Sharing Foto di Social Media

Akhir-akhir ini saya mengamati banyak temen-teman yang buka akun atau bahkan “hijrah” ke Instagram untuk sharing foto-foto. Tapi lucunya, banyak foto yang di-posting di Path, Facebook atau Instagram sama.

Ya nggak salah sih, bebas.

Kalau saya, saya punya diferensiasi untuk foto-foto yang saya sharing di social media:

  • Facebook: buat foto-foto yang umum, bisa dinikmati khalayak luas, dan secara personal sensitivitas-nya rendah. Juga kalau cukup banyak foto yang di-upload. Contoh foto-foto liburan keluarga atau acara reuni bareng teman-teman lama.
  • Path: nah kalau ini foto-foto yang lebih spontaneous dan “nggak penting”, kayak selfie, foto makanan apa kalau pas lagi ngopi. Juga untuk foto-foto yang personal sensitivity nya lebih tinggi, makanya saya membatasi Path friends dengan teman-teman dekat saja.
  • Instagram: kalau ini saya join sudah lama, dan saya dedikasikan khusus untuk foto-foto cantik. Bukan saya lho yang selfie cantik, tapi lebih ke foto2 yang punya nilai fotografi mayan tinggi lah. I don’t share my life in Instagram, but I do share my cats’ lives. Hahaha, serius saya punya akun khusus untuk 5 kucing saya yang lucu-lucu (@aleacats)
  • WordPress: kalau ini sih personal blog saya. Saya sudah nge-blog dari tahun 2002, sejak dari Friendster Blog (iya, saya tua). Tapi sudah 10 tahun lebih pindah ke platform WordPress. Dulu hanya sebagai photo diary (sebelum Path ada, makanya sempat lama gak ikutan buka path, karena sudah punya blog). Ternyata digital diary ini sekarang sangat berguna buat saya kalau mau lihat kenangan saat anak-anak masih kecil misalnya. Karena kalau di blog kita bisa atur kategorisasi, dan bisa search kata kunci jadi gampang untuk menemukan postingan yang terdahulu. Kalau di Facebook apalagi Path kan ribet. Nah seiring waktu, juga untuk menyalurkan kegemaran saya menulis, kalau saya punya pengalaman yang menarik yang saya rasa bermanfaat untuk khalayak umum, saya share foto-fotonya di media ini. Contohnya tulisan pengalaman saya liburan berlayar di Pulau Komodo yang cukup viral dan dapat banyak hits setiap hari. Lumayan lah, seneng aja kalau banyak yang terbantu dengan tulisan dan foto-foto saya.
  • Twitter: kalau ini mah bukan media sharing foto. Tapi lebih ke tempat menumpahkan uneg-uneg pribadi. Kadang di bidang politik, tapi lebih sering lagi kalau mendukung tim/atlit olahraga favorit saya. Jangan heran akhir-akhir ini menemukan banyak sumpah serapah mengenai Manchester United di timeline saya! Hahaha.

There you go. My social media world. Masih banyak lagi sebenernya jejak digital saya. Untuk profil profesional saya juga punya LinkedIn, dan untuk koleksi gambar-gambar lucu atau foto-foto jam saya ada di Pinterest. Lengkap kan? Am I social media dia junkie then? Maybe 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s