Karena lebih dekat dengan letak router Indihome yang terletak di lantai 1. Oleh karenanya saya menduga, masalah koneksi internet ini karena konfigurasi wifi di rumah yang kurang optimal. Besar kemungkinan karena letak dan jumlah wifi extender yang tidak memadai.

Jadilah kemudian saya membeli tambahan wifi extender. Cuman beli 1. Merk China. Sempat lumayan meningkatkan kualitas internet di lantai 2. Walau masih relatif lemah. Karena di kamar saya kadang bisa dapat speed lumayan, kadang tidak dapat sinyal sama sekali. Dan juga sering putus. Yang mana kalau sudah begitu harus di reset kembali.

Sebetulnya sudah terpikirkan untuk membeli router atau Access Point yang lebih kuat. Mendapat tips dari teknisi Indihome yang datang ke rumah, sebetulnya salah satu solusi adalah hal ini dengan menyambungkannya ke modem Indihome melalui kabel. Hanya entah kenapa, saya masih belum tergerak untuk serius memikirkannya.

Puncaknya adalah kemarin. Karena keluhan anak saya, Aya, yang minggu ini mulai bekerja di kantor akuntan dan harus mulai bekerja WFH dari kamarnya. Kualitas internet betul-betul buruk sehingga dia harus turun ke lantai 1 untuk bekerja.

Jadilah lalu saya bertekad untuk mencari solusi yang lebih baik. Setelah riset dan browsing di internet, salah satu solusi yang kini berkembang popular adalah “mesh wifisystem. Menempatkan beberapa perangkat wifi extender yang dapat membentuk semacam jaringan di rumah kita. Yang lebih merata dan lebih kuat.

Salah satu perangkat yang menarik perhatian saya adalah TP-Link Deco system.

Bentuk TP Link Deco E4 yang cakep

Berbeda dengan modem dan extender lainnya, Deco system bentuknya cakep. Hanya seperti tabung putih. Bentuknya yang estetis, membuat perangkat ini tidak “misplaced” apabila diletakkan di tengah-tengah interior rumah kita.

Dan ternyata tidak hanya bentuknya yang cakep. Performanya pun memuaskan. Cara setup perangkat ini pun sangat mudah.

Setelah mengunduh aplikasi ‘TP Link Deco’, kita dapat mengikuti step-by-step instruction di aplikasi. Mulai dari mereset modem kita, sampai dengan meletakkan perangkat Deco di sudut-sudut rumah kita yang memungkinan jaringan kita jadi optimal.

Alhasil, kecepatan internet di rumah saya sekarang menjadi meningkat pesat. Kalau sebelumnya di lantai 2 maksimal hanya 10 Mbps, saat ini di dalam kamar saya bisa mendapatkan sampai lebih dari 30 Mbps (paket internet saya maksimal kecepatannya adalah 50 Mbps). Bahkan di kamar mandi kamar saya pun yang sebelumnya sering jadi “blank spot” masih bisa mencapai lebih 30 Mbps.

Kecepatan internet di kamar mandi kamar saya meningkat pesat

O ya, perangkat yang saya beli adalah TP Link Deco E4. Di pasaran adalah tipe Deco lain yakni series M4. Bedanya adalah pada maximal speed. Kalau E4 hanya maksimal kecepatan 100 Mbps, untuk M4 bisa sampai 800 Mbps. Harganya memang beda jauh. Kalau E4 yang saya beli dengan 3 modul Deco (1 access point dan 2 extender) harganya Rp 1,3 juta, sedangkan untuk M4 sudah di atas Rp 3 juta. Tapi karena paket internet di rumah saya belum di atas 100 Mbps, akan mubazir kalau memberi M4. Nanti saja deh kalau sudah naik tingkat koneksi internet nya.

Paket TP Link Deco E4 dengan tiga modul yang saya beli

So, all in all, I’m very satisfied with this purchase. Apabila Anda ingin meningkatkan kualitas jaringan internet di rumah Anda, TP Link Deco series ini saya rekomendasikan sebagai solusi yang paling tepat guna dan tepat biaya.

Satu hal yang saya sesalkan hanya satu: kenapa saya tidak menemukan solusi ini pada saat saya sering Work from Home (WFH)?

2 Comments Add yours

  1. mysukmana says:

    baru tau ada yang model kayak gini, kirain tadi lihat gambarnya kek tempat sampah hehehe…ternyata..

    1. ibenimages says:

      hehehe.. iya cakep kan? Saya puas banget dengan performance nya sampai saat ini. Koneksi jaringan merata dan kencang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s